Alami Ketidakadilan, Para Pendeta Bersatu Untuk Dapatkan Vaksinasi Warga Kulit Hitam

Alami Ketidakadilan, Para Pendeta Bersatu Untuk Dapatkan Vaksinasi Warga Kulit Hitam

Claudia Jessica Official Writer
343

Beberapa pendeta kulit hitam di Amerika Serikat saat ini tengah berusaha mengatasi tidak meratanya vaksinasi covid-19, terutama pada komunitas mereka. Selain membantu warga kulit hitam mendapatkan akses vaksinasi, para pendeta ini juga berusaha menyadarkan warga kulit hitam mengenai pentingnya vaksinasi.

Melvin Merriot, salah satu warga kulit hitam kesulitan mendapatkan jadwal vaksinasi bagi sang ibu yang berusia 94 tahun.

Selain kesulitan mendapat akses vaksinasi, banyak warga kulit hitam yang menolak program ini atas ketidakpahaman mereka serta trauma akibat eksperimen Tuskegee yang mengerikan.

Eksperimen Tuskegee adalah eksperimen kontroversial yang konon didalangi pemerintah AS pada pertengahan abad ke-20, mereka menggunakan pria kulit hitam sebagai kelinci percobaan terkait penelitian sifilis.

Eksperimen itu mempelajari efek sifilis yang tidak diobati pada populasi pria kulit hitam di Tuskegee, Alabama, selama enam hingga sembilan bulan, tetapi pada kenyataannya berlangsung selama 40 tahun dari 1932 hingga 1972.

Seorang pendeta bernama Wallace Charles Smith menggunakan khotbahnya untuk berbicara mengenai kasih dan vaksinasi di Gereja Baptis Shiloh, Washington DC. Ia berharap khotbahnya tersebut dapat menjadi inspirasi bagi jemaat kulit hitam untuk melakukan vaksinasi.

"Saya ingin memastikan kepada kita semua bahwa vaksinasi adalah hal yang tepat untuk dilakukan," ujarnya tentang vaksin yang baru didapatnya.

Wallace dan beberapa pemimpin agama lainnya telah mendapatkan vaksinasi pertama pada bulan lalu.

Melalui khotbahnya dan vaksinasi yang dilakukan oleh para pemimpin agama kulit hitam lainnya , pejabat Kesehatan Washington DC berharap hal tersebut dapat memberi dampak bagi komunitas kulit hitam untuk mengatasi keengganan warga kulit hitam untuk divaksinasi.

Selain melalui khotbah, sejumlah gereja kulit hitam di luar Washington DC juga berusaha untuk menolong pemerintah dan rumah sakit mendistribusikan vaksin covid-19.

Pendeta Howards Earle Jr dari Gereja New Hope Baptist di Michigan menjadikan gereja lokasi vaksinasi covid-19.

Pendeta Earle bermitra dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kent dan layanan kesehatan Spectrum Health untuk menciptakan tempat yang aman bagi vaksinasi di ruang kebugaran di gereja.

Barbara Felker, seorang eksekutif perusahaan layanan kesehatan sekaligus seorang pendeta di Gereja Highbridge Community di Bronx di Kota New York, membuka klinik sementara di sejumlah gereja.

Perusahaan tempatnya bekerja, Northwell Health, menyesuaikan proses pendistribusian vaksin bagi kaum minoritas. Alih-alih menggunakan situs online untuk memberikan jadwal vaksinasi, mereka memberikan jadwal vaksinasi dengan mengirim email kepada pendeta setempat mengenai program vaksinasi covid-19 yang mereka bagikan di komunitas mereka.


Baca juga:

Disuntik Dua Kali, Ini Alasan Vaksinasi Covid-19 Harus Dilakukan Tepat Waktu

Banyak Yang Meninggal, Menag Yaqut Minta Agar Tokoh Agama Jadi Prioritas Vaksinasi

 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami