Derita Suami Punya Istri Cerewet, Sampai Minta Tuhan Cabut Nyawanya

Derita Suami Punya Istri Cerewet, Sampai Minta Tuhan Cabut Nyawanya

Lori Official Writer
327

Sebelum menikah, Pendeta Ridwan Hutabarat hidup mengikuti keinginannya sendiri. Tak ada aturan rumah harian yang harus diikuti. Jadi tak heran untuk urusan kebersihan, baik rumah, penampilan maupun makanan, pun dia tak pernah ambil pusing. Semuanya bebas dan gak perlu dibikin ribet!  

Namun setelah menikah, segalanya berubah. Sebagai seorang suami, Ridwan harus mengikuti setiap aturan yang diterapkan sang istri di rumah, khususnya soal kebersihan. Jika tidak ingin menyaksikan istrinya mulai cerewet.

“Latar belakang saya latar belakang amburadul. Beda dengan istri saya sangat disiplin. Begitu menikah, ampun ampun peraturan istri saya terapkan di rumah lebih ketat dari Hukum Taurat,” ungkap Pendeta Ridwan Hutabarat.

Perkara Masuk Rumah dan Cuci Piring

Salah satu aturan ketat yang diterapkan sang istri adalah setiap orang yang masuk rumah, wajib lepas sepatu dan cuci kaki.

Kedengarannya memang sederhana. Tapi bagi Ridwan, itu adalah kebiasaan harian yang sulit. Karena dia adalah orang yang terbiasa tak ambil pusing soal masalah kebersihan. 

Di awal pernikahan, dia mengaku masih bisa mematuhi aturan tersebut. Tapi lama kelamaan, dia mulai memberontak.

“Awal-awal sok kuat. Tapi kalau terus menerus ya saya gak suka. Malah saya pernah melawan. Begitu disuruh cuci kaki saya gak mau. Saya buka sepatu saya, kaos kaki saya, saya melangkah masuk ke rumah. Istri saya gak marah, saya yang meledak karena kemana kaki saya melangkah dia pel. Loe kira gue kuman?” ungkapnya.

Bukan cuma memastikan lantai rumah harus bersih, tapi sang istri juga rupanya menerapkan aturan tertentu dalam hal kebersihan dapur. Contohnya dalam hal mencuci piring. Dalam hal ini, sang istri menetapkan aturan bahwa tak seorangpun yang boleh mencuci piring kecuali dia.

Alasannya pun cukup membuat Ridwan keheranan. “Nyuci piring, gak boleh pembantu. Harus dia yang cuci. Selesai makan gak boleh langsung dicuci. Piring itu harus dilap dengan tissue. Minyak-minyaknya harus dilap, baru disiram baru pake sabun, dibilas kemudian diletakkan ke rak piring tiris.”

“Rak piring kami dua, bukan sok kaya tapi itu Hukum Tauratnya…Kalau dia perintahkan harus diikuti. Begitu kita gak lakukan, dia diam tapi ngedumel (cerewet). Gak mudah,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Frankie: Konflik Dengan Istri Bikin Aku Dendam dan Ingin Bunuh Diri

 

Lulusan Kimia dan Keluarga Pembersih

Punya keluarga yang terbiasa dengan hidup bersih ditambah dengan pengetahuannya tentang dunia kimia saat kuliah menjadi alasan kenapa sang istri begitu cerewet soal kebersihan rumah. 

Tapi dengan mengikuti semua aturan yang diterapkan sang istri di rumah justru membuat Ridwan menderita dan tersiksa.

“Selama saya melakukan pendekatan dengan kaca mata saya, menderita saya. Maka enam tahun perkawinan saya, dia tidur saya berdoa: Tuhan tolong saya. Saya tatap istri saya tidur (saya bilang) ‘Tuhan aku gak mampu melanjutkan perkawinan ini.’” terangnya.

Antara Bercerai atau Mati Saja

Suatu malam Ridwan pun dengan sedih datang kepada Tuhan dan meluapkan semua perasaan yang tertahan di hatinya. Dia mengaku tak lagi sanggup bertahan dengan setiap aturan yang membuatnya terkekang dan menderita.

“Karena Tuhan (bilang) tidak boleh kita buka cabang (bercerai dan menikah lagi), saya juga gak niat buka cabang. Sampai saya bilang tilik hatiku yang paling dalam. Aku gak mampu.”

Bagi Ridwan, bercerai bukanlah pilihan untuk mengakhiri penderitaannya. Karena itulah pilihan satu-satunya yang dia minta ke Tuhan adalah mati.

“Maka yang terakhir apa saya bilang ‘Cabutlah nyawa saya Tuhan. Cabutlah nyawa saya. Saya gak mampu.”

 

Baca Juga: Sugiarto Setiawan: Pilih Mengampuni Meski Usaha Bangkrut Karena Ditipu

 

Awal Pemulihan

Saat Ridwan benar-benar berserah penuh kepada Tuhan, saat itulah dia mendapatkan jawaban yang dia cari-cari.

Dia percaya jika Tuhan sendiri telah berbicara kepadanya malam itu melalui firman yang dia baca di Roma 11: 36 yang bunyinya, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” 

“Seolah-olah Tuhan bicara dalam hati saya: Istrimu itu dari siapa? Dari Tuhan! Langsung Tuhan seolah-olah bicara dalam hati saya, pernah gak saya salah pilih? Kayak ditampar saya. Pernah gak Aku memberikan yang gak terbaik bagi engkau? Nangis saya meraung-raung kayak anak kecil,” jelasnya.

Saat itulah cara pandang Ridwan diubahkan oleh Tuhan. Dia tidak lagi fokus kepada penderitaan yang disebabkan oleh betapa ketatnya aturan yang harus dia ikuti setiap hari. Melainkan mau berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima sang istri sepenuhnya, baik dalam kekurangan maupun kelebihannya.

“Saya harus memperlakukan istri saya yang dari Tuhan dengan cara Tuhan. Konflik yang gak cocok itu proses membuat kita dibentuk. Supaya sabar kita asli, dewasa kita asli, rendah hati kita asli,” bebernya.

Cara pandang baru tersebut membuat Ridwan belajar diproses dalam rumah tangga sebagai suami yang sabar dan mengasihi istri apa adanya. Hasilnya pun menakjubkan, dia tidak lagi mengikuti semua aturan dengan terpaksa melainkan dengan sukacita.

 

Apakah Anda butuh didoakan langsung? Klik link di bawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http//bit.ly/InginDidoakan. Atau Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com

Ikuti Kami