Jangan Heran, Ini Loh 5 Penghambat Pertumbuhan Iman Orang Kristen

Jangan Heran, Ini Loh 5 Penghambat Pertumbuhan Iman Orang Kristen

Lori Official Writer
207144

Dalam buku Hannah Whitall Smith, The Christian’s Secret of a Happy Life, ia menuliskan bahwa rahasia hidup bahagia orang Kristen adalah iman, penyerahan dan keyakinan kepada Tuhan sepenuhnya. “Semua yang kita klaim dalam kekudusan hidup adalah bahwa dengan langkah iman kita meletakkan diri kita ke dalam tangan Tuhan, membiarkan Allah bekerja sesuai dengan kehendak-Nya; dan bahwa dengan latihan iman yang terus menerus kita akan tetap bertahan di dalamnya ..Bagian kita adalah percaya, bagian-Nya untuk memberikan hasil”.

Berbeda dengan pandangan yang disampaikan oleh teolog kontroversial Wilhelmus A Brakel asal Belanda (1635-1711), dalam bukunya The Christian’s Reasonable Service menuturkan tentang 5 alasan orang percaya tidak mengalami pertumbuhan dalam iman, seperti:

1. Orang Kristen mengandalkan kasih karunia

2. Orang Kristen meragukan perubahan yang akan terjadi

3. Orang Kristen putus asa akan kemajuannya

4. Orang Kristen mengikut arus dunia

5. Orang Kristen malas

Mungkin sebagian dari kita akan menyangkal poin 2 dan 3. Namun bagaimana dengan poin 5?

Banyak iman yang tidak bertumbuh dalam perjalanannya karena semata-mata kemalasan. Brakel menuliskan dengan tegas bahwa kita benar-benar berhasrat untuk berada dalam level iman yang lebih tinggi dan tumbuh seperti pohon palem, tetapi kita tidak bersedia untuk mengerahkan usaha, dan pada akhirnya kita juga tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, sudah jadi tugas orang Kristen untuk tumbuh dalam kebiasaan dan anugerah yang sudah diberikan.

 

Baca Juga: Semua Pertumbuhan Butuh Proses, Yesus Sendiri Mengalaminya!

 

Martyn Lloyd–Jones juga tampaknya mengkritik cara hidup orang Kristen yang hanya mengandalkan iman tanpa bertindak apa-apa. Ia bahkan menyampaikan bahwa ‘kekudusan bukanlah sebuah perbandingan konstan dalam penyerahan'. Perjanjian Baru bahkan tidak menuliskan bahwa kekudusan tidak sepenuhnya membuat kita bisa melihat Tuhan. Kekudusan, menurutnya, membutuhkan usaha dan tenaga. Seperti tertulis dalam Roma 6: 12, “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya”. Ini adalah sebuah nasihat, peringatan, panggilan untuk melakukan aktivitas yang positif sesuai kehendak-Nya.

Di sisi lain, firman Tuhan tidak memberitahukan kita bahwa pekerjaan pengudusan akan semata-mata dilakukan oleh kasih karunia. Sebaliknya, kitalah yang mengambil tindakan untuk bisa menjaga tubuh kita dari kekudusan. Kita berada di pertandingan iman dan kita harus melakukan pertempuran. Namun, syukurnya, kita telah dimampukan untuk melakukannya, karena saat ini kita percaya dan dibenarkan oleh iman dan dilahirkan kembali dari Roh Allah. Kita punya kemampuan (untuk itu). Jadi, metode pengudusan di dalam firman Tuhan adalah untuk mengingatkan kita akan hal itu dan setelah mengingatkan hal itu Ia lalu mengatakan: Sekarang pergi dan lakukanlah itu!

Inilah pandangan yang kerap mengelirukan orang Kristen bahwa mereka yang sudah mengalahkan diri untuk menjadi serupa seperti Kristus perlu menyadari bahwa di dalam Kristus mereka sudah mati bagi dosa dan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Di sisi lain, mereka menghentikan proses pengudusan hidup mereka karena kurang dengan polosnya tidak mau berusaha. Mereka malas dan perlu diperingatkan kembali tentang hal ini. Yang lain berpikir agar pengudusan mengalirkan secara otomatis komitmen tulus mereka terhadap injil. Tetapi tidak semudah itu karena kita harus bangkit dan melakukan sesuatu.

 

Baca Juga: Waspadai Film dan Lagu Yang Kamu Konsumsi, Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Imanmu Loh!

 

Kita semua membutuhkan kasih karunia Allah untuk mempercayai dan melakukan hal-hal yang benar. Kita telah mati bagi dosa dalam kematian Kristus, dan saat ini kita harus mematikan perbuatan-perbuatan daging kita. Jadilah orang percaya, yang selain mengandalkan iman tetapi juga perbuatan. Sebab iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yakobus 2: 26).

 


Kamu diberkati dengan artikel-artikel kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com. 

Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk.

 

DAFTAR DI SINI

Sumber : Crosswalk.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami