PGI dan Aktivis Muda Kristen Sikapi Bom di Gereja Makassar

PGI dan Aktivis Muda Kristen Sikapi Bom di Gereja Makassar

daniel.tanamal Official Writer
1917

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) menyikapi aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjadi Minggu, (28/3/2021). Dalam rilis persnya, PGI mengecam keras tindakan tersebut, menyampaikan duka cita dan menghimbau seluruh umat tetap tenang.

"Duka yang mendalam bagi keluarga korban ketika umat sedang menyelenggarakan ibadah Palmarum dalam rangkaian liturgi menyongsong Perayaan Paskah. Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasaana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makasar,” ujar Ketua Umum PGI Gomar Gultom.

Merujuk dari momen disaat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, kisah dimana Yesus masuk ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina, PGI mengajak umat untuk melihat bahwa Yesus sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan. “Dalam semangat kelembutan seperti itulah saya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat kita,” demikian tambah Gomar.

 

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Jelang Paskah, Ini 3 Fakta Detik-detik Ledakan di Gereja Katedral Makassar

 

Respon Pemuda Gereja

Sementara itu, salah satu aktivis muda Kristen, yang banyak bergelut didalam pembinaan kepemudaan, khususnya bidang penanggulangan bahaya narkoba, Ibob David mengajak anak muda gereja dan kekristenan merespok secara bijak, dan penuh semangat kekeluargaan. "Mari kita semua bersama-sama merajut dan membangun kebersamaan dibangsa ini sesuai ideologi bangsa ini dengan Bhineka Tunggal Ika: Sekalipun Berbeda-Beda Tapi Satu Jua," ujarnya.

Menurut Ibob David, dengan membangun kebersamaan, menjadi modal penting ketahanan nasional, dimulai dengan hal-hal kecil sederhana, yang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan. "Membangun kebersamaan dapat dilakukan secara sederhana, seperti silahturahmi, saling tegur sapa, menghormati agama dan keyakinan masing-masing serta membangun kebersamaan di wilayah kita, melalui karang taruna, gotong royong atau kerja bakti dan ronda bersama menjaga keamanan lingkungan yang ada, serta mengedukasi masyarakat mengenai bahayanya radikalisme bagi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara," tutup Presiden dari Youth Leader Gathering atau YLG ini.

Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami