Vaksin Nusantara Buatan Dr Terawan Dijamin Ampuh Berkat Sel Dendritik, Apa Itu?

Vaksin Nusantara Buatan Dr Terawan Dijamin Ampuh Berkat Sel Dendritik, Apa Itu?

Lori Official Writer
311

Mantan Menteri Kesehatan Dr. Terawan Agus Putranto menyampaikan hasil positif dari uji klinis tahap 1 Vaksin Nusantara hasil buatannya. Meskipun masih menjalani uji klinis tahap 2, namun Dr. Terawan memastikan jika Vaksin Nusantara ini akan bisa digunakan oleh semua orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Kemampuan ini diungkapkannya berasal dari sel dendritik yang digunakan di dalam Vaksin Nusantara. Dimana konsep vaksinasi yang umumnya secara general diubah menjadi personal. 

 

Lalu apa maksud dari sel dendritik?

Seperti dikutip dari Sciencedirect.com, sel dendritik (DC) adalah sel penyaji antigen bawaan khusus yang memiliki kemampuan unik untuk memulai dan mengatur respon imun yang dimediasi sel dan humoral. 

Sel dendritik sendiri disebut sebagai perantara sistem kekebalan turunan menuju sistem kekebalan tiruan.  Dalam uji klinis Vaksin Nusantara ini, sel dendritik yang digunakan berasal dari autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari Sars-Cov-2.

Sel dendritik ini nantinya akan mendeteksi antigen di dalam tubuh, yang kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Saat itulah sel dendritik akan bekerja memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars-Cov-2.

“Vaksin berbasis dendritik sel dikenalkan dengan antigen Covid-19 jadi punya memori Covid-19. Proses simpel dengan inkubasi seminggu kemudian jadi vaksin individual dan disuntikkan,” terang Dr. Terawan.

Sementara metode sel dendritik ini sendiri sudah sering dipakai untuk pengobatan kanker hingga penyakit degeneratif. 

 

Baca Juga: 6 Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Vaksin Sinovac

 

Berlaku Seumur Hidup

Dr. Terawan pun mengklaim jika Vaksin Nusantara ini berlaku seumur hidup. Dalam artian, sel dendritik yang digunakan di dalam vaksin bersifat T-cells, dimana kekebalan seluler pada sel limfosit T terbentuk. Sehingga dalam sekali suntik kekebalan tubuh bertahan hingga seumur hidup. 

Dr. Terawan juga memastikan jika vaksin ini adalah yang pertama menggunakan metode dendritik sel. Berbeda dengan vaksin pada umumnya yang masih menggunakan metode virus yang tidak aktif, mRNA, protein rekombinan hingga adenovirus.

Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara Jajang Edi Prayitno juga menyampaikan bahwa kemampuan vaksin ini justru akan memberikan dampak positif bagi devisa negara karena diproduksi di dalam negeri sendiri. 

Sementara jika hasil uji klinis tahap 2 nanti berhasil, Dr. Terawan memastikan jika Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara podusen vaksin seperti Rusia, Amerika, China dan yang lainnya.

Seperti diketahui pembuatan vaksin ini sendiri dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang dan bekerja sama dengan PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma), AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat dan Universitas Diponegoro (Undip).

Mari mendukung inovasi baru yang diciptakan oleh para ahli medis kita. Sehingga pandemi ini bisa diatasi dengan cara yang lebih mudah dan efisien.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami