Karena Masalah Ini Selena Gomez Kecam Keras Facebook, Google dan Media Besar Lainnya

Karena Masalah Ini Selena Gomez Kecam Keras Facebook, Google dan Media Besar Lainnya

Lori Official Writer
505

Kerusuhan yang disebabkan oleh pendukung Donald Trump di pusat ibu kota Amerika Serikat membuat penyanyi muda Selena Gomez geram.

Dia merasa harus mengutarakan pandangannya terkait penyebab kerusuhan tersebut. Dia pun menyalahkan perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia seperti Facebook, Google, Instagram, Twitter dan yang lainnya karena telah memecah belah rakyat Amerika menjadi seperti saat ini.

“Facebook, Instagram, Twitter, Google, Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, Jack Dorsey, Sundar Pichai, Susan Wojcicki, kalian semua telah mengecewakan rakyat Amerika hari ini, dan saya harap kalian akan memperbaiki keadaan ini di masa mendatang,” tulis Gomez melalui akun Twitternya.

Menurutnya, ada banyak rakyat Amerika yang terpancing dengan kebencian karena masing-masing platform yang ada memberikan kesempatan tersebut.

“(Yang terjadi) Hari ini adalah hasil dari memberikan kesempatan kepada orang-orang yang memiliki kebencian di hati mereka untuk menggunakan platform yang seharusnya digunakan untuk menyatukan orang-orang dan memungkinkan orang untuk membangun komunitas,” ungkapnya.

Gomez juga mengingatkan bahwa penggunaan internet yang salah dan penyebaran kebencian melalui platform media sosial ini sangat berbahaya. Tentu saja perusahaan tetap diuntungkan, meski di sisi lain ada banyak perpecahan yang terjadi. 

Penyanyi berusia 28 tahun ini memang tampak aktif mengkritisi penggunaan media sosial yang salah belakangan ini. Bahkan dia telah melakukan sebuah wawancara eksklusif bersama The Associated Press  beberapa waktu lalu dan menyampaikan bahwa dia begitu frustrasi dengan sikap para perusahaan teknologi besar tersebut.

“Ini bukan tentang aku versus Anda. Satu partai politik versus yang lainnya. Ini tentang kebenaran versus kebohongan dan Facebook, Instagram, dan perusahaan teknologi besar harus berhenti membiarkan kebohongan itu mengalir begitu saja dan pura-pura menganggapnya kebenaran,” katanya.

Dia mengecam keras tindakan Facebook yang telah mengizinkan kebohongan berbahaya tentang vaksin, virus Covid-19 serta pemilu AS. Begitu juga dengan keberadaan kelompok neo-Nazi yang berjualan produk yang mengandung rasisme di Instagram. Karena itu dia meminta tindakan itu segera dihentikan. “Sudah cukup,” tegasnya.

 

Baca Juga: Selena Gomez Sebut Masa Karantina Momen Menikmati Kebaikan di Tanah Tuhan

 

Terkait kritik ini, pihak Facebook dan Twitter sendiri menolak berkomentar. Sementara pihak Google tidak menanggapi permintaan AP untuk menyampaikan komentar mereka.

Seperti diketahui, Gomez adalah salah satu artis yang vokal terkait penyalahgunaan sosial media menyusul rekan-rekan seprofesinya yang lain seperti Sacha Baron Cohen, Leonardo DiCaprio, Jennifer Lawrence, Kerry Washington dan Kim Kardashian West.

Dia mulai mengampanyekan penggunaan internet dan platform sosial media sejak tahun 2017 lalu. Saat itu dia merasa tergugah ketika seorang anak remaja berusia 12 tahun mengomentari salah satu postingan Instagram-nya dengan kata-kata. “Bunuh diri.”

“Itu adalah titik kritisku. Aku tidak bisa menghadapi apa yang aku lihat.” 

Sementara pakar media sosial berpendapat bahwa perusahaan seperti Facebook dan Twitter mengambil peran besar terkait kondisi yang terjadi saat ini di Amerika. Karena melalui algoritma yang mereka buat, memungkinkan teori-teori konspirasi menyebar luas ke masyarakat. 

 

Baca Juga: Bagi Selena Gomez Masa Pandemi Justru Jadi Berkat, Ini yang Dialaminya…

 

Meski begitu, eksekutif Facebook Sandberg sendiri bersikeras menyampaikan bahwa kondisi ini sebagian besar didalangi oleh platform lain yang lebih kecil.

Meski begitu, perusahaan-perusahaan teknologi besar tersebut telah membuat beberapa perubahan. Facebook, Twitter dan platform lain telah mem-blacklist akun Trump. Namun tindakan ini rupanya justru menuai pro dan kontra dari berbagai kelompok. American Civil Liberties Union, misalnya, menilai perusahaan teknologi telah melakukan pelanggaran. Sementara yang lainnya memuji langkah tersebut guna menghentikan penyebaran kebencian yang berujung pada kekerasan.

Jeff Orlowski, sutradara dari The Social Dilema Netflix sendiri menilai jika suara Selena Gomez sendiri bisa menyampaikan pesan yang luas, mengingat pengikutnya yang sudah mencapai ratusan juta. Namun usaha ini dianggap tidak akan membuahkan perubahan besar. Karena itulah dia berharap Joe Biden bisa menghadirkan reformasi terkait meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial atas postingan yang mereka izinkan serta upaya mereka untuk menarik dukungan bipartisan.

Gomez sendiri berkomitmen untuk terus berjuang menyuarakan hal ini selama dia mendapatkan dukungan. “Selagi aku mendapatkannya, aku akan melakukan hal-hal baik. Aku pikir itu tujuanku,” pungkasnya.

Sumber : Billborad.com
Halaman :
1

Ikuti Kami