Nahan Buang Air Kecil, Bisa Bkin Gagal Ginjal Hingga Cuci Darah?!

Nahan Buang Air Kecil, Bisa Bkin Gagal Ginjal Hingga Cuci Darah?!

Claudia Jessica Official Writer
260

Merasa tanggung ketika sedang bekerja, ujian, menonton film di bioskop, hingga rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan adalah beberapa alasan mengapa kita sering kali menahan buang air kecil.

Buang air kecil adalah proses pembuangan limbah atau cairan yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.

Dr. Sovian Anugrah dari Obor Berkat Indonesia menjelaskan bahwa, di dalam tubuh, terdapat otot atau sphincter yang berperan untuk menjaga kandung kemih, tempat untuk menampung kumpulan zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh atau yang kita sebut sebagai urine agar tidak keluar tanpa persetujuan dari tubuh.

Ketika kandung kemih penuh, otak akan merespon dengan membuat kita meresa ‘kebelet’.


Baca juga: Apakah vaksin adalah jawaban untuk mengatasi pandemi c-19?


Kebiasaan menahan buang air kecil ini terlihat sepele, namun memiliki dampak yang besar bagi kesehatan apabila sering dilakukan. Menurut dr. Sovian, ada beberapa akibat yang akan ditimbulkan jika kita sering menahan buang air kecil, diantaranya:

  1. Kandung kemih penuh/infeksi saluran kemih. Ketika kandung kemih penuh, maka akan terjadi block yang menyebabkan urine tidak bisa keluar sehingga kandung kemih jadi mengembang dan menyebabkan hidronefrosis (pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine, di mana urine tidak bisa mengalir dari ginjal ke kandung kemih).
  2. Batu ginjal. Ketika urine dibiarkan terlalu lama di dalam kandung kemih, akan terjadi sedimentasi karena di dalam urine terdapat pasir-pasir sehingga membentuk batu. Apabila setelah operasi pengangkatan batu ginjal tidak membuat tubuh jadi lebih membaik, bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau biasa disebut Gagal ginjal kronis sehingga harus melakukan cuci darah.
  3. Retensi urin. Keadaan dimana manusia mengalami kebelet tetapi tidak bisa mengeluarkan urine.

Tentu kita tidak ingin mengalami kondisi tersebut kan? Oleh karena itu, jangan menunda buang air kecil ketika waktunya tiba.

Meskipun tubuh dapat menahan buang air kecil sampai berjam-jam, dr. Sovian menyarankan untuk buang air kecil setiap 3 jam walaupun tidak terasa ‘kebelet’. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ‘kebelet’ merupakan respon tubuh ketika kandung kemih kita sudah penuh. Maka dari itu, ada baiknya kita mengeluarkan urine sebelum kandung kemih kita penuh.

 

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami