#RIP Junaedi Salat, Mengenang Lika-Liku Hidup Aktor Anak Jalanan Ini Hingga Temukan Tuhan

#RIP Junaedi Salat, Mengenang Lika-Liku Hidup Aktor Anak Jalanan Ini Hingga Temukan Tuhan

Lori Official Writer
479

Kabar duka datang dari dunia hiburan. Tepatnya pada Senin, 18 Januari 2021 malam, Junaedi Salat yang dikenal sebagai pemeran Ali Topan dalam film Ali Topan Anak Jalanan meninggal dunia karena sakit diabetes di RS PGI Cikini, Jakarta. 

Kabar meninggalnya aktor kelahiran Lampung, 2 September 1950 ini pun membuat keluarga, rekan, kerabat dan para penggemar Junaedi begitu berduka. Hal ini dibenarkan oleh salah satu putrinya, Jupita. Secara khusus karena Junaedi bukan saja dikenal di dunia hiburan, tetapi juga di lingkungan kekristenan.

“Banyak banget yang merasa kehilangan ya. Merasa kehilangan tokoh, kan bukan di dunia hiburan saja, tapi di kerohanian juga. Papa itu kan terdepan untuk penginjilan,” ucap Jupita, putri Junaedi Salat.

Mengenang Junaedi Semasa Hidup

Nama pria berdarah Betawi ini menjadi tenar sejak melakoni dunia hiburan. Bakat beraktingnya pun boleh dibilang sangat mumpuni. Sehingga di era-70 hingga 80-an dia sudah membintangi sejumlah film. 

Beberapa diantaranya film berjudul Aku Tak Berdosa, Susana, Pacar Pilihan, Ali Topan Anak Jalanan, Puber, Remaja Di Lampu Merah, Gadis Kampus, Bunga Cinta Kasih, Betapa Damai Hati Kami, Symphoni Yang Indah dan sebagainya. Bukan hanya itu, rupanya dia juga memiliki segundang talenta lain, diantaranya dalam bermusik. Dari hasil karyanya, Junaedi telah melahirkan album dan lagu yang dinyanyikan, ditulis maupun diaransemen sendiri. Beberapa diantaranya adalah lagu Burung Camar, Seperti Bejana, Sabda Alam, Juwita, Lestariku, Nada Asmara, Doa dan sebagainya.

Capai Ketenaran 

Berasal dari keluarga yang kurang mampu membuat Junaedi harus pontang panting untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari di ibu kota. Karirnya dimulai saat dia bekerja di Taman Ismail Marzuki sebagai pengurus gedung. Tapi siapa sangka justru karena sebuah ajakanlah pria berpeci ini berhasil mendapat kesempatan memerankan film Aku Tak Berdosa di tahun 1972 bersama Dewi Puspa.

Hingga di tahun 1977, namanya tengah berada di puncak karir. Jadi setelah mendapatkan banyak uang dari profesi tersebut, hidup Junaedi menjadi serba mudah. 

 

Baca Juga: Junaedi Salat : Ketenaran Bawaku ke Jurang Dosa

 

Menikah Beda Agama dan Hidup Berantakan

Junaedi dan sang istri Mauli bertemu di dunia musik. Saat itu dia terlibat dalam membuatan musik dimana Mauli adalah seorang pemain piano. Bagi Junaedi Mauli adalah wanita pujaan hati yang membuatnya jatuh cinta. 

Karena sudah merasa cocok, keduanya memutuskan menikah meskipun berbeda keyakinan, dimana Junaedi masih menganut keyakinannya sebagai Muslim dan Mauli seorang Kristen.

Sayangnya, bahtera rumah tangga pasangan ini dipenuhi dengan badai. Sebagai seorang aktor dan musisi sukses, Junaedi kerap menggeluti kehidupan malam, narkoba dan minum-minuman.

Temukan Tuhan dan Diubahkan

Namun berkat doa-doa sang istri, hidup Junaedi diubahkan sepenuhnya. Di suatu malam, Junaedi mengaku mengalami pengalaman yang aneh. Dia mendengar satu suara yang berkata: ‘Carilah kebenaran maka kamu akan diselamatkan’. 

Saat itu Junaedi masih menganut keyakinannya. Karena memang tak memahami arti dari kalimat tersebut, Junaedi mulai mencari-cari. Hingga akhirnya dia mencari artinya di dalam Alkitab milik sang istri.

Saat itupun Junaedi menemukan jawabannya yaitu Yesus. Namun butuh waktu bagi Junaedi untuk memproses apa yang sedang dia temukan. Dia terus bertanya-tanya siapa Yesus dan bagaimana mungkin dia memahami jalan kebenaran itu. 

Saat itulah Tuhan berbicara atas dirinya dan menegaskan bahwa ‘Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Slamat dunia’. Hati Junaedi seolah dijamah dan diapun menangis sejadi-jadinya. Perjumpaan itupun mengubahkan hidup Junaedi selamanya.

Dia memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan dan menyerahkan hidupnya untuk Tuhan sejak tahun 1984. Di tahun berikutnya, dia memutuskan menjadi seorang pendeta hingga akhir hayatnya. 

Junaedi adalah satu-satunya pendeta yang kerap mengenakan peci dalam kesehariannya. Sehingga membuatnya berbeda dengan pendeta pada umumnya. 

Di mata anak-anaknya, Junaedi adalah sosok ayah yang penuh teladan iman dan selalu menunjukkan kasih kepada sesama dengan perbuatan nyata.Junaedi bahkan disebut sebagai sang panglima garis depan pekabaran Injil.  

Selamat jalan Junaedi Salat. Tuhan terlebih mengasihimu. Terima kasih karena telah menjadi bukti nyata bahwa Tuhan itu hidup dan bekerja dengan cara-Nya yang luar biasa melalui hidupmu.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami