Punya Sejarah Buruk, Kini Bekasi Buktikan Kerukunan Umat Beragama

Punya Sejarah Buruk, Kini Bekasi Buktikan Kerukunan Umat Beragama

Claudia Jessica Official Writer
337

Beberapa tahun lalu, organisasi masyarakat (ormas) pernah menolak pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi Utara. Namun, pasca pembangunan Gereja Santa Clara, kehidupan beragama di Kota Bekasi jadi semakin berkualitas.

Hal ini dibuktikan dengan pembangunan Gereja Tiberias. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyatakan, kerukunan umat beragama di Kota Bekasi semakin kokoh. Kuncinya adalah para tokoh lintas agama membangun hubungan yang baik dan menyambangi satu sama lain dalam berbagai kesempatang, terutama mejelang perayaan hari besar keagamaan.

“Kerukunan umat beragama di Kota Bekasi semakin membaik dan kokoh. Kuncinya, saling bersilaturahmi satu dengan lainnya. Atau mengadakan pertemuan lintas tokoh agama menjelang perayaan keagamaan sehingga kita saling mengenal satu dengan lainnya,” kata Ketua FKUB Kota Bekasi, Abdul Manan, ‎Minggu (18/4/2021).

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Tiberias di Bekasi Town Square (Betos) Jalan Cut Meutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (12/4/2021) lalu, menjadi bukti kerukunan umat beragama semakin baik dan kokoh.

“Kita sudah melakukan verifikasi ulang ke lapangan, memang tidak ada penolakan warga terkait pengurusan izin pembangunan gereja. Bahkan, bidang tanah yang ditempati kita pastikan sudah dimiliki oleh yayasan atau milik gereja,” jelasnya.

 

 

Baca juga: 3 Fakta di Balik Penolakan Gereja Santa Clara Bekasi

 

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Tiberias ini dilakukan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Pdt Aristo Pariadji sebagai perwakilan gereja.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua FKUB Kota Bekasi Abdul Manan, perwakilan dari Polrestro Bekasi Kota, perwakilan Kodim 0507/Kota Bekasi, perwakilan Kementerian Agama Kota Bekasi, Camat Bekasi Timur Widy Tiawarman dan Lurah Margahayu Siti Sopiah.

“Jangan lagi resah dan risau tinggal di Kota Bekasi yang penuh dengan multietnik. Pemerintah Kota Bekasi ingin mewujudkan visi misi Kota Bekasi yang ihsan,” tutur Rahmat Effendi.

Dari luas 5.000 meter persegi, akan didirikan gereja dengan luas 2.000 meter persegi. Sementara sisa lahan 3.000 meter persegi akan dijadikan ruang teruka hijau (RTH).

Dengan pembangunan Gereja Tiberias ini, Effendi berharap tempat ini dapat menampung setiap warga Kota Bekasi yang ingin beribadah degan aman, nyaman, dan tempat ibadah representatif.

“Semoga cepat pembangunannya bisa bermanfaat bagi warga Kota Bekasi, terutama bagi umat Nasrani, ungkapnya.

Pendeta Aristo Pariadji berterimakasih atas dukungan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.

 

Baca juga: Pernah Ditolak, Gereja Santa Clara Bekasi Malah Sudah Resmi Kantongi Ijin

 

“Kami berharap, agar Kota Bekasi selalu menjadi kota yang makmur dan memegang teguh harmonisasi penduduk, seperti apa yang telah dibentuk Wali Kota Bekasi dalam menjaga kerukunan agama,” katanya.

Semoga pembangunan Gereja Tiberias dapat berjalan dengan lancar dan menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi umat Kristen di Kota Bekasi.

Sumber : beritasatu
Halaman :
1

Ikuti Kami