AS Berikan Sanksi! Biden Bekukan Akses Aset Jenderal Myanmar

AS Berikan Sanksi! Biden Bekukan Akses Aset Jenderal Myanmar

Claudia Jessica Official Writer
591

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengatakan AS mengambil tindakan tegas terhadap militer Myanmar (atau Burma) yang melakukan kudeta. Ia akan memberikan sanksi pada pejabat militer Myanmar dengan membekukan akses aset yang berbasis di Amerika Serikat.

"Hari ini saya kembali menyerukan kepada militer Burma untuk segera membebaskan para pemimpin politik demokratis dan aktivis yang mereka tangkap termasuk Aung San Suu Kyi dan juga Presiden Win Myint," kata Biden dalam pernyataannya mengenai kudeta di Myanmar yang telah terjadi sejak pekan lalu.

Biden mendesak para jenderal Myanmar untuk melepaskan kekuasaan.

"Militer harus melepaskan kekuasaan," jelas Biden, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (11/2/2021).

Amerika Serikat akan memutus akses dana para jenderal sebesar USD 1 M dan akan segera mengeluarkan sanksi baru.

"Saya telah menyetujui perintah eksekutif baru yang memungkinkan kita untuk segera memberikan sanksi kepada para pemimpin militer yang mengarahkan kudeta, kepentingan bisnis mereka serta anggota keluarga dekat," terangnya.

Biden juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menahan bantuan kepada Myanmar yang ditujukan kepada masyarakat sipil atau kelompok kemanusiaan. Namun, Amerika Serikat melarang bantuan kepada pemerintah yang melakukan kudeta dan mengambil alih kekuasaan.


Baca juga: Penting! Kudeta Buat Umat Kristen Myanmar Ketakutan dan Butuh Dukungan Doa


Termasuk Para Jenderal tertinggi termasuk panglima militer yang memimpin kudeta, Ming Aung Hlaing sudah dikenakan sanksi larangan perjalanan dan keuangan ke Amerika Serikat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Amerika Serikat masih bisa meningkatkan tekanan kepada para jenderal dengan bekerja sama dengan sekutu.

"Kami dapat mengenakan biaya yang bahkan lebih curam dengan bekerja sama dengan mitra dan sekutu yang berpandangan sama," kata Price.

Militer Myanmar telah menyatakan status darurat selama setahun setelah melakukan kudeta. Alasan kudeta ini dilakukan adalah karena mereka yakin bahwa pemilu yang dilakukan pada November 2020 lalu telah dilakukan dengan kecurangan.

Sementara itu, para demonstran anti kudeta pun telah turun ke jalan selama lima hari. Aksi ini tetap berjalan meskipun salah seorang wanita telah tertembak dan mengalami masa kritis.

"Kami tidak bisa tinggal diam," kata tokoh pemuda Esther Ze Naw kepada Reuters. "Jika ada pertumpahan darah selama protes damai kami, maka akan ada lebih banyak jika kami membiarkan mereka mengambil alih negara," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Rabu (10/2/2021).

Di Naypyidaw sendiri, ratusan pegawai pemerintah melakukan demo untuk mendukung kampanye pembangkangan sipil yang diikuti oleh lintas profesi seperti para dokter, guru, dan petugas kereta api.

Ayo terus berdoa bagi warga Myanmar yang saat ini sedang dilanda ketakutan. Biar Tuhan memberika kekuatan dan damai bagi Myanmar.


Baca juga:

Status Darurat Myanmar, Komunikasi Lumpuh 100%

Profile Aung San Suu Kyi, Pemimpin De Facto Myanmar yang Ditangkap Militer

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami