Ampuni Kesalahan Orang Lain di Masa Lalu Pasti Sulit, Tapi Bisa Kok!

Ampuni Kesalahan Orang Lain di Masa Lalu Pasti Sulit, Tapi Bisa Kok!

Lori Official Writer
      1252

Kejadian 50: 17

Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 122; 1 Korintus 11; 1 Samuel 10-11

Kisah hidup Yusuf merupakan salah satu kisah yang sangat menarik di dalam Alkitab. Karena Yusuf jadi bukti bagaimana hidup seorang budak yang dijual oleh saudara-saudaranya diangkat Tuhan menjadi orang penting di suatu negara.

Yusuf adalah karakter tangguh yang gak pernah kecewa kepada Tuhan atas penderitaan yang dilaluinya di masa mudanya. Justru dia memilih mengampuni orang-orang yang sudah melakukan kejahatan dalam hidupnya, termasuk saudara-saudaranya.

Dari Kejadian 50: 14-21, kita bisa lihat akhir hidup Yusuf yang indah. Sejak kembali dipertemukan dengan ayahnya Yakub dan saudara-saudaranya di Mesir, dia tak lagi mengingat-ngingat perbuatan saudara-saudaranya di masa lalu. Dengan penuh kasih, dia menerima mereka dan memberikan mereka tempat tinggal di negara tersebut.

Tapi setelah Yakub meninggal, saudara-saudaranya mulai ketakutan karena mereka berpikir Yusuf akan membalas perbuatan mereka di masa lalu.

Kalau kita lihat, ada dua sikap yang bertolak belakang di sini. Di satu sisi, Yusuf mencerminkan keberanian yang luar biasa dan di sisi lain, saudara-saudaranya mencerminkan sikap yang ketakutan dan pengecut.

Sebelum menjadi penguasa besar di Mesir, Yusuf telah mengalami berbagai keadaan yang sangat buruk. Hal ini menjadi memori yang mengerikan buat dia. Kita bisa membayangkan kalau dalam kondisi hati yang sedang susah atau kecut, dia mungkin akan mengingat kembali kejadian menyakitkan waktu saudara-saudaranya menjual dirinya.

 

Baca Juga: 7 Pelajaran Iman dari Tokoh Yusuf, Hidup Dengan Iman Sampai Pengampun

 

Sekuat apapun hatinya dan sekalipun dia sudah melepaskan pengampunan, pasti kepahitan itu sekali-kali pasti muncul. Inilah yang ditakutkan oleh saudara-saudaranya.

Tapi firman Tuhan hari ini menyampaikan bahwa waktu Yusuf melihat saudara-saudaranya, dia memilih untuk mengampuni mereka. Untuk mengampuni orang yang menyakiti atau mengkhianati kita, pasti butuh satu keberanian besar dan itu hanya didapatkan dari Tuhan.

Tapi coba lihat sikap saudara-saudara Yusuf. Mereka diliputi ketakutan dan kekhawatiran. Mereka gak punya keberanian untuk meminta pengampunan kepada Yusuf. Mereka justru memakai nama Yakub sebagai tameng.

“Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.” (Kejadian 50: 16-17).

Sementara Yusuf telah mengampuni mereka sejak awal. Saudara-saudara Yusuflah yang terperangkap dalam perasaan bersalah di masa lalu, tapi mereka gak punya keberanian untuk menghadapinya.

Mari kita belajar supaya kita punya keberanian seperti Yusuf, mau bergantung sama Tuhan sebagai sumber kekuatan kita. Kalau Yusuf berani mengampuni saudara-saudaranya, maka seharusnya kita juga bisa melakukan hal serupa.

 

Hak cipta Abbalove Ministry, disadur oleh Jawaban.com

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini. 

DAFTAR DI SINI

Ikuti Kami