Tabrak Mati Orang Bikin Rahmad Tarigan Ketakutan Akan Dosa-dosanya

Tabrak Mati Orang Bikin Rahmad Tarigan Ketakutan Akan Dosa-dosanya

Lori Official Writer
177

Dalam sebuah perjalanan berkendara, Rahmad Tarigan harus mengalami nasib nahas. Ketika seorang perempuan menyeberangi jalan tepatnya di Jalan Raya Kampung Utan, Cibutu-Cibitung, Rahmad seakan tak mampu mengendalikan laju sepeda motornya. Sehingga perempuan tersebut tertabrak dan mengalami luka serius. 

Kecelakaan tersebut membuat banyak orang mulai berkerumun. Sebagian diantaranya mulai mendatangi Rahmad dan meminta pertanggung jawaban. 

“Begitu massa berdatangan, saya sudah ketakutan. Saya akan dibunuh, dipukuli atau apa gitu. Saya mohon Tuhan lindungi saya. Karena ada ketakutan yang hebat,” ungkapnya.

 

Korban Kecelakaan Meninggal Dunia

Perempuan korban yang ditabrak Rahmad pun segera dibawa ke rumah sakit RSUD Cibitung. 

Namun sayangnya, kondisi korban sudah tak lagi tertolong dan meninggal di rumah sakit tersebut. 

“Para dokter datang, segera menangani si korban. Disampaikan oleh dokter bahwa si korban ini sudah tidak tertolong dan kalaupun dia tertolong, dia akan gila. Sehingga saya semakin cemas, semakin ketakutan,” kata Rahmad.

 

Jalani Hukuman Penjara

Kematian korban membuat Rahmad semakin ketakutan. Kenapa tidak, mau tak mau dia harus berurusan dengan polisi dan juga keluarga korban.

Rahmad pun harus menjalani proses penyelidikan, termasuk melakukan negosiasi dengan pihak keluarga korban. “Setelah di sana (penjara) saya mengetahui bahwa pihak polisi memberikan waktu selama empat hari untuk bernegosiasi, supaya berdamai dengan keluarga,” terangnya.

Harapan Rahmad pun untuk bebas dari hukuman harus sirna. Keluarga korban sama sekali tidak mau bernegosiasi terkait kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa tersebut.

“Selama empat hari itu kita belum berhasil untuk bernegosiasi dengan keluarga. Nah, hal itu yang membuat saya akhirnya minta ampun kepada Tuhan. Karena kan hidup saya hidup sesuka-suka saya hidup tidak dalam aturan,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Terlahir Cacat Penglihatan Tak Halangi Jordy Wong Sidharta Capai Sukses di Usia Muda

 

Diingatkan Akan Dosa-dosa di Masa Lalu

Harus menjalani hukuman di balik jeruji besi membuat Rahmad merasa bahwa itu adalah akibat dari dosa-dosanya di masa lalu. Karena sejak berusia remaja, dia mengaku sudah terlibat dalam tindakan perjudian, merokok dan memakai ganja.

“Ketika kejadian seperti itu, memang saya memikirkan akhirnya ini akibat dari perbuatan-perbuatan yang saya buat sebelum-sebelumnya. Kejahatan saya. Karena di usia sekolah saat itu, saya sudah tahu yang namanya judi, rokok bahkan ganja itu sudah hari-hari saya,” terangnya.

Rahmad pun menjalani hukumannya setelah dinyatakan bersalah. Meskipun perasaan takut yang muncul begitu besar, namun dia tetap bersyukur karena orang-orang terdekatnya selalu memberi dukungan. Termasuk mengunjungi dia dan memberikan penguatan secara spiritual.

“Teman-teman, kakak-kakak rohani, mereka berdatangan memberikan peneguhan, kekuatan kepada saya. Bahkan keluarga juga datang. Mereka selalu membawakan ayat firman Tuhan, yang tertulis dalam Roma 8 ayat 28,  yang dikatakan bahwa, “Kita tahu sekarang bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.”

Awalnya Rahmad tidak mengerti, kenapa dia harus mendapatkan ayat tersebut di tengah kondisinya yang sulit. Dia bahkan bertanya-tanya kebaikan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh ayat tersebut atas hidupnya. 

“Pada suami malam, saya kebanyakan merenung jadinya. Merenungkan, “Apa sih ko bisa terjadi? Kenapa sampai begini? Ada penyesalan juga. Malam itu, saya minta ampun kepada Tuhan. Saya berdoa kepada Tuhan untuk saya bebas dan keluar dari masalah ini,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Meski Patah Tulang Belakang, Laura Aurelia Dinda Justru Bisa Raih Juara Dunia

 

Rahmad pun segera mendapatkan jawaban doa dari Tuhan. Di hari ketujuh dirinya mendekam di penjara, sebuah kabar baik pun muncul bahwa keluarga korban bersedia berdamai.

“Keluarga korban akhirnya bersedia untuk dan berdamai dan membuat pernyataan tidak ada tuntutan di kemudian hari. Nah itu suatu titik terang bagi saya untuk keluar dari masalah itu.”

Hanya dalam waktu seminggu, Rahmad akhirnya kembali menghirup udara kebebasan. Tentu saja dia tidak lagi mengalami hal serupa. Sehingga dia mulai berkomitmen untuk mulai membangun hidupnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Kini, Rahmad telah banyak memberi hidupnya untuk melayani Tuhan. 

 

 

Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami: http://bit.ly/yjInginDidoakan.

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http://bit.ly/yjInginkonseling.

 

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com

Ikuti Kami