Rick Warren Minta Maaf Soal Video Sekolah Minggu Gerejanya Karena Singgung Budaya Tionghoa

Rick Warren Minta Maaf Soal Video Sekolah Minggu Gerejanya Karena Singgung Budaya Tionghoa

Lori Official Writer
510

Pendeta Megachurch Saddleback, California Rick Warren menyampaikan permohonan maafnya atas video kurikulum Sekolah Minggu gerejanya yang dinilai merendahkan budaya Tionghoa. 

Warren menyampaikan permintaan maaf tersebut melalui sebuah pernyataan melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 31 Januari 2021 lalu. Pernyataan ini segera disampaikan setelah banyak orang melayangkan protes di media sosial. Banyak diantaranya yang menilai jika video tersebut mengandung konten rasis, terutama menyinggung soal budaya kaum Tionghoa. 

“Hari ini, saya diberi tahu bahwa video kurikulum Sekolah Minggu anak-anak yang diposting di akhir pekan ini berisi konten yang menyinggung rasial. Begitu saya menyaksikan tayangan itu, saya kesal dan malu,” tulis Warren.

Dia pun segera meminta supaya video tersebut dihapus. Terhitung sejak hari itu, video tersebut sudah dicopot oleh pihak Gereja Saddleback sendiri.

Sebagaimana diketahui, video kurikulum Sekolah Minggu tersebut berisi adegan dari seorang pendeta yang mengenakan busana Tionghoa.  Dia kemudian memperagakan Kung Fu untuk mengajar anak tentang Alkitab, yang menurut Wakil Ketua Asian American Christian Collaborative, Michelle Ami Reyes tidak pantas digunakan sebagai humor. Dia menilai jika adegan tersebut justru terkesan tidak menghormati perbedaan dan budaya Asia.

“Ada masalah dalam penggunaan elemen budaya Asia dalam adegan humor ini. Jenis humor ini hanya berhasil karena sifatnya yang merendahkan. Tapi Anda tidak bisa menyesuaikan dan merendahkan budaya orang lain untuk konten komedi pribadi Anda,” tulis Reyes lewat akun Twitternya.

Terkait beragam protes yang dilayangkan terhadap Gereja Saddleback, Warren menyampaikan jika sebenarnya video tersebut sudah diproduksi sejak empat tahun yang lalu. Namun baru kali ini muncul banyak kritikan terkait konten tersebut. Namun dia dengan rendah hati menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak, secara khusus kepada semua anak keturunan Tionghoa yang merasakan ketidaknyamanan dengan video tersebut.

“Ketakutan saya adalah bahwa ribuan anak Amerika keturunan Asia yang menjadi bagian dari keluarga gereja kami akan merasa diolok-olok dan keluarga mereka serta banyak orang lain menjadi tersinggung. Saya minta maaf karena video ini pernah dibuat dan pernah dipublikasikan,” ungkapnya.

Dia pun megeaskan jika Gereja Saddleback sama sekali tidak mengizinkan tindakan merendahkan apapun dilakukan oleh jemaat dan gereja. Karena menurutnya itu bukanlah karakter Kristus. 

“Merendahkan bukanlah karakter Kristus dan tidak akan pernah membenarkan penggunaan stereotip (budaya) untuk mengajar. Saya minta maaf kepada kalian semua,” tulisnya.

 

Baca Juga: Pendeta Rick Warren Ingatkan Bahaya Kalau Gereja Hanya Fokus Tingkatkan Jumlah Jemaat Saja

 

Dia pun menegaskan jika gerejanya terus berusaha untuk menjadi model teladan gereja yang sesuai dengan kerinduan Tuhan.

“Dalam keluarga gereja dimana anggota kami berbicara dalam 168 bahasa, kami ingin menjadi role model dengan cara yang benar, bukan cara yang salah. Karena semua gereja terdiri dari orang-orang yang tidak sempurna, saya tidak bisa berjanji kepada Anda bahwa keluarga gereja kami tidak akan pernah gagal. Tetapi saya bisa berjanji kepada Anda bahwa kami akan selalu mengakui kesalahan kami, mengakuinya dengan lapang dada dan memperbaikinya secepat mungkin,” lanjutnya.

Richard Lee, pemimpin dari International Justice Mission pun mengapresiasi sikap Rick Warren atas kritikan tersebut. Bahkan di sisi lain masalah ini mengungkapkan dengan jelas kekuatiran dan rasa sakit yang selama ini dialami oleh sesama saudara seiman yang berasal dari budaya lain. Sehingga sebagai keluarga seiman, momen ini bisa menjadi refleksi bagi semua orang untuk tetap menjaga sikap saling menghargai dan menghormati.

Sumber : Christianpost.com | Christianitytoday.com
Halaman :
1

Ikuti Kami