Vaksin Sebanyak 9.1 Juta Akan Tersedia November, Siapa Saja yang Masuk Daftar Penerima?

Vaksin Sebanyak 9.1 Juta Akan Tersedia November, Siapa Saja yang Masuk Daftar Penerima?

Lori Official Writer
347

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 untuk 9.1 juta orang pada November 2020 mendatang.

Adapun produsen vaksin tersebut berasal dari tiga perusahaan asal China yang sudah menyelesaikan uji klinis tahap ketiga. Tiga vaksin ini diantaranya Sinovac, Sinopharm dan Cansino.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengaku sudah menerima kepastian penggunaan vaksin ini bulan depan. 

Namun dibandingkan dengan ketersediaan jumlah vaksin dan total penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa, tentu saja tidak semua penduduk Indonesia akan mendapatkannya. 

Lalu pertanyaannya siapa saja yang akan mendapatkan vaksin ini lebih dulu?

Yuri menyampaikan bahwa vaksin ini seharusnya tidak perlu diberikan kepada 100 persen penduduk Indonesia. Dalam perhitungannya, dia menegaskan jika pemberian kepada 70% penduduk sudah ideal untuk mengatasi penyebaran virus tersebut. 

“Cukup di kisaran antara 70 persen, sebenarnya kita sudah bisa mencapai herd immunity atau kekebalan imunitas. Nah, dasar inilah yang kemudian kita pakai bahwa perhitungan kita hanya mencapai di herd immunity, sekitar 160 juta orang,” katanya.

Perhitungan pemberian vaksin ini juga rupanya mempertimbangkan usia dan pemenuhan syarat sebagaimana dilakukan dalam uji klinis tahap 3, dimana mereka yang akan mendapatkan vaksin adalah kelompok usia 18-59 tahun.

 

Baca Juga: Menkes Terawan : Selain Petugas Medis, Ini Mereka Yang Akan Diprioritaskan Untuk Vaksin

 

Kemenkes juga sudah menyampaikan jika pemberian vaksin ini akan diutamakan kepada dua kelompok masyarakat yang ada yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Mereka yang masuk dalam ketegori tenaga kesehatan ini terdiri dari petugas kesehatan yang menangani secara langsung pasien Covid-19, petugas kesehatan laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19 dan tenaga kesehatan yang melakukan kontak tracing untuk mencari kasus-kasus baru.

Sementara kelompok pelayanan publik adalah mereka yang bekerja menerapkan penegakan yustisi kepatuhan protokol kesehatan. Adapun diantaranya adalah Satpol PP, Polri, TNI, petugas bandara, stasiun dan pelabuhan.

Semoga kerja sama penyediaan vaksin ini berjalan dengan baik dan yang terpenting adalah vaksin benar-benar bekerja maksimal untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang semakin meluas.

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami