Ini 4 Alasan Alkitabiah Kenapa Orang Kristen Perlu Menabung

Ini 4 Alasan Alkitabiah Kenapa Orang Kristen Perlu Menabung

Lori Official Writer
454

Walaupun kita sedang memasuki masa resesi. Tapi sebagai orang beriman, kita harus percaya bahwa penyediaan Tuhan akan selalu ada atas kita.

Dan untuk menghadapi masa-masa ini juga kita perlu mendisiplinkan diri untuk mengelola keuangan dengan baik. Salah satunya adalah dengan cara menabung.

Kata menabung memang sudah lazim kita dengar. Tapi gak semua orang, khususnya orang Kristen, yang mau melakukannya karena beragam alasan. Tapi mari belajar tentang apa sih kata Alkitab soal menabung?

Amsal 21: 20 berkata bahwa ‘Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.’ Dengan bahasa sehari-hari kita bisa mengartikannya bahwa orang bijaksana itu suka menyimpan untuk masa depan. Tetapi orang bodoh menghabiskan semua yang diperolehnya. Jadi boleh dibilang bahwa orang bijaksana identik dengan suka menabung.

Selain untuk masa depan, kenapa menabung itu penting?

Sebagai manusia, kita menyadari bahwa apa yang kita punya saat ini sumbernya dari Tuhan. Dan pastinya Tuhan akan menuntut dan meminta apa yang sudah dipercayakan-Nya dalam hidup kita. Karena itulah Tuhan mau kita mengelola kepunyaan kita dengan benar. Hal ini bisa kita lihat dalam perumpamaan talenta dalam Matius 25: 14-30.

Selain itu, kita juga bisa belajar dari kisah Yusuf yang berhasil menyelamatkan bangsa Mesir dari masa kelaparan panjang. Dia berhasil melakukannya dengan menabung selama 7 tahun masa kelimpahan.

Nah, dari kisah Yusuf inilah kita bisa belajar tentang kenapa menabung itu penting kita lakukan di masa-masa resesi ini.

 

Baca Juga: 15 Ayat Alkitab yang Ajarkan Kita Soal Cara Berinvestasi yang Tepat

 

Ada 4 alasan alkitabiah kenapa orang Kristen harus menabung:

1. Menabung adalah investasi masa depan yang mampu menghindarkan kita dari musibah. 

“Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.” (Pengkhotbah 11: 1-2) 

Dengan bahasa sehari-hari, kita bisa mengartikan ayat ini dengan kalimat sederhana. Seperti, ‘Tanamlah uangmu di luar negeri dan kamu pasti akan mendapatkan untung di kemudian hari. Tanamlah modalmu di berbagai niaga, carilah usaha sebanyak-banyaknya sebab orang perlu waspada sebelum musibah menimpa.’ 

2. Menabung membantu kita untuk memelihara dan menyediakan kebutuhan seluruh anggota keluarga kita.

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” (1 Timotius 5: 8)

3. Persiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga.

“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” (Amsal 6: 6-8)

Secara praktis, dengan menabung, ketika kita mengalami masa-masa sukar atau krisis kita tidak akan menjadi seseorang yang mudah panik. Sebaliknya kita tetap tenang dalam menghadapi situasi, karena kita masih punya perbekalan. Dan bahkan buah dari menabung bisa membuat kita menjadi berkat bagi orang-orang yang membutuhkan.

4. Sebagai warisan untuk anak cucu kelak.

“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” (Amsal 13: 22)

Selain mewariskan nilai-nilai yang baik kepada anak cucu kita, dengan menabung kita juga mewariskan keteladanan tentang mengelola uang yang baik bagi keturunan kita kelak. 

Mungkin ada banyak orang Kristen yang berpikir bahwa menabung sebagai bentuk rasa takut akan masa depan. Dalam konteks ini, motivasi yang dilakukan seseorang untuk menabung memang keliru. Karena orang percaya harusnya sudah dimerdekakan dari rasa takut dan kuatir. Dari keraguan akan kuasa Tuhan bahwa Dia sanggup menyediakan dan menolong. Dan orang-orang seperti biasanya justru akan hidup dengan tamak, pelit dan sulit untuk mau menolong orang lain. 

Jadi kuncinya supaya tidak salah motivasi untuk menabung, kita harus tetap menjadi pengelola harta yang baik dan yang sudah dipercayakan Tuhan. Seperti mengelola dengan cara yang benar dan memakainya untuk sesuatu yang baik. Di sisi lain, kita harus memiliki kemurahan hati bukan saja hanya untuk menabung tetapi juga untuk menabur dan menolong sesama sembari tetap memegang janji Tuhan sebagai penyedia dan pemegang kendali atas kehidupan dan masa depan kita.

Dan jika saat ini kamu sedang menghadapi krisis keuangan, tetaplah bersandar kepada Tuhan dengan mengingat janji-Nya dalam 2 Korintus 9: 8 ini, ‘Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.’ Sembari tetap taat dan tekun untuk menabung tahap demi tahap.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami