Tuhan Mau Bunuh Musa! Benarkah?

Tuhan Mau Bunuh Musa! Benarkah?

Claudia Jessica Official Writer
937

Kejadian kontroversial kali ini adalah Tuhan hendak membunuh Musa. Kok bisa ya?

 

Jika kamu lebih suka menonton, kamu bisa simak kisahnya di: [VIDEO] #FaktaAlkitab: Pemimpin Bangsa Israel yang Mau Dibunuh oleh Tuhan

 

Tuhan Mengutus Musa Ke Mesir

Setelah Musa membunuh orang Mesir yang menganiaya budak Yahudi di tempat kerja paksa, ia pergi untuk melarikan diri. Musa memilih Midian sebagai tempat pelarian. Ia menikah dengan Rehuellah Zipora, anak Yitro seorang Imam di Midian (Keluaran 3: 10). Dari pernikahannya mereka mendapatkan seorang anak laki-laki dan menamainya Gersom, yang berarti “Aku telah menjadi pendatang di negeri asing.”

Setelah empat puluh tahun Musa hidup di Midian, Tuhan memanggil Musa. Tuhan menemui Musa saat ia sedang menggembalakan kambing domba mertuanya. Ketika itu, Tuhan memerintahkan Musa pergi ke Mesir dan memintanya untuk membebaskan Bangsa Israel yang semakin menderita ditindas oleh Firaun.

Sebenarnya Musa enggan kembali lagi ke Mesir, karena mungkin saja Firaun masih mengingatnya sebagai pembunuh. Selain itu, Musa merasa tidak percaya diri untuk tampil sebagai pemimpin pembebasan Israel dari perbudakan Mesir (Keluaran 3: 11).

Tuhan perlu membujuk Musa untuk percaya diri

Musa tidak begitu gembira menerima perintah Tuhan. Bahkan Ia cenderung menghindar secara halus. Musa merasa tidak percaya diri untuk menerima tugas dari Tuhan hingga mengungkapkan keberatannya pada Tuhan berkali-kali:

1. Siapakah aku ini Tuhan sehingga aku yang harus menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir? (Keluaran 3: 11)

2. Bagaimana jika orang Israel bertanya tentang apa sebutan nama TUHAN yang mengutus aku? (Keluaran 3: 14)

3. Bagaimana jika orang Israel tetap tidak mempercayai bahwa Tuhan telah menampakkan diri padaku? (Keluaran 4: 1)

4. Tuhan, aku bukan komunikator yang baik. Aku tidak pandai bicara (Keluaran 4: 10)

5. Tuhan, bagaimana jika KAU utus saja orang lain? (Keluaran 4: 13)

Amarah Tuhan bangkit akibat pernyataan Musa yang terakhir.

Tuhan tetap memerintahkan Musa pergi ke Mesir, tetapi Tuhan juga memerintahkan Harun (kakak Musa) sebagai pendamping Musa. Harun bertugas sebagai juru bicara Musa saat mereka berbicara pada Firaun (Keluaran 4: 14).

 

Halaman selanjutnya >>>

Tuhan Hendak Membunuh Musa

Musa dan keluarga beserta rombongannya harus bermalam di tengah perjalanan beberapa kali. Terkadang mereka bermalam dengan membangun tenda atau beristirahat di penginapan.

Suatu malam, ketika Musa dan keluarganya tidur di penginapan, Tuhan mendatangi Musa. Sebenarnya, peristiwa pertemuan antara Tuhan dan Musa adalah hal yang sering terjadi. Tetapi kali ini, Musa sangat terkejut karena Tuhan hendak membunuhnya. Zipora, Sang Istri menyadari situasi tersebut dan bergegas untuk melakukan sesuatu.

Ia mengambil pisau batu dan memotong kulit khatan alat vital Gersom, anak lelakinya. Setelah itu, Zipora menyentuhkan potongan kulit khatan itu pada kaki Musa sambil berkata, Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.” Lalu Tuhan tidak jadi membunuh Musa (Keluaran 4: 25-26).

Mengapa Tuhan hendak Membunuh Musa?

Tuhan sendiri yang memerintahkan Musa sebagai pembebas bangsa Israel dari Mesir, tetapi Tuhan juga yang hendak mencabut nyawa Musa. Bagaimana mungkin Tuhan hendak membunuh orang yang bersedia diutusnya? Banyak tafsir untuk menjawab pertanyaan sulit itu.

Ada penafsiran bahwa Musa lalai tidak melakukan sunat pada anak laki-lakinya. Padahal Sunat masih menjadi hukum yang wajib ditaati di jaman Perjanjian Lama. Tuhan memerintahkan semua laki-laki yang tidak disunat harus dihukum mati (Kejadian 17: 14).

 

Baca juga: 6 Tokoh Alkitab yang Tidak Taat Kepada Tuhan dan Hukuman yang Didapatkan Termasuk Musa!

 

Hukum sunat menjadi ikatan perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Anak laki-laki Musa tidak bisa menanggung hukuman itu karena ia masih kecil. Oleh karena itu, hal ini menjadi tanggung jawab Musa sebagai orang tuanya. kelalaian Musa ini mendatangkan konsekuensi dan Tuhan menjatuhkan hukuman mati pada Musa.

Ketidaktaatan bisa mendatangkan berbagai konsekuensi. Tuhan bisa memberi hukuman apa saja termasuk kematian bagi setiap orang yang tidak taat. Terbukti dari kisah ini, Tuhan sangat marah kepada Musa karena ia yang seharusnya mengajarkan hukum Allah Israel justru tidak mematuhi hukum itu sendiri.

 


Jangan biarkan artikel ini berhenti di kamu terasa diberkati! Bagikan juga kepada teman-temanmu agar dapat memberkati mereka dengan pengetahuan baru! Selain itu, kamu juga bisa menjadi berkat bersama kami dengan mendukung jawaban.com untuk terus memproduksi konten-konten baru setiap harinya.

Kamu bisa menjadi mitra CBN dengan melakukan donasi sebesar 50 ribu dalam sekali pemberian atau setiap bulan. Kabar baik bagi kamu kamu yang berdonasi sebesar 250 ribu setiap bulan, akan mendapatkan bonus berupa kaos polo, atau mug selama persediaan masih ada.

Selain itu, jika kamu sudah berdonasi selama 3 bulan berturut-turut, kamu bisa mengikuti webinar-webinar lain yang akan diadakan oleh CBN. Jika kamu tergerak untuk bergabung, DAFTARKAN DIRIMU DI SINI.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami