Aku Belajar Memukul Karena Melihat Orangtuaku – Yudha

Aku Belajar Memukul Karena Melihat Orangtuaku – Yudha

Lori Official Writer
231

“Aku memukul teman karena melihat bapakku dan ibuku memukul,” demikian diungkapkan oleh Yudha, anak laki-laki berusia 8 tahun asal Salatiga, Jawa Tengah.

Contoh yang tidak baik itu akhirnya membentuk kepribadiannya. Di sekolah minggu, Yudha kerap berkelahi dengan teman-temannya. Tindakan itulah yang membuat anak-anak takut jika berada di sekitarnya. 

Tapi setelah mulai mengikuti sekolah minggu Superbook di gerejanya, Yudha sikap dan pelakuan Yudha perlahan berubah. 

Melalui kisah Superbook tentang Tipuan Si Ular, Yudha mendapat pemahaman baru bahwa tindakan yang dilakukannya terhadap teman-temannya itu salah. 

“Kalau aku dosa, tidak masuk surga. Aku merasa dosa karena aku memukul teman,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Kisah Abraham Ubah Orisa Dari Pelit Jadi Sosok yang Murah Hati

 

Di sekolah minggu, Yudha pun diajarkan tentang bagaimana menghidupi karakter Yesus yaitu menjadi taat. Dengan menyampaikan kebenaran ini, Yudha terdorong untuk belajar menjadi pribadi yang baik. 

“Kalau mau masuk surga, aku harus taat sama Tuhan dan tidak boleh berantem,” terangnya.

Salah satu peristiwa yang begitu berkesan dialami Yudha ketika dia berdoa secara pribadi menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya. 

“Waktu mereka saya ajak berdoa, ekspresi Yudha terdiam. Tapi banyak temannya yang menangis juga. Jadi Yudha juga ikut menangis. Dia berkata bahwa, ‘Saya mau terima Tuhan. Saya mau terima Tuhan.’” kata Priska S Handayani, guru sekolah minggu JKI Tongkat Kerajaan, Blanjar, Jawa Tengah.

Perubahan karakter yang dialami Yudha pun sejalan dengan pengertian baru yang dia terima tentang kebenaran firman Tuhan. “Tuhan Yesus adalah Juruslamatku dan Tuhanku. Sekarang aku tidak bertengkar lagi, tapi sayang pada teman-teman.”

Kini, Yudha menjadi anak yang rajin sekolah minggu. Dia tak pernah melewatkan sekalipun ibadah karena kerinduannya yang besar untuk mengenal Tuhan. 

Ajaibnya, perubahan yang dialami Yudha sendiri juga mempengaruhi orangtuanya. Jika dulu mereka sering bertengkar, kini Yudha tak lagi pernah menyaksikan pertengkaran orangtuanya lagi.

Pertumbuhan iman yang dialami Yudha membawanya untuk bisa mendapatkan kesempatan melayani Tuhan di gerejanya. Harapannya Yudha semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.

 

Apakah kamu adalah orangtua yang diberkati melalui kesaksian ini? Yuk #BeraniBergerak bersama kami untuk menjangkau lebih banyak generasi anak di Indonesia yang mengasihi Tuhan dan sesamanya dengan berdonasi melalui Jawaban dengan mendaftarkan diri sekarang di https://www.jawaban.com/donasi/.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami