Sudah Divaksin Kok Masih Bisa Positif Covid-19? Ini Jawabannya!

Sudah Divaksin Kok Masih Bisa Positif Covid-19? Ini Jawabannya!

Claudia Jessica Official Writer
241

Sejak program vaksinasi dilakukan, masih ada orang yang terjangkit virus ini meski sudah mendapatkan vaksinasi. Kok bisa ya? Apakah vaksinnya tidak efektif?

Sejauh ini, vaksin corona sudah terbukti efektif dan mampu mengurangi keparahan dan menurunkan risiko kematian saat terinfeksi. Namun sayangnya, beberapa dari kita mungkin terlena. Kita merasa sudah aman dari virus covid-19 setelah melakukan vaksinasi sehingga tidak mempedulikan protokol kesehatan.

JCers tahu kan kalau vaksin bukan obat? Melainkan bagian dari virus yang dilemahkan agar tubuh dapat beradaptasi sehingga ketika virus masuk ke tubuh, antibody kita dapat melawan virus tersebut. Selengkapnya tentang vaksin, klik.

Ada beberapa aktivitas yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi meskipun sudah melakukan vaksinasi. Diantaranya:

1. Tidak Pakai Masker

Salah satu kesalahan terbesar setelah menerima suntikan vaksin corona adalah abai dan tidak memakai masker. CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menghimbau agar setiap orang yang telah menerima vaksin untuk tetap memakai masker dan hanya boleh melepas masker ketika bersama orang yang sudah divaksin saja sampai terbentuk kekebalan tingkat komunitas.

 

Baca juga: Vaksin Nusantara Buatan Dr Terawan Dijamin Ampuh Berkat Sel Dendritik, Apa Itu?

 

2. Kumpul-kumpul

CDC menginzinkan untuk berkumpul bersama tanpa menggunakan masker usai vaksinasi, namun hanya untuk bertemu mereka yang sudah disuntik vaksin juga.

Meski telah disuntik vaksin, masih ada risiko untuk terinfeksi terutama dari pasien asimtomatik. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan pasien simnomatik adalah sumber penularan utama sekalipun dengan gejala ringan.

3. Abai Protokol Kesehatan

Banyak sekali orang yang mengabaikan protokol kesehatan usai mendapatkan vaksin. JCers, setelah divaksinasi, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi hingga dapat melawan virus jika nantinya masuk ke dalam tubuh kita.

Ada beberapa tempat yang rawan dengan risiko tinggi untuk terinfeksi virus corona, misalnya di dalam pesawat, pergi ke daerah zona merah, dan lain sebagainya.

Perlu dicatat bahwa belum semua orang mendapatkan vaksin corona, terlebih lagi dengan munculnya mutase baru corona yang diduga kebal terhadap vaksin covid-19 yang ada.

Meski terinfeksi, setidaknya jika sudah vaksinasi dapat mengurangi gejalanya sehingga tidak terlalu parah. Selain itu, risiko yang ditimbulkan juga cenderung lebih rendah. Namun, jika kekebalan tubuh sudah terbentuk namun masih terinfeksi, ada beberapa kemungkinan seperti:

 

Halaman Berikutnya >

 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami