Angkat Kapolri Dari Kalangan Kristen, Ini 3 Fakta Soal Sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo

Angkat Kapolri Dari Kalangan Kristen, Ini 3 Fakta Soal Sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo

Lori Official Writer
1065

Nama Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi perbincangan hangat belakangan ini setelah ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan pendahulunya Jenderal Idham Azis. 

Presiden sendiri menyerahkan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada DPR pada Selasa, 12 Januari 2021 lalu. Nama ini terpilih berdasarkan rekomendasi Kompolnas maupun dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). Namun diantaranya lima nama yang diserahkan, Presiden Jokowi akhirnya menunjuk Komjen Listyo sebagai calon Kapolri berikutnya.

Setelah mendapatan daftar nama tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani sendiri telah membuat surat persetujuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Persetujuan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan nomor: PW/00958/DPR/1/2021.

Tapi siapa sangka pemilihan nama Komjen Listyo terbilang menarik. Salah satu sisi yang banyak dibicarakan oleh publik adalah terkait latar belakang Komjen Listyo Sigit Prabowo, terkhusus soal keyakinannya dari kalangan non-Muslim. Berdasarkan biodata pribadi, Komjen Listyo memang menganut agama Kristen.

Namun ada hal lain yang tak kalah menarik untuk diketahui soal calon Kapolri ini. 

Berikut 3 faktanya:

Fakta 1: Kapolri Ketiga yang Beragama Kristen

Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri ketiga beragama Kristen. Tapi berdasarkan catatan, sebelum dirinya sudah pernah ada yang menjabat sebagai Kapolri dari kalangan Kristen. Adapun pendahulu tersebut bernama Soetjipto Danoekoesoemo yang menjabat sebagai Kapolri pada tahun 1963-1965 dan Jenderal Widodo Budidarmo yang diangkat sebagai Kapolri pada tahun 1974-1978. Jadi bisa dibilang, mereka adalah Kapolri yang berasal dari kalangan non-Muslim.

Fakta 2: Ditolak Sebagai Kapolda Banten Tahun 2016

Barangkali tak banyak yang tahu, jika ternyata Komjen Listyo pernah ditolak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten saat dirinya akan menjabat sebagai Kapolda Banten pada tahun 2016 silam. 

Dia ditolak lewat petisi yang ditandatangani oleh sejumlah ulama. Alasannya adalah bahwa masyarakat Banten tidak terima jika dipimpin oleh seorang non-Muslim lantaran wilayah tersebut mayoritas berpenduduk Muslim.

Namun penolakan tersebut tak membuat Komjen Listyo mundur.

 

Baca Juga: Pilih Budi Gunawan Calon Kapolri, Jokowi Dipertanyakan

 

Fakta 3:  Pernah Menjadi Ajudan Presiden dan Sederet Jabatan Penting Lainnya

Pria kelahiran Ambon, 5 Mei 1969 ini juga dikenal dengan sederet prestasi. Berdasarkan catatan karirnya, Komjen Listyo pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Jokowi. Dia menjalankan tugas tersebut selama tahun 2014-2016. 

Namun Komjen Listyo sebenarnya sudah sangat dekat dengan Presiden Jokowi sejak menjabat sebagai Kapolres Solo sejak tahun 201. Dimana kala itu, Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo. Bisa dibilang Listyo selalu berada dekat di lingkaran Presiden Jokowi. 

Sejak menjadi ajudan Presiden, karir Listyo pun terus menanjak. Dia juga sempat menjabat sebagai Kapolda Banten dan kemudian menjadi Kadiv Propam Mabes Polri. Jabatan terakhirnya adalah Kabareskrim Mabes Polri sejak Desember 2019 silam. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah kasus besar di tanah air terus diusut mulai dari kasus Djoko Tjandra hingga penyerangan terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

Dengan sederet pencapaian karirnya, Presiden Jokowi pun memutuskan untuk memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo menggantikan Kapolri Jenderal Idham Azis yang sudah memasuki masa pensiun. Presiden Jokowi akan secara resmi melantik Komjen Listyo sebagai Kapolri pada Rabu, 27 Januari 2021 nanti.

Selamat untuk Komjen Listyo Sigit Prabowo atas pengangkatan jabatan sebagai Kapolri. Semoga tugas yang dipercayakan bisa diemban dengan penuh dedikasi bagi bangsa dan negara.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami