Pesan Tuhan di Tahun 2021 ‘Pindahkan Gunungmu Dengan Iman’

Pesan Tuhan di Tahun 2021 ‘Pindahkan Gunungmu Dengan Iman’

Lori Official Writer
1718

Berapa waktu terlama bagimu tinggali di sebuah rumah atau tempat? Apakah sudah lebih dari 5 tahun? 

Faktanya, sebagian orang suka sekali berpindah-pindah dalam waktu yang sangat singkat, entah itu untuk tempat tinggal maupun pekerjaan. Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan, ‘Apakah mereka benar-benar mempertimbangkan keputusan pindah dengan matang? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan?’

Pastinya setiap langkah perjalanan hidup kita tidak lepas dari pimpinan Tuhan. Ada kalanya Tuhan memaksa kita untuk pindah dari suatu tempat karena memang sudah waktunya. Tapi dalam kasus berpindah-pindah yang dilakukan sebagian orang itu, apakah semua rencana pindah itu adalah sesuai waktunya Tuhan? Bagaimana kita bisa tahu kalau Tuhan meminta kita untuk pindah dari suatu tempat?

Di Kejadian 46: 1-30, dikisahkan tentang bagaimana Yakub memindahkan seluruh keluarganya ke Mesir. Tentu saja tidak mudah bagi pria berusia 130 tahun untuk melakukan perjalanan yang jauh. Apalagi saat itu, bangsanya sedang menghadapi kelaparan besar dan dia memerlukan bantuan putranya Yusuf untuk menjamin kehidupan mereka. 

Yakub sangat ingin melihat Yusuf, yang selama 22 tahun dia berpikir putranya sudah mati. Itu adalah perjalanan pertama Yakub ke Mesir, setelah kakeknya Abraham melakukan kesalahan di masa lalu. Begitu juga dengan Ishak, ayahnya, yang pernah pergi ke sana ketika kelaparan di masa itu terjadi (Keluaran 26: 2).Yakub juga tahu bahwa Tuhan berjanji memberkati Tanah Kanaan dan bukan tanah Mesir. Dia pun pada akhirnya berhenti di Bersyeba memeriksa kembali keputusannya pergi ke Mesir hingga akhirnya Tuhan memberinya lampu hijau. 

Musa juga mengalami hal serupa setelah kisah ini. Kisah-kisah ini memberi kita pemahaman yang sangat jelas bahwa perpindahan kita ke suatu tempat atau ladang yang baru harus sesuai dengan rencana Tuhan. 

Apa yang Tuhan Ingin Kamu Pindahkan di Tahun 2021?

Tahun 2020 adalah tahun yang berat dan panjang. Banyak suka dan duka yang terlewatkan. Tapi kita tetap bersyukur karena Tuhan masih memberikan kita kemampuan untuk melewati setiap masalah dengan kemenangan.

Tapi tidak cukup di situ saja, Tuhan juga mau iman kita semakin kuat dan bertumbuh. Karena masa-masa ke depan bisa saja jauh lebih berat. Karena itulah, Tuhan mau kita belajar mendengar Dia dan memeriksa hidup kita sepenuhnya. Tuhan mau kita menyingkirkan gunung-gunung yang menghalangi kita untuk bertumbuh. Sehingga saat menyambut 2021 nanti, kita benar-benar siap menghadapi musim yang baru dengan iman dan karakter yang kuat.

Ada dua langkah yang harus kita lakukan supaya gunung-gunung dalam hidup kita tidak menghalangi kita memenuhi kehendak Tuhan di tahun 2021 nanti.

1. Andalkan iman

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. - Mazmur 97: 5

Apakah kamu ingin sekali memindahkan gunung-gunung yang kamu hadapi saat ini? Baik berupa sakit penyakit, kemiskinan, kekuatiran, kecemasan, kelelahan atau kepahitan.  Jangan melakukannya dengan kekuatan sendiri. Andalkanlah iman di dalam Tuhan karena di dalam iman ada kuasa. 

Mazmur 97: 5 memberi tahu kita bahwa gunung-gunung dalam hidup kita bisa hancur di hadapan Tuhan. 

Bahkan Yakub memilih untuk melepaskan egonya untuk mencari kehendak Tuhan. Dia memilih berhenti di Bersyeba sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk mengakhiri gunung kelaparan yang mereka hadapi. 

Keputusannya benar-benar membuat Tuhan bertindak. Dia mencari Tuhan melalui persembahan yang dia berikan hingga akhirnya Tuhan berbicara secara pribadi kepadanya.

Apa yang dilakukan Yakub mengajarkan bahwa tindakan tanpa iman tidak akan berhasil. 

Mungkin tahun 2020 membuatmu sudah sangat menderita. Tapi penderitaan itu tidak sepenuhnya berdampak buruk. Karena bisa saja,Tuhan sedang melatih imanmu melalui situasi tersebut. Dan latihan itu diizinkan terjadi sampai kamu benar-benar siap. Jadi jika di tahun 2021 ini, serahkanlah semua gunung-gunung berat dalam hidupmu dan biarkan Tuhan menyelesaikannya.

 

Baca Juga: Firman Tuhan, Kunci Tetap Berdiri Teguh dan Tidak Goyah!

 

2. Taati Pimpinan-Nya 

Tuhan biasanya memanggil setiap orang secara pribadi, sama seperti Dia memanggil Abraham. Melalui orang-orang pilihan-Nya, Dia memanggil keluarga dan melalui keluarga Dia memanggil bangsa-bangsa untuk datang kepada-Nya. 

Tuhan punya master plan yang besar melalui Abraham yaitu untuk memberkati bangsa-bangsa. 

Saat Tuhan memanggil seseorang, bukan berarti perjalanannya mudah. Ada begitu banyak rintangan dan rintangan itu bisa saja dianggap sebagai penghalang. Hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk menyerah di tengah perjalanan. Apakah Tuhan menginginkan hal itu dari kita? Tentu saja tidak! Dia tidak mau kita menjadi orang-orang yang egois dan memikirkan kesenangan kita sendiri. Dia tidak mau kita memutuskan untuk lari dari kehendak-Nya. Karena itulah Tuhan mau kita benar-benar memahami apa yang sedang Dia kerjakan melalui hidup kita di masa-masa ini. 

Setiap kita dipilih untuk tujuan tertentu. Temukanlah apa tujuan Tuhan lewat situasi atau kondisi yang kita alami saat ini. Jangan menyerah karena kita gagal mengalahkan gunung keegoisan di dalam hidup kita.

Jadi, matikanlah emosi dalam dirimu, carilah Tuhan dan pikirkan tujuan yang Tuhan taruhkan melalui hidupmu lewat situasi saat ini dan taatlah kepada pimpinan-Nya.

Yuk ambil waktu hari ini untuk merenungkan perjalanan iman yang sudah kita lalui sepanjang tahun 2020 ini. Mari menyambut tahun 2021 dengan harapan yang baru.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami