Pahlawan Muda Myanmar dengan Hati Malaikat yang Mati Tertembak, Inilah Sosok Deng Jia Xi

Pahlawan Muda Myanmar dengan Hati Malaikat yang Mati Tertembak, Inilah Sosok Deng Jia Xi

Claudia Jessica Official Writer
926

Deng Jia Xi atau yang biasa dipanggil Kyal Sin adalah seorang pemudi Myanmar berusia 19 tahun yang bergabung dengan demonstran untuk melakukan aksi unjuk rasa mengecam kudeta militer Myanmar dan meminta para pemimpin untuk dibebaskan.

Myat Thu, salah satu demonstran yang bersama Kyal Sin menjadi saksi betapa beraninya sosok Kyal Sin memperjuangkan haknya sebagai warga yang bebas mengutarakan pendapatnya, termasuk kehendak bebas untuk memilih siapa pemimpinnya.

Saat melawan rezim militer yang dihadapinya, Kyal Sin tidak gentar terhadap gas air mata dan tembakan yang diluncurkan oleh aparat militer. Kyal Sin tetap teguh berada di garda terdepan untuk melakukan demo dan melindungi teman-teman demonstran lainnya.

Myat Thu bersaksi bahwa Kyal Sin menendang saluran air sampai terbuka sehingga para demonstran dapat mencuci mata mereka dari gas air mata. Kyal Sin dengan berani mengambil dan melemparkan kembali tabung gas air mata ke arah aparat militer.

“Ketika aparat militer melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya ‘Duduk! Duduk! Peluru akan menghantammu’,” kenang Myat Thu (23) sebagaimana dikutip dari tirto.id. “Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai seorang kawan.”

Myat Thu mengatakan Kyal Sin adalah salah satu dari ratusan orang yang melakukan unjuk rasa dengan damai di Mandalay, Myanmar untuk membebaskan ribuan pemimpin Myanmar yang ditangkap oleh aparat militer, termasuk Aung San Suu Kyi.


Baca juga: Profile Aung San Suu Kyi, Pemimpin De Facto Myanmar yang Ditangkap Militer

 

Status Darurat Myanmar, Komunikasi Lumpuh 100%


Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Kyal Sin berteriak, “Kami tidak akan lari” dan “darah tidak boleh ditumpahkan”.

Ketika aparat militer melemparkan gas air mata dan melancarkan tembakan, semua orang terpencar. Kemudian sebuah pesan beredar bahwa seorang gadis telah meninggal.

Kyal Sin telah meninggal karena tembakan aparat militer di kepalanya. Saat meninggal, Kyal Sin mengenakan kaos hitam bertuliskan “Everything will be OK” yang artinya “semua akan baik-baik saja”. Kyal Sin juga meninggalkan pesan yang mengatakan bahwa ia ingin organ tubuhnya dapat didonasikan kepada orang yang membutuhkan.

Aksinya yang sangat berani dan menyentuh hati ini membuat tagar #RestInPower trending di Twitter.

Sebanyak 38 orang tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar pada Rabu, (3/3). Peristiwa ini dinamai oleh warga Myanmar sebagai Black Wednesday.

Selama satu bulan kudeta Myanmar, PBB mengatakan setidaknya sebanyak 54 orang dilaporkan tewas.

Warga Myanmar mengaku merasa marah, putus asa, frustasi, dan lain-lain. Bahkan para pendeta juga mengaku mereka tidak fokus ketika membaca Alkitab maupun ketika melakukan khotbah.

Myanmar dalam keadaan darurat. Myanmar membutuhkan doa kita agar masalah politik dapat diselesaikan dengan damai dan korban tidak terus berjatuhan.


Baca juga: #PrayForMyanmar : Ribuan Orang Ditangkap, Belasan Orang Tewas


Seperti bangsa Israel yang berteriak meminta tolong kepada Allah, hingga akhirnya Allah melihat mereka dan menolong bangsa Israel, Myanmar juga membutuhkan dukungan doa dari kita semua. Kiranya Tuhan mematahkan kuasa-kuasa jahat yang ingin menghancurkan Myanmar dan segera menolong mereka. Amin.

Sumber : berbagai sumber | jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami