Dituduh Nista Agama, Gereja Koptik Mesir Ini Diserang Sekelompok Orang

Dituduh Nista Agama, Gereja Koptik Mesir Ini Diserang Sekelompok Orang

Lori Official Writer
675

Sekelompok orang menyerang gereja, rumah dan toko-toko milik umat Kristen Koptik di kota Minya, Mesir. Peristiwa terjadi karena mereka menemukan jika seorang pria Kristen telah memposting komentar di Facebook, yang dianggap telah menista agama yang mereka anut sebagai umat Muslim di Facebook.

Para pelaku penyerangan membakar rumah-rumah dan gereja dengan bom molotov. Gereja Abou Sefin, yang merupakan rumah ibadah yang biasa digunakan oleh umat Kristen Koptik merayakan puasa juga mengalami kerusakan. Minibus gereja tersebut juga dilaporkan terbakar.

Akibat serangan ini, salah satu rumah yang terbakar menyebabkan seorang wanita lanjut usia terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Sementara pria yang dituduh menista agama tersebut justru membantah tidak melakukan tindakan tersebut. Dia menduga ada orang yang sengaja meretas akun Facebooknya dan menuliskan komentar tersebut.

 

Baca Juga: 

Gereja Koptik Dibakar, Teror Atas Kristen Mesir Terus Meningkat

Masih Dihantui Ancaman Serangan Teroris, Kristen Mesir Tunda Perjalanan Ziarahnya

 

Pasca serangan, Gubernur Minya Jenderal Osama Al Qadi mencoba untuk meredakan kekacauan tersebut. Dia mendesak para ulama Muslim untuk menyerukan khotbah-khotbah yang berisi pesan kerukunan dan toleransi umat beragama.

“Walaupun sudah menyampaikan seruan, tapi provokasi yang memicu permusuhan dan bentrokan antara Muslim dan Kristen Koptik terus tersebar di media sosial,” tulis Christian Solidarity Worldwide (CSW).  

Tahun ini, jumlah orang yang ditangkap atas tuduhan penghinaan dan penistaan agama terus meningkat. Karena itu, pemerintah Mesir terus mempromosikan kerukunan agama dan kesetaraan kedudukan warga negara.

“Permusuhan di tengah masyarakata yang mendasari perselisihan sektarian, yang memfasilitasi terjadinya kekerasan yang terjadi di daerah ini, juga harus diatasi. Kami mendorong pemerintah Mesir untuk terlibat secara positif dengan organisasi hak asasi manusia untuk mempromosikan keragaman agama dan kesetaraan warga negara melalui keterlibatan sipil dan pendidikan,” ucap Scot Bower, CEO CSW.

Data dari Open Doors Amerika mencatat jika Mesir adalah negara dengan tingkat penganiayaan umat Kristen terburuk ke-16 di dunia. Mereka diantaranya telah banyak mengalami serangan kekerasan. Bahkan mereka yang kedapatan berpindah agama akan dihakimi baik dari keluarga maupun warga sekitar lingkungannya.

Umat Kristen memang akan dianiaya karena kebenaran. Karena itulah kita patut mengandalkan Tuhan saat menghadapi setiap situasi buruk.

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami