Asyiknya Kumpul Kebo Bikin Aku Hamili Istri Orang – Riski Tamboto

Asyiknya Kumpul Kebo Bikin Aku Hamili Istri Orang – Riski Tamboto

Lori Official Writer
717

Namaku Riski Tamboto. Dulu aku adalah pria yang sangat suka dengan dunia malam. Aku suka gonta ganti wanita, menikmati dunia malam, seks bebas dan bahkan pakai dukun dan susuk. 

Bagiku semua hal ini sesuatu yang membanggakan. Gak ada rasa penyesalan sama sekali.

 

Pacari Istri Orang

Jadi, aku ketemu dengan wanita ini di satu aplikasi chat. Lalu aku menyapa dia lebih dulu sampai akhirnya kita ketemu beberapa kali dan pergi dugem bareng juga. Setelah merasa nyaman, wanita ini pun mengajakku tinggal bareng.

Aku tahu dia sudah bersuami dan punya anak setelah beberapa minggu kenalan. Meski begitu, aku tetap saja mau menjalani hubungan terlarang itu.

Selama satu tahunan, mulai dari tahun 2016 sampai 2017, kami menjalani kumpul kebo. Kami tinggal di satu kosan.

 

Merasa Berdosa

Suatu kali di tahun 2017, dia memberitahu kalau dia hamil. 

Waktu itu aku benar-benar merasa sangat bersalah. Ada beban yang sangat besar dalam diriku, terlebih karena wanita itu adalah istri orang. Dalam kondisi kalut, aku diingatkan kepada Tuhan. Di situlah aku memutuskan untuk mau berjalan bersama Tuhan dan aku butuh Tuhan.

Karena perasaan bersalah ini, aku mendatangi tempat ibadah. Untuk yang pertama kalinya, tepatnya di tahun 2017.

Waktu hamba Tuhan lagi berkhotbah di atas mimbar, di situ aku dalam keadaan sangat galau dan depresi. 

 

Baca Juga: Dito Sitompul, Millenial yang Terpanggil Perjuangkan Keadilan Lewat Jalur Hukum

 

Tapi tiba-tiba, ada satu ayat yang menguatkanku waktu itu. Ditulis di 1 Korintus 10 ayat 13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Waktu mendengar ayat itu, pikiranku langsung terbuka. Aku sendiri terdorong untuk menghampiri hamba Tuhan itu dan Dia pun mulai menuntunku dalam hal rohani.

Dalam doaku aku bilang ke Tuhan, “Tuhan kalau memang Tuhan bisa bebaskan saya dari persoalan ini, saya janji akan sungguh-sungguh untuk hidup dalam Tuhan.”

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami