#KataAlkitab - Penyakit Kejiwaan yang Menyerang Salah Satu Nabi Terbesar Bangsa Israel

#KataAlkitab - Penyakit Kejiwaan yang Menyerang Salah Satu Nabi Terbesar Bangsa Israel

Claudia Jessica Official Writer
556

Tidak hanya kesehatan jasmani, kesehatan mental juga sama pentingnya. Penyakit mental adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan dari pikiran, suasana hati, juga perilaku dari penderitanya.

Ada beragam gejala penyakit mental, tergantung dari jenis gangguan jiwa yang dialami. Beberapa contoh gejala mental pada umumnya yaitu, mengalami marah berlebih, perasaan sedih, halusinaasi, perasaan cemas, melakukan tindakan kekerasan, perilaku tidak wajar, dan lain-lain.

Penyakit mental sudah terjadi sejak pertama kali sejak Allah menciptakan manusia, yaitu di taman Eden dimana Adam dan Hawa merasa bersalah yang merupakan salah satu gejala penyakit mental (Kej 3: 7-8).

Tokoh lain yang juga mengalami penyakit mental di Alkitab ialah salah seorang nabi terbesar Bangsa Israel, Nabi Elia. Elia adalah seorang nabi pemberani yang yang diurapi oleh Allah. Elia telah memenggal 450 orang nabi baal. Elia juga mampu mengundang api Allah turun dari surga ke bumi. Tuhan memakai Elia dengan luar biasa.

Tetapi, penyakit mental menggerogoti Elia. Hal ini dapat ditemukan dalam 1 Raja-raja 19: 2 yang menceritakan tentang Isabel yang hendak membunuh Elia.

Elia yang pemberani ternyata mengalami penyakit mental, yakni rasa takut yang berlebihan. Meskipun Elia dipakai Tuhan secara luar biasa, Elia masih mengalami ketakutan ketika menerima ancaman dari Isabel sampai-sampai Elia meminta bujangnya untuk menemani dirinya pergi ke padang gurun dan berusaha menjauhkan diri dari kehidupan. 1 Raja-raja 19: 4 mencatat bahwa Elia mengalami depresi dan ingin bunuh diri.

Selain Elia, ada juga Yudas Iskariot, salah satu dari dua belas murid Yesus yang mengkhianati Yesus, gurunya. Yudas menukarkan Yesus dengan 30 keping. Setelah mengkhianati Yesus, Yudas merasa bersalah dan bunuh diri.

“Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri” (mat. 27: 5).

Oleh karena itu, untuk melawan penyakit mental, kita harus bisa memaafkan diri sendiri dan percaya bahwa Tuhan telah menjauhkan kita dari perbuatan jahat.

Kita juga harus menjauhkan diri dari kebiasan dan perasan yang menghantui kita seperti perasaan bersalah, perasaan takut yang berlebihan, dan lain-lain. Kita juga harus mengakui bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Tuhan.

1 Yohanes 3: 19 berkata, “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah.”

JCers, kita tidak terlahir dari kemarahan, kita juga juga tidak tumbuh dari keterpurukan, tetapi kita tumbuh dan berasal dari kebenaran.

“Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (1 Yohanes 3: 19-22).

Jika JCers merasa mengalami gangguan mental, dan membutuhkan tempat curhat ataupun pendengar yang setia, JCers bisa menghubungi konselor kami di 0822-1500-2424. Ada banyak konselor yang siap melayani JCers semua dengan hati yang tulus. Sahabat 24, siap menemani JCers selama 24 jam. Kami tunggu pesanmu ya.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami