#KataAlkitab: Punya Uang Lebih, Ditabung atau Diinvestasi Aja?

#KataAlkitab: Punya Uang Lebih, Ditabung atau Diinvestasi Aja?

Lori Official Writer
557

Punya uang dingin atau lebih yang belum tahu mau apain? 

Kamu gak sendiri, ada banyak orang ada di posisi sepertimu: Punya uang tapi gak tahu harus diapain.

Kali ini mari belajar dari #KataAlkitab tentang menabung vs investasi. 

Anomali Ekonomi

Sejak tahun 2018, anomali ekonomi Indonesia dipastikan mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Yang artinya, peluang untuk menabung dan berinvestasi menjadi sangat menguntungkan.

Hasil riset dari lembaga riset pemasaran mencatat bahwa rata-rata responden yang terlibat mengalokasikan 13% pendapatannya untuk tabungan dan investasi. Dari alokasi investasi dan tabungan itu, responden menyisihkan 79% ke pundi tabungan dan 21% lainnya digunakan untuk investasi.

Namun tahukah kamu bahwa menurut terroir Time Value of Money menyebutkan bahwa nilai mata uang saat ini dan di masa yang akan datang akan mengalami penurunan. Dengan artian bahwa nilai rupiah saat ini akan lebih berharga daripada nilai uang di masa yang akan datang. Proses inilah yang disebut dengan inflasi.

Sama halnya dengan menabung, berinvestasi juga cukup berisiko karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menghindari kerugian.

Dari penjelasan ini, kira-kira mana yang lebih kamu pilih? Menabung atau investasi?

Berikut penjelasan dari Presiden Direktur Peak Securitas Juhono Sudirgo, yang sudah berkarir di bidang perbankan selama 14 tahun dan bekerja di dunia securitas selama 12 tahun di bidang corporate finance.

Juhono menyampaikan bahwa menabung dan investasi adalah dua hal yang sangat berbeda tapi memiliki satu kesamaan. Yaitu sama-sama bertujuan untuk menyimpan sejumlah dana hari ini untuk digunakan di masa depan.

“Di Alkitab juga ada dua cara. Yang satu mengutip dari ‘belajarlah dari semut (Amsal 6: 6). Jadi semut itu menyimpan pada musim panas, supaya ada persediaan makanan pada musim dingin,” ungkap Juhono.

Dalam hal ini, dia menjelaskan bahwa menyimpan uang dengan cara menabung sifatnya adalah untuk jangka pendek (lebih kurang dalam waktu di bawah 1 tahun).

“Menabung itu menyimpan untuk kebutuhan jangka pendek di bawah 1 tahun,” ungkapnya.

Meski begitu, Juhono tetap menilai jika menabung juga memiliki nilai plus yaitu kita tetap memiliki dana yang siap pakai atau bisa dicairkan setiap saat. “Saat dibutuhkan, istilahnya kotak P3K. Pada saat ada luka kecil, ada obat merah. Jangan sampai kita berdarah-darah. Jadi plusnya liquid walaupun bunganya tidak besar,” ungkapnya.

Ideal jumlah tabungan, kata Juhono, cukup sebesar 3-6 bulan gaji atau pendapatan saja. 

Sementara untuk investasi, Juhono menjelaskan contoh seperti kisah Yuduf.

“Sedangkan investasi kita belajar dari Yusuf, hikmat Tuhan ke Yusuf ada 7 tahun masa kelimpahan, ibarat kita punya duit, masih kerja, masih sehat. Nah itu mesti sisihkan sebagian. Idealnya 20% dari income. Supaya selama 7 tahun masa kekurangan atau kekeringan saya punya persediaan makanan. Itu tujuan investasi yang lebih di atas setahun dari jangka menengah sampai jangka panjang,” terangnya.

Keuntungan dari berinvestasi sendiri terbilang cukup besar. Dengan berinvestasi kita bisa mendapatkan hasil keuntungan yang lebih tinggi. Sehingga hasilnya bisa dipergunakan untuk memenuhi mimpi seperti memiliki rumah atau punya cabang usaha. Hasil investasi yang lebih tinggi ini merupakan cara untuk mengalahkan inflasi. 

Namun, Juhono tetap menekankan bahwa investasi apapun pasti memiliki risiko. Karena itulah penting untuk belajar dan memilih investasi yang tepat. “Dana besar, hasil besar, pasti risikonya juga besar,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Ini 4 Alasan Alkitabiah Kenapa Orang Kristen Perlu Menabung

 

Jadi mana yang paling tepat MENABUNG atau INVESTASI?

Salah satu prinsip yang harus dipahami sebelum memilih menabung atau berinvestasi adalah kita harus hidup di bawah pendapatan. Yang artinya, saat pengelolaan keuangan benar dan kita punya kelebihan dana maka kelebihan inilah yang harusnya ditabung dalam jangka pendek. Jika sudah memenuhi jumlah tertentu, baru berpikir untuk berinvestasi untuk jangka panjang.

“Jadi syarat utamanya ada firman lagi yang berkata ‘Jangan memeras, jangan merampas. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu (Ibrani 13: 5). Nah ini yang mesti diikutin. Jadi hari ini, kalau memang gaya hidup saya di bawah gaji, bagaimana saya cukup dengan itu,” terangnya.

Untuk memudahkan kamu mulai menabung atau berinvestasi, Juhono Sudirgo menyampaikan bahwa satu-satunya cara untuk memilih investasi adalah dengan menemukan lebih dulu tujuan investasinya. Ibarat berkebun, pastikan apa tujuanmu? Apakah ingin panen dalam jangka waktu pendek atau panjang?

“Mau panennya kapan? Misalnya mau panennya tiga bulan, berarti yang ditanam palawija, cabe, jagung. Tapi kalau saya mau panennya 5 tahun, mungkin saya akan pilih pohon yang agak panjang (usianya) mungkin sawit, duren. Tapi kalau panennya udahlah 10 tahun gak masalah buat pensiun, berarti saya bisa nanam pohon jati. Hasilnya pasti lebih bagus dan lebih mahal. Tapi (panennya) nanti. Jadi kalau saya sudah tahu kapan perlu uangnya, saya bisa tahu pohonya apa,” pungkasnya.

Bagaimanapun menabung dan berinvestasi adalah dua hal penting yang harus kita mulai dari hari ini. Jadi, kalau kamu punya dana lebih untuk bulan ini jangan buru-buru dihabiskan ya, mending ditabung atau diinvestasikan aja.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami