Vaginismus Bikin Aku Merasa Gak Layak Jadi Seorang Istri - Yuanita

Family / 4 May 2021

Kalangan Sendiri

Vaginismus Bikin Aku Merasa Gak Layak Jadi Seorang Istri - Yuanita

Lori Official Writer
1992

Aku sebagai perempuan, aku merasa gagal. Aku merasa tidak berguna. Jangankan memberi anak, melayani suami saja aku merasa gagal.

Dalam sebuah pernikahan, pasti setiap pasangan punya keinginan untuk bisa memuaskan satu dengan yang lain. Tapi tidak dengan pernikahan kami yang endingnya selalu membuat frustrasi.

Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Kenapa aku tidak bisa melakukan hubungan, bahkan dengan suami aku sendiri?

 

Mengidap Vaginismus

Sejak berkenalan dengan suami, kami sudah punya pandangan tentang sebuah pernikahan. Kami benar-benar memilih untuk berkomitmen bukan hanya antara berdua tetapi juga melibatkan Tuhan.

Kami mau dalam pernikahan ini nantinya kami bisa bertumbuh bersama. Kami mau belajar untuk jujur dan terbuka satu sama lain. Tapi setelah masuk ke dalam pernikahan, aku justru mendapati diriku berbeda dengan perempuan pada umumnya.

Walaupun awalnya kami berpikir kalau ini adalah sesuatu yang normal, sebagai wanita aku mulai merasa ada sesuatu yang berbeda denganku. Karena setiap kali kami melakukan hubungan suami istri, aku akan refleks menendang suamiku. Walaupun kami terus mencoba, kejadian ini seolah terus berulang.

Aku pun mulai merasa putus asa karena sebagai istri, aku merasa tidak seutuhnya menjadi seorang perempuan. Di tengah rasa putus asa inilah kami memutuskan untuk meminta pertolongan dari dokter ahli.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyatakan kalau aku menderita vaginismus. Ini adalah suatu penyakit dimana kondisi otot di sekitar Miss V mengalami pengencangan saat terjadi penetrasi seksual.

 

Baca Juga: Rut Felicia, Akhirnya Bisa Hamil Setelah Divonis Mandul 7 Dokter

 

Perjuangan Untuk Sembuh

Aku bahkan suami merasa kaget mendengar penjelasan dokter. Suamiku, Christ bahkan baru tahu kalau ada jenis penyakit demikian.

Untuk bisa sembuh, kami pun mengunjungi beberapa dokter, menggali informasi lebih soal jenis penyakit ini sampai mendapatkan bimbingan psikologi. Tapi tetap saja, semua usaha itu belum mendatangkan hasil. Ada banyak diantaranya yang hanya berkata kalau masalahnya hanya karena aku kurang rileks saja.

Bukannya keadaan makin membaik, aku justru semakin frustrasi dengan kondisiku sendiri. Sedangkan suami....

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA--->

memilih untuk sibuk dengan pekerjaannya.

 

Berdamai Dengan Diri Sendiri 

Usaha tanpa hasil memang awalnya membuatku stress dan merasa gak layak. Tapi setelah memasuki usia pernikahan kami yang ke-7, aku memutuskan untuk berdamai dengan diri sendiri.

Aku merenung dan berpikir kalau aku gak bisa mengandalkan manusia dan diriku sendiri. Karena hasilnya hanya akan mengecewakan diri kita. Belum lagi energiku semuanya habis dan membuat aku lelah. 

Jadi aku mulai mengandalkan Tuhan. Karena aku percaya waktu kita mengandalkan Tuhan pasti akan selalu ada hasilnya, selalu ada harapan di situ. Dan Tuhan kembali mengingatkan aku tentang panggilan hidupku sebelumnya yaitu memberikan seluruh hidupku untuk Dia.

Jadi sebagai musisi aku pun memutuskan untuk menuangkan hasil perenunganku ke dalam sebuah lagu.

Dari situ aku ingat komitmenku untuk pertama kali waktu menerima Yesus secara pribadi. Bahwa dalam setiap kehidupanku aku mau dipakai Tuhan. Jadi kalau setelah menikah aku justru menghadapi kondisi seperti ini, aku tetap bertanya ke Tuhan apa hal yang bisa aku lakukan untuk Dia. Aku percaya bahwa di dalam kelemahanku, di situlah kuasa Tuhan semakin sempurna.

 

Baca Juga: #KataAlkitab - Mandul Dari Tuhan Atau Memang Nasib? - dr. Mikhael Sinaga

 

Harapan terbaik dari Tuhan pun kami alami. Vaginismus yang aku derita sembuh total pada tahun 2017 silam. Walaupun aku merasa sudah normal, kami tetap percaya akan janji terbaik dari Tuhan untuk kami. Dari pengalaman ini akhirnya aku tergerak untuk terbuka dan membuat vaginismus campaign di Indonesia.

Ternyata keterbukaan itu adalah awal dari pemulihan, pemulihan bagi perempuan yang menderita vaginismus, yang benar-benar gak disangka-sangka kalau Tuhan sedang memakai hidupku bukan lewat kelebihan, pengetahuan atau talenta tapi Tuhan juga bisa pakai kita lewat kekurangan kita dan melalui kelemahan kita.

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” – 2 Korintus 12: 9

 

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami