Banyak yang Gak Tahu, Yesus Menyebut 7 Gereja Ini di Kitab Wahyu

Banyak yang Gak Tahu, Yesus Menyebut 7 Gereja Ini di Kitab Wahyu

Lori Official Writer
1236

Kitab Wahyu adalah bagian terakhir dari Alkitab, yang berisi tentang beragam penglihatan yang diberikan Yesus kepada Yohanes.

Mungkin banyak dari orang Kristen yang belum tahu jika Yesus sendiri menyebutkan tentang 7 jenis gereja di Wahyu 2-3. Dia sendiri menyampaikan pewahyuan kepada masing-masing gereja tersebut, terutama kepada para pemimpin gerejanya.

Ketujuh gereja ini merupakan gereja yang berlokasi di Asia Kecil. Gereja-gereja ini awalnya didirikan dan dikembangkan oleh Rasul Paulus. Walaupun surat-surat ini ditulis untuk ketujuh gereja di Asia kecil, namun banyak hal yang disebutkan persis sama dengan apa yang terjadi kepada gereja di zaman ini.

Berikut 7 gereja yang disebutkan Yesus dalam Wahyu.

1. Gereja Efesus (Wahyu 2: 1-7)

Yesus menyebutkan bahwa gereja Efesus adalah gereja yang melakukan pelayanannya dengan disiplin, setia, menegakkan kebenaran dengan tegas serta menerapkan doktrin yang sehat bagi jemaatnya.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.” (Wahyu 2: 2-3)

Sayangnya, gereja ini perlahan-lahan mengalami kemerosotan dan mereka mulai kehilangan kasih terhadap sesama.

Untuk itu, Yesus memperingatkan gereja ini untuk segera bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula. 

Kisah gereja Efesus sangat relevan dengan apa yang terjadi hari-hari ini kepada gereja yaitu bahwa mereka bertekun dalam pelayanan, tapi kehilangan kasih mula-mula. 

2. Gereja Smirna (Wahyu 2: 8-11)

Bagi Yesus, gereja Smirna adalah teladan dari memikul salib Kristus. Mereka adalah jemaat yang tetap setia meskipun harus hidup menderita dan dalam kemiskinan. Mereka teguh dengan iman sekalipun keadaannya tidak baik. 

Karena itulah, Yesus menyebut gereja ini sudah mendapatkan kekayaan kekal di surga. 

“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2: 9-10)

Meski begitu, Yesus juga menegur mereka karena tidak tegas memberikan peringatan kepada jemaat yang menyebar fitnah dan perpecahan di tengah gereja.

Apa yang dialami gereja Smirna saat itu juga banyak dialami oleh gereja-gereja di masa ini. Ada begitu banyak tubuh Kristus yang rela menderita demi memikul salib. Namun di sisi lain, reputasi mereka yang penuh kasih membuat gereja tidak bisa bersikap tegas kepada para pengacau yang masuk ke dalam gereja.

3. Gereja Pergamus (Wahyu 2: 12-17)

Ciri khas dari Gereja Pergamus ini adalah bahwa mereka teguh berdiri di tengah begitu banyak pekerjaan jahat. 

Meski hidup dalam kebenaran, tidak dimungkiri ada saja anggota jemaat yang masih hidup menurut ajaran yang menyimpang (Wahyu 2: 14). Karena ini, Yesus memperingatkan supaya mereka bertobat. Sebab melalui pertobatan saja hasil pekerjaan mereka akan mendapatkan upah yang sudah disediakan Allah yaitu ‘penyediaan Allah’ dan ‘gelar baru’ di surga.

“Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” (Wahyu 2: 17).

4. Gereja Tiatira (Wahyu 2: 18-29)

Gereja yang satu ini adalah gereja yang hidup dalam kasih dan iman. Bahkan mereka dengan setia menjalankan pelayanannya dengan penuh ketekunan. 

Namun Yesus menyayangkan sikap gereja yang memilih diam dan membiarkan penyesat melakukan tindakan yang tidak benar terhadap orang-orang percaya di sana.

“Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.” (Wahyu 2: 20)

Meski begitu, Yesus tetap menghargai kesetiaan jemaat terhadap kebenaran firman Tuhan. Bahkan mereka yang setia sampai akhir akan dikarunia kuasa memerintah atas bangsa-bangsa.

“Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” (Wahyu 2: 24-25)

 

Baca Juga: Gereja Konstanz Jadi Saksi Kehidupan Ari Wibowo Mulai dari Keyakinan Hingga Anak Pertama

 

5. Gereja Sardis (Wahyu 3: 1-6)

Yesus menggambarkan gereja ini sebagai pelayanan yang mati. Dalam artian, mereka memang menjalankan pelayanan tetapi tidak menghidupi firman.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.” (Wahyu 3: 1-2)

Karena itu, Yesus menyampaikan supaya mereka bertobat. 

Sementara bagi sebagian mereka yang hidupnya benar, Dia menjanjikan kehidupan kekal di surga.

“Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus naanya dari Kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” (Wahyu 3: 5)

Tentu saja Yesus tahu bahwa keadaan seperti ini juga akan dialami oleh gereja-gereja saat ini. Karena itu Dia menasihatkan untuk menghidupi firman Tuhan sepenuhnya, bukan sekedar menjalankannya sebagai formalitas.

6. Gereja Filadelfia (Wahyu 3: 7-13)      

Gereja Filadelfia adalah contoh teladan gereja yang taat kepada firman dan mengakui Tuhan dengan iman walaupun secara ukuran gereja ini sangat kecil. Karena itulah gereja ini diberkati dengan kekuatan ilahi yang sanggup menaklukkan pekerjaan iblis. 

“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” (Wahyu 3: 10)

Inilah janji Allah atas kesetiaan orang percaya di Filadelfia.

Tentu saja masih ada gereja di zaman ini yang menjalankan tugasnya dengan baik sebagai tubuh Kristus. Gereja ini menjadi contoh teladan iman yang baik.

7. Gereja Laodikia (Wahyu 3: 14-22)

Dari keseluruhan gereja yang dituliskan di dalam Wahyu, Yesus sendiri menasihatkan gereja Laodikia dengan sangat keras. Karena dalam kondisinya, gereja ini hanya menjalankan pelayanan dengan biasa-biasa saja. 

Dalam istilah lainnya, Yesus menyamakan gereja ini dengan orang percaya yang suam-suam kuku. Tidak dingin ataupun panas. Mereka hidup dengan kesombongan, tidak mempelajari firman Tuhan dengan sungguh dan buta akan kebenaran.

Meski keadaannya demikian, Yesus tetap menaruh kasih-Nya atas orang-orang percaya ini. Dia mau teguran tersebut membuat gereja ini bertobat dan berbalik kepada Allah.

Melalui gereja Laodikia, Yesus mengingatkan gereja saat ini bahwa Dia sekali-kali tidak pernah mengabaikan pekerjaan pelayanan orang-orang percaya. Sehingga Dia tidak akan segan-segan menegur mereka yang tidak sungguh-sungguh menjalankan pekerjaan Allah.

Dari ketujuh jenis gereja ini, yang manakah keadaan gerejamu saat ini? Bacalah Wahyu 2-3 pelan-pelan dan pahami apa yang Tuhan mau gereja lakukan supaya berkenan di mata-Nya. 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami