Presiden Israel: Natal Tetap Diadakan, Tapi Dengan Syarat Ini

Presiden Israel: Natal Tetap Diadakan, Tapi Dengan Syarat Ini

Puji Astuti Official Writer
637

Resepsi pra-Natal di Kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin di adakan lebih awal, biasanya pada pertengahan bulan Desember, namun kemarin diadakan pada pertengahan bulan November 2020 dan hanya dihadiri pemimpin tertinggi dari golongan umat Kristen di Israel. 

Para pemimpin gereja dipimpin oleh Patriark Ortodoks Yunani Theophilos III dan termasuk Patriark Latin, Pastor Pierbattista Pizzaballa; Custos Tanah Suci Pastor Francesco Patton; Patriark Katolik Yunani Joseph Matte; dan Wakil Uskup Agung Patriark Armenia Sevan Gharibian. Selain para tokoh agama tersebut, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Administrasi Sipil Israel Letkol. Eyal Zeevi dan tentunya Presiden Reuven Rivlin. 

Acara ini juga jauh dari kesan perayaan Natal, karena Presiden Rivlin fokus dalam pembicaraan untuk persiapan perayaan Natal di Tanah Suci. 

Setelah memberi selamat kepada Pizzaballa atas kenaikan pangkatnya, Presiden Reuven Rivlin berbicara tentang batasan perlu diterapkan saat ini karena pandemi yang terjadi. Dalam konteks ini, dia merujuk pada perayaan Natal yang akan datang di Gereja Latin pada bulan Desember dan Gereja Timur pada bulan Januari.

Walau salah satu nilai penting yang dijunjung oleh Israel adalah kebebasan beribadah, yang menurutnya akan dilindungi dengan segala cara, sangat penting bagi komunitas Kristen di Tanah Suci untuk menerapkan protokol kesehatan selama musim Natal. Rivlin menyebut Palestina dan Israel dalam hal penerapan protokol kesehatan. Dia sangat prihatin tentang perayaan Natal di Betlehem, yang masuk di wilayah Palestina.

Dia juga membahas salah satu hal favoritnya dalam hal ziarah dan ibadah Kristen - yaitu Land of the Monasteries di tepi Sungai Yordan, di mana dia memiliki minat yang besar. Sekarang semangat perdamaian menyelimuti Tanah Suci, katanya, inilah saatnya bergabung untuk menyelesaikan proyek Land of the Monasteries, yang juga memberikan peluang bagus untuk dimulainya kembali perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Pembatasan dan penerapan protokol kesehatan pada masa Natal ini, bukan hanya di Israel dan Palestina, namun di seluruh dunia. Sama seperti doa semua umat beragama lain, umat Kristen pun berharap ada keajaiban di Natal kali ini, yaitu pandemi ini segera berakhir. Namun dalam keterbatasan dan keprihatinan di masa pandemi ini, mari tetap bersyukur dan bagikan sukacita Natal kepada semua orang, sebab ada kabar baik di hari Natal ini, yaitu ada harapan di dalam Kristus Yesus Sang Penebus. 

Mau buat Natalmu di tahun ini menjadi berbeda dan bermakna? Yuk berbagi kasih dengan sesama, info lengkap : www.jawaban.com/donasi. 

 

Sumber : JPost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami