Uni Emirat Arab Larang Adakan Pesta Natal dan Tahun Baru 2021. Ini Sebabnya…

Uni Emirat Arab Larang Adakan Pesta Natal dan Tahun Baru 2021. Ini Sebabnya…

Lori Official Writer
536

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan larangan pesta Natal dan malam Tahun Baru 2021. 

Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara resmi Manajemen Otoritas Darurat, Krisis dan Bencana Nasional UEA Dr Saif Al Dhaheri. 

“Karena Hari Nasional, Hari Natal dan Malam Tahun Baru UEA yang semakin dekat, kami menekankan pentingnya  mematuhi protokol kesehatan dan pencegahan serta langkah-langkah keamanan selama menjalani semua kegiatan untuk mengatasi Covid-19,’ kata Dhaheri, seperti dikutip dari Twitter WAM News.

Dia menegaskan bahwa pesta konser untuk perayaan besar tersebut hanya bisa didapatkan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang serta wajib mematuhi protokol kesehatan.

Aturan resmi pengadaan pesta tersebut mencakup lima area yaitu kesehatan masyarakat, peraturan dan kebijakan jarak sosial, teknologi digital, sterilisasi dan pembersihan.

Mereka menekankan bahwa pesta dan pertemuan pribadi dilarang, area untuk isolasi mandiri bagi mereka yang terinfeksi harus tersedia dan berbagai fasilitas yang ada juga harus mencantumkan aturan tertulis di rute masuk dan keluarnya.

Pemerintah juga menegaskan supaya perayaan besar nanti hanya akan dirayakan secara virtual. “Tidak ada pertemuan yang diperbolehkan (pemerintah). Tidak ada makanan atau bertukar hadiah. Orang-orang bisa mengambil bagian dalam perayaan secara virtual,” kata seorang pejabat yang lain.

 

Baca Juga: Perayaan Natal 2020 di Amerika Bakal Beda, Begini Penyambutannya…

 

Meski begitu, dia menegaskan bahwa acar tertentu hanya akan diizinkan jika mematuhi aturan yang diwajibkan pemerintah. “Untuk acara yang diizinkan, seorang anggota staf yang ditunjuk harus mematikan bahwa aturan kesehatan dipatuhi di tempat tersebut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sejak bulan September 2020 lalu, pemerintah UEA sudah mengeluarkan larangan pengadaan pesta pribadi di rumah maupun di tempat publik. Hal ini menyusul dikenakannya denda kepada seorang aktris setelah mengadakan pesta ulang tahun di dua restoran.

Dia diketahui mengundang sejumlah tamu dan berkumpul di satu ruangan tertutup. 

Karena itu, pemerintah setempat menetapkan aturan bahwa siapapun yang mengadakan pertemuan di tempat umum atau di rumah, akan dikenakan sanksi denda. 

Tetapi pemerintah tetap memberikan alternatif yang meringankan setiap keluarga. Bahwa pertemuan keluarga tetap diizinkan jika hanya melibatkan 10 anggota saja dalam satu ruangan. Bagi mereka yang berusia lanjut usia, memiliki riwayat penyakit disarankan untuk tidak mengikuti perkumpulan-perkumpulan. 

Sementara bagi mereka yang kedapatan melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi hukuman dan denda, sesuai dengan undang-undang yang dikeluarkan oleh Jaksa Agung UEA. 

 

Baca Juga: Catat! Ini Aturan Pemprov DKI Jakarta Soal Perayaan Natal dan Tahun Baru

 

Di Indonesia sendiri, himbauan yang sama telah disampaikan oleh pemerintah pusat. Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, masyarakat dihimbau untuk tidak mengadakan acara atau pertemuan besar yang melibatkan banyak orang. Hal ini diberlakukan demi meminimalisir penyebaran virus Corona yang masih belum tertangani.

Bagi seluruh umat Kristiani di seluruh dunia, kita juga patut mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penularan penyakit ini. Jadi, mari sebisa mungkin menjaga kesehatan diri dan juga orang lain.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami