Tertarik Main Saham Karena Lagi Hype? Hindari Lakukan 5 Kesalahan Ini…

Tertarik Main Saham Karena Lagi Hype? Hindari Lakukan 5 Kesalahan Ini…

Lori Official Writer
1065

Sejak awal tahun 2021, investasi saham menjadi banyak digandrungi. Bukan saja secara kurva, bahwa pertumbuhan bursa saham Indonesia yang semakin  naik. Tetapi arus media utama yang berperan mempublikasikan berbagai kisah kesuksesan para investor ternyata membuat banyak orang tergiur mencoba berinvestasi di pasar saham.

Meskipun di satu sisi animo ini terbilang positi, namun di sisi lain rupanya hal ini menjadi boomerang. Ada banyak pemula yang kemudian mencoba berinvestasi saham hanya karena ingin mendapatkan keuntungan besar dengan cara yang instan. Akibatnya, banyak yang justru terjebak melakukan kesalahan saat mulai akan berinvestasi. 

Kebanyakan pemula melakukan 5 kesalahan ini saat mulai bermain saham.

1. Main Saham Pakai Utang

Mengingat tren saham yang belakangan ini mencuat, ada banyak generasi millennial yang mulai tertarik untuk mencoba. Tapi sayangnya, para pemain pemula ini rela berinvestasi dengan modal utang.

Banyak diantaranya yang rela meminjam uang dari pinjaman online (pinjol). Tentu saja ini adalah langkah yang salah saat hendak berinvestasi. Karena pada dasarnya, berinvestasi harusnya mengalokasikan uang yang tidak terpakai untuk dikelola dan menghasilkan, bukan justru menambah utang untuk diinvestasikan di pasar modal.

Belum lagi risiko pasar modal yang harus dipikirkan oleh pemula. Karena pada umumnya pasar saham bersifat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi. Dalam artian kata lain untung-untungan, sesuai dengan strategi yang dilakukan para investor dan juga nilai saham yang dibeli. 

 

Baca Juga: Kumpulkan Uang Baru Investasi? Tak Jaman Lagi Bro!

 

2. Main Saham Dengan Gadaikan Barang Berharga

Mendengar cerita tentang keberhasilan orang lain bermain saham tentu saja membuat sebagian orang tergiur untuk mencoba. 

Sayangnya, tanpa berpikir panjang ada banyak pemula yang rela menggadaikan barang berharga, seperti emas, rumah, surat tanah dan BPKB, sebagai modal untuk investasi saham. 

Pemerhati dan Praktisi Pasar Saham, Desmond Wira sendiri menyayangkan tindakan ini karena menurutnya fenomena ini muncul karena dampak dari promosi para influencer dan orang-orang berpengaruh yang memamerkan keberhasilannya dalam berinvestasi. Sehingga ada banyak pemula yang mulai tergiru dan berpikir jika pasar saham menjadi pilihan untuk mendapatkan sumber penghasilan tambahan secara instan.

Dia mengingatkan supaya para pemula tetap berhati-hati. Karena para investor siapapun itu bisa mengalami keuntungan besar dalam suatu waktu dan bisa juga mengalami kerugian di waktu yang lain.

3. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Mengetahui waktu kapan membeli dan menjual yang tepat adalah salah satu langkah bermain saham yang bijak. 

Tapi tak sedikit investor yang tidak bisa menguasai diri dan hanya fokus untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Akibatnya, mereka terjebak dalam bencana yang cukup besar. 

Kondisi emosi juga sangat mempengaruhi tindakan para investor saham. Karena saat investor memasang modal yang cukup besar dalam sebuah investasi, dia akan mulai merasa takut jika investasi ini gagal. Hingga akhirnya muncul keserakahan dan menyebabkan investor tidak memikirkan strategi jual dan beli yang lebih menguntung untuk jangka waktu yang panjang.

 

Baca Juga: Ayo Coba Investasi Saham Dengan 6 Tips Ini

 

4. Hanya Mengikuti Jejak Orang-orang yang Berhasil

Ada banyak orang yang hanya mendengar tentang keberhasilan orang lain. Sama halnya seperti saham tertentu yang sedang naik, maka media-media akan mulai membesar-besarkannya sehingga mendorong para investor untuk menanam modal di sana. 

Sama halnya dengan seseorang yang diketahui berhasil mendapatkan keuntungan besar dari saham. Pastinya semua orang akan beromba-lomba untuk belajar tentang kunci meraih kesuksesan yang sama. Banyak orang yang lupa bahwa bermain saham tidak selalu mendatangkan kesuksesan. Ada banyak cerita kegagalan yang mengikuti sebuah kesuksesan. Jadi, jangan hanya fokus pada jalan yang mudah. Tapi juga belajarlah tentang jalan-jalan sulit yang pernah dilalui para pemain saham.

5. Jual Beli Saham Karena Rekomendasi 

Meminta saran atau masukan soal keuangan atau masalah kehidupan yang lain ke teman dan orang lain tentu saja penting. Tapi dalam hal investasi saham meminta saran atau mengikuti rekomendasi dari orang lain tentang menjalankan saham adalah cara yang keliru.

Cara ini tidak akan berhasil karena profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing tentu berbeda-beda. Strategi yang berhasil dilakukan orang lain belum tentu akan berhasil saat dipakai oleh yang lain. Karena itulah, bermain saham membutuhkan analisa pribadi yang mendalam. 

Jadi dari kesalahan-kesalahan di atas, para pemula bisa belajar banyak hal. Hal pertama yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa sebelum tergiur mulai berinvestasi  saham, ada baiknya jika para pemula belajar tentang investasi saham. Setidaknya para pemula memiliki pengetahuan soal strategi jual dan beli saham dan risiko-risiko yang bisa terjadi. 

Kedua, investor pemula jangan pernah asal beli tanpa membuat analisa lebih dulu. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah profil perusahaan yang akan dibeli. Sehingga investor tidak terjebak dengan saham gorengan yang bisa menghilang tiba-tiba dan menelan habis investasi tanpa jejak.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami