Mampukah Kamu Tetap Mengasihi di Tengah Ketidakpastian?

Mampukah Kamu Tetap Mengasihi di Tengah Ketidakpastian?

Lori Official Writer
      1177

2 Korintus 5: 7

sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

 

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 47; Kisah Para Rasul 19; Imamat 4-5

Pernikahan adalah petualangan yang menyenangkan dan menarik yang membutuhkan cinta, rasa hormat, kesabaran, kasih karunia dan usaha. 

Hal ini berlaku dalam perjalanan ke suatu negara bagian yang sama sekali baru. Beberapa orang berkata bahwa terkadang rasa sakit karena perubahan harus lebih besar daripada rasa sakit yang kamu alami di tempat saat ini.

Di sinilah aku dan suamiku tinggal lebih dari setahun yang lalu. Merasa bosan karena tidak mendapatkan kesempatan untuk hidup yang lebih baik, iklim politik yang tidak sehat dan salju musim dingin yang tebal. Lewat banyak pertimbangan dan doa, kami memutuskan untuk pindah ke tempat baru.

Begitu kami membuat keputusan ini, ada rasa gugup sekaligus sukacita yang aku rasakan. Kami sudah memutuskan bahwa kami akan menjalaninya dengan iman dan bukan dengan apa yang terlihat di depan mata. Kami punya keyakinan bahwa inilah waktunya untuk menghadapi perubahan dan kami percaya Tuhan akan menyelesaikan semuanya.

Meski begitu, itu adalah hari-hari yang melelahkan, dipenuhi dengan urusan berkemas, bersih-bersih dan mengatur segala sesuatunya. Dibutuhkan lebih banyak kasih, kesabaran dan kasih karunia. Tidak ada watu untuk bertengkar di tengah masa-masa perubahan ini. Kami sama-sama saling percaya bahwa Tuhan sedang menyediakan musim yang baru bagi hidup kami.

Hari itu pun tiba. Mereka mulai memasukkan barang-barang ke dalam truk, begitu juga dengan kendaraan kami yang sudah siap untuk berangkat. Hari itu sangat menyenangkan. Kami memulai petualangan baru. Kami menuju kota baru yang sudah kami kunjungi satu tahun sebelumnya dan kami hanya melihat apartemen baru itu.

Saat itu suamiku dalam situasi pengangguran. Aku juga merasa sangat gugup dengan apa yang akan terjadi kepada binatang peliharaan kami sepanjang perjalanan. Tapi kami tetap hidup dengan iman dan bukan dengan penglihatan.

Lalu Tuhan hadir. Dia memberi kami apartemen yang indah dan diizinkan untuk memelihara binatang, termasuk kelinci kami. Pekerjaan penulisanku meningkat dan Tuhan memberiku kesempatan lebih untuk menulis bagi kemuliaan-Nya. Hal itu membuatku sangat bahagia.

Tuhan juga segera memberikan pekerjaan baru yang tepat untuk suamiku. Ini adalah pekerjaan terbaik yang pernah dia lakukan. 

Aku sangat bersyukur atas semua yang sudah Tuhan lakukan bagi kami sejak kami berada di sini dan tidak sabar untuk melihat apa lagi yang akan Dia rencanakan untuk kami. Melalui pengalaman ini kami belajar untuk mempercayai-Nya dan tidak bersandar pada pemahaman kami sendiri saat terjadi hal-hal yang tidak pasti. Untuk hidup secara otentik dengan iman dan bukan dengan penglihatan.

Apakah kamu sedang berencana untuk melakukan perubahan besar? Apakah kamu mencoba untuk tidak menyerah di bawah tekanan keadaan? Apakah kamu menemukan bahwa kamu dan suamimu lebih sering bertengkar? Inilah cara terbaik untuk menangani berbagai hal selama ketidakpastian ini.

Bagaimana caranya? 

- Berdoa mendapatkan bimbingan dan arahan dari Tuhan.

- Bekerja sebagai tim dengan pasangan.

- Latih kesabaran, kasih dan berkat dengan pasanganmu.

- Berdoa untuk kedamaian Tuhan saat kamu merasa tidak yakin tentang apa yang akan terjadi di depan.

- Minta bantuan Tuhan saat kamu menghadapi kendala.

- Berdoa bersama dan satu sama lain selama masa-masa krisis.

- Luangkan waktu untuk (Pergi jalan-jalan bersama, pergi makan atau cari makanan penutup di suatu tempat).

- Ingatlah untuk saling memperhatikan.

- Kalau kalian mulai bertengkar, segeralah meminta maaf satu sama lain.

Waktu kamu mengingat tips-tips ini, berdoalah dan percaya pada Tuhan dalam iman dan bukan atas apa yang dilihat mata. Karena yang terbaik akan datang di babak baru kehidupanmu.

 

Hak cipta Carrie Lowrance, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami