Virus Corona B117 Ditemukan Di Karawang, Ini Fakta yang Harus Anda Tahu

Virus Corona B117 Ditemukan Di Karawang, Ini Fakta yang Harus Anda Tahu

Puji Astuti Official Writer
593

Mutasi virus Covid-19 atau Corona B117 dikomfirmasi pemerintah telah ditemukan pada dua orang asal daerah Karawang. Virus yang pertama kali dideteksi di Inggris tersebut menurut para ahli lebih cepat menular dari varian virus Covid-19, meresponi hal ini Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Langkah-langkah pencegahan terus dilakukan oleh pihak Kemenkes, hal ini dinyatakan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Rabu (3/3) lalu. 

"Tentunya penguatan 3M (protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Deteksi dini dengan penguatan testing, peningkatan pelacakan kasus dan isolasi," demikian pernyataan Siti yang dikutip oleh JPNN.com. 

Ia juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan pemerintah saat ini masih efektif dalam mencegah penularan virus corona B117-UK tersebut. 

Virus B117 Ditemukan Pada 2 TKW asal Karawang yang Baru Pulang

Dua orang TKW asal Karawang yang baru pulang dari Arab Saudi dideteksi positif COVID-19, setelah dilakukan pemeriksaan hasil tes di Litbangkes terungkap bahwa mereka terinveksi varian virus baru B117. Mereka yang terdeteksi mengidap virus B117 ini berinisial M(40) dan A(45). Keduanya sampai di Indonesia dalam dua penerbangan yang berbeda, M sampai di Bandara Soekarno Hatta pada 28 Januari 2021, sedangkan A pada 31 Januari 2021. 

Berdasarkan berita yang dirilis Detik.com, pihak Satgas  COVID-19 Karawang, Fitra Hergyana menyatakan bahwa M dan A sudah negatif COVID-19 setelah sebelumnya menjalani isolasi di DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa masyarakat tak perlu panik, karena keduanya sudah ditangani dengan baik. 

B117 Lebih Cepat Menyebar, Tidak Memperparah Penyakit

Mengenai kabar bahwa virus B117 ini lebih cepat menyebar, Siti Nadia Tarmizi membenarkan hal ini. Namun ia membantah bahwa virus ini memperparah penyakit atau menyebabkan kematian yang lebih banyak. 

"Virus ini lebih cepat menular, tetapi tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit," demikian tegas Siti Nadia 

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi.

“Mutan baru ini menyebabkan shedding virus lebih intens. Artinya produksi jumlah virusnya jauh lebih banyak di saluran napas. 


BACA JUGA : 
Covid-19 Bisa Menjadi Endemik, Haruskan Kita Hidup Berdampingan dengan Virus Ini?

Benarkah Mengunakan Masker Double Dapat Mencegah Covid-19?


Jadi, istilah buat B.1.1.7 itu sebagai super spreader tidak tepat. Lebih tepat super shedder, karena virus itu bisa lebih menularkan ke banyak orang,” demikian cuitnya. 

“Apakah B.1.1.7 ini amat berbahaya karena lebih menular dan bisa membebani kapasitas rumah sakit?

Iya. Bisa jadi jumlah kasus harian kita bertambah lagi dan rumah sakit juga terkena imbasnya—jika varian ini dominan. Tapi tidak benar akan menyebabkan kematian yang lebih banyak,” demikian tambahnya. 

Bukan Hanya Indonesia, B117 Juga Sudah Masuk Beberapa Negara Asean

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa selain Indonesia, virus B117 juga sudah masuk ke beberapa negara ASEAN, yakni Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.

“Memang strain ini atau B117, memang banyak yang bilang 501Y dari Inggris dan sudah masuk ke negara-negara ASEAN, contohnya Malaysia 24 Desember, Filipina 26 Januari, Thailand 15 Februari, Singapura 24 Desember,” demikian ungkap Menkes Budi.

Cegah penyebaran COVID-19 dengan 5M dan vaksinasi

Perjuangan untuk mengakhiri pandemi saat ini masih belum selesai, hal ini bukan juga hanya tugas pemerintah semata, namun juga seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu penting untuk setiap orang meningkatkan kewaspadaan dan juga tetap menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya 3M tapi harus 5M, yaitu : 

- Memakai masker,

- Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,

- Menjaga jarak,

- Menjauhi kerumunan, serta

- Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Selain itu, mari bersama dukung program pemerintah untuk vaksinasi sehingga bisa segera terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Tidak perlu takut atau kuatir dengan vaksin yang diberikan pemerintah, karena sudah teruji klinis, aman dan dijamin halal. 


 

BACA JUGA : 

Vaksin Nusantara Buatan Dr Terawan Dijamin Ampuh Berkat Sel Dendritik, Apa Itu?

[VIDEO] Inilah Penjelasan Kenapa Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Diprioritaskan Vaksinasi


 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami