#KataAlkitab: Belajar Memberi dari Seorang Janda di Alkitab

#KataAlkitab: Belajar Memberi dari Seorang Janda di Alkitab

Claudia Jessica Official Writer
1772

Apakah kamu saat ini merasa kekurangan? Jangan-jangan hal itu karena kamu tidak pernah memberi kepada sesama.

Atau kamu merasa sering dilupakan atau diabaikan oleh sekeliling?

Mungkin kamu tidak pernah peduli dengan oran-orang di sekitar Kamu.

Karena dalam kehidupan berlaku hukum menabur dan menuai.

Apakah kamu ingin hidup Kamu berubah? Mari ikuti Kata Alkitab kali ini tentang Memberi.

JCers, dunia sering menampilkan tokoh-tokoh kaya dengan kedermawanan mereka. Tetapi Alkitab mencatat bahwa soal memberi tidak dilakukan oleh orang kaya saja.

Sebagai contoh, kisah Janda Sarfat yang jelas sangat miskin. Ia hanya memiliki segenggam gandum dan sedikit minyak. Tetapi yang sedikit itupun harus diberikan kepada Nabi Elia (1 Raja-raja 7:13).

Selain itu ada juga tokoh miskin lain yang terkenal karena kemurahannya, janda yang memberi dua peser yang Yesus lihat beserta murid-muridnya. Jumlah persembahan itu sangat kecil jika dihitung dari nilai nominal uangnya, namun Yesus berkata itu bahwa janda itu memberi dari kekurangannya, dari semua yang ada padanya. (Markus 12:42)

Jadi untuk memberi kepada orang lain, tidak perlu menunggu kaya atau berkelimpahan terlebih dahulu.

Karena pemberian atau pengorbanan tidak selalu berupa materi, kamu bisa memberikan pertolongan, perhatian dan juga dorongan semangat kepada orang lain.

Mengapa kita perlu menjadi orang yang murah hati dan suka memberi?

Tahukah kamu bahwa memberi bantuan atau pertolongan bukan hanya berdampak bagi si penerima saja, tapi juga bagi mereka yang memberi. Penelitian menyatakan bahwa orang yang suka memberi memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Tidak hanya itu, aksi kedermawanan bisa memberi dampak kesehatan dan membuat Kamu merasa lebih bahagia.


Baca juga: Memberi Dengan Sukacita, Apa Artinya Bagi Orang Kristen?


Rasul Paulus memberi penghargaan terhadap orang Makedonia yang memiliki kemurahan hati sekalipun dalam kondisi miskin. (2 Korintus 8:3)

Memberi itu seharusnya menjadi sesuatu yang menggembirakan, terutama jika kamu mengingat bahwa apa saja yang kamu miliki berasal dari Tuhan (1 Tawarikh 29:14). Karena pada sejatinya kita adalah pengurus dan pengawas dari apa yang menjadi milik Tuhan, dan harus belajar mengaturnya untuk mengagungkan nama Tuhan.TA

JCers, halangan terbesar bagi manusia untuk memberi adalah ketakutan. Ketakutan bahwa jika kamu memberi sesuatu maka kamu akan kehilangan sesuatu. Benarkah demikian?

Orang Mesir kuno mempunyai kebiasaan melempar benih-benih gandum di ladang-ladang mereka yang digenangi air dari sungai NIL yang banjir setiap tahun. Saat banjir surut, benih-benih tadi tumbuh jadi tanaman gandum. Sehingga orang Mesir sebenarnya tidak kehilangan apapun saat dulu mereka melihat benih-benih gandum tenggelam di dasar air. Sebaliknya mereka memperoleh panen.

Kamu tak akan kehilangan saat kamu memberi (Pengkhotbah 11: 1). Karena apa yang kamu tabur pasti kamu tuai. Jadi, memberilah dengan sukacita.

Charles Dickens, penulis novel legendaris dari Petualangan Oliver Twist berkata bahwa “Tidak ada yang sia-sia bagi orang di dunia ini yang meringankan beban orang lain.”

Sebenarnya, Alkitab lebih dulu menegaskan hal itu. Bahwa jika kamu memberi sesuatu pada orang lain yang berkekurangan maka hal itu menunjukkan bahwa kelebihan kamu berguna untuk mencukupkan kekurangan mereka. Tindakan memberi sebagai bentuk menciptakan keseimbangan kehidupan (2 Korintus 8:14). 

Sikap murah hati juga merupakan tindakan penyembahan pada Tuhan. Raja Daud sangat memahami hal itu.

Ia menyadari Tuhan telah melimpahkan banyak kebaikan di hidupnya sehingga ia tak pernah menemukan persembahan yang sebanding dengan pemberian-pemberian Tuhan (Mazmur 116: 12).

Terakhir, Memberi lebih baik daripada menerima. Kamu bisa mendapatkan begitu banyak kebahagiaan ketika kamu melihat bagaimana Tuhan dimuliakan melalui pemberian kamu dan saat kamu melihat bagaimana kehidupan orang lain disentuh oleh kasih Tuhan melalui pemberian kamu.


Baca juga: Apakah Kamu Sudah Memberi Persembahan Dengan Sukarela?


JCers, jadi mari semakin menjadi seorang yang murah hati dengan memuliakan Tuhan melalui apa yang kita miliki. Lihatlah orang-orang di sekelilingmu, dan ulurkan tangan kepada mereka.

Semakin kamu memberi, maka kapasitas hidupmu akan semakin diperluas. Berilah waktumu, kasih dan kepedulian dan jika bisa, berikan bantuan materi kepada yang membutuhkan.

Namun jika hari ini kamu masih bergumul dengan kekurangan, dengan kekuatiran atau ketakutan-ketakutan tentang kondisi keuangan, mari menghubungi layanan konseling kami, yaitu SAHABAT24. SAHABAT24 akan menjadi sahabat curhat, dan juga berdoa buat kamu.

Didoakan langsung: klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Butuh konseling: klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami