#KataAlkitab - Apa Salahnya Seorang Janda?

#KataAlkitab - Apa Salahnya Seorang Janda?

Claudia Jessica Official Writer
440

Zaman sekarang ada stigma negative terhadap seorang janda. Padahal Tuhan sering kali berbicara mengenai janda dan anak yatim di Alkitab, seperti Rut dan Naomi yang mendapatkan perhatian dari Tuhan.

Semakin sering Tuhan membicarakan sesuatu, maka hal tersebut bagi Tuhan. Lalu, mengapakah Janda begitu diperhatikan oleh Tuhan?

Tuhan sangat peduli kepada orang-orang yang lemah dan tak berdaya, mereka yang rentan dan tanpa perlindungan. Para janda dan anak yatim masuk dalam kategori orang-orang yang rentan tersebut.

Dalam Keluaran 22:22-24 Musa menuliskan, “Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.”

Dalam ayat di atas, Tuhan menyatakan posisinya sebagai pelindung bagi para janda dan anak yatim. Sejak awal, Tuhan telah merancang keluarga sebagai gambaran hubungan Tuhan dan umat-Nya. Seorang suami adalah gambaran dari pribadi Allah, seorang imam, pelindung dan penyedia bagi istri dan anak-anaknya.

Ketika seorang suami meninggal, maka istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim, mereka tidak lagi memiliki pelindung dan tidak ada yang memberi mereka nafkah. Janda tersebut menjadi orangtua tunggal bagi anaknya dan berada dalam posisi yang rentan.

Pada jaman kuno dulu, posisi seorang wanita sangatlah rentan karena budaya patriaki yang kuat. Terlebih jika dia adalah seorang janda yang tidak memiliki keturunan, dia akan dianggap aib oleh keluarga dan menjadi orang yang terbuang.

Mazmur 68: 6 mengatakan “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus.”

Tuhan mengambil tanggung jawab penuh untuk menjadi pelindung dan penyedia bagi janda dan anak-anaknya. Dalam Yesaya 54: 4-5, Tuhan menyatakan bahwa Dia sendiri yang akan menjadi suami bagi para janda. Dia sendiri yang menjadi pelindung bagi mereka yang tidak terlindungi, pemberi nafkah dan keadilan bagi mereka.


Baca juga: Dianggap Keren, Apakah Orang Kristen Boleh Percaya Sihir?


Yesaya 54: 4-5 “Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.”

Untuk itu Tuhan juga menyampaikan firman Tuhan dan aturan bagi umat-Nya agar mereka memelihara para janda dan anak yatim yang ada dilingkungannya. Bahkan para Janda ini mendapat bagian dari persembahan persepuluhan umat Israel, hal ini dinyatakan dalam Ulangan 14:28-29.

Dalam perjanjian lama, ketika tiba masa menuai tiba para janda dan anak yatim bisa mengambil sisa-sisa panen di ladang. Hal ini dituliskan dalam Ulangan 24:19, dan contoh tentang hal ini adalah bagaimana Naomi dan Rut dapat mengambil jelai di ladang milik Boas.

Naomi dan Rut pada saat itu dalam status kejandaannya tidak memiliki pelindung dan penyedia, hingga akhirnya Boas mengambil Rut menjadi istrinya dan menjadi pelindung dan penyedia bagi keduanya.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus dan gereja mula-mula juga memberikan perhatian khusus pada para janda ini. Yesus sendiri mengecam orang Farisi karena menindas para janda (Markus 12:38-40) serta menghidupkan anak dari Janda di Nain (Lukas 7:11-17). Rasul Yakobus menuliskan bahwa mengunjungi para janda dan anak yatim adalah bagian dari ibadah yang murni.

Paulus sendiri menetapkan persyaratan bagi para janda yang bisa mendapatkan sokongan keuangan dan materi dari gereja, pertama janda tersebut telah tua, benar-benar membutuhkan dan tidak memiliki keluarga (1 Timotius 5:9-10).

Namun jika dalam sebuah keluarga ada anggota keluarganya yang menjadi janda, maka adalah kewajiban bagi keluarga tersebut untuk memelihara kehidupan wanita tersebut.


Baca juga: Boleh Gak Sih Orang Kristen Mengkritik? Boleh Banget Asal ...


Sedangkan untuk janda yang masih berusia muda, Paulus menyarankan agar mereka menikah kembali dan menjalani kehidupan rumah tangga dalam kebenaran dan takut akan Tuhan (1 Timotius 5:14).

Janganlah kamu menyetujui stigma negatif ketika kamu berstatus seorang janda.

Sebagai pengikut Kristus dan bagian dari gereja, kita dipanggil untuk meneladani apa yang Tuhan lakukan, yaitu menjadi pelindung dan penyedia bagi para janda dan anak-anaknya yang sudah menjadi yatim. Ini adalah bagian dari ibadah kita yang sejati, menjadi penolong untuk mereka yang berada dalam posisi rentan dan berkekurangan.

Janganlah bersedih! Karena Tuhan memperhatikanmu. Tuhan menyatakan bahwa Dia yang menjadi suami bagimu, Dia akan melindungimu dan tidak akan membiarkanmu ataupun anak-anakmu mengalami kekurangan.

Jika kekuatiran menyerang, kamu merasa sendiri dan tak memiliki siapapun yang bisa menolongmu, ingatlah kisah janda Sarfat. Dalam kemiskinan dan keputusasaannya, janda Sarfat itu taat kepada firman Tuhan ketika Elia datang meminta roti darinya.

Melalui ketaatan janda itu, Tuhan membuat mukjizat sehingga gandum dan anggurnya itu tidak habis-habis selama beberapa waktu lamanya hingga masa kelaparan itu selesai (1 Raja-raja 17).

Percayalah bahwa Tuhan tahu keadaanmu saat ini serta apa yang kamu butuhkan, Dia sanggup menolongmu dan anak-anakmu. Dia adalah penyedia dan penolong yang sempurna. Tetaplah bertekun dalam imanmu, sebab Tuhan selalu menyertaimu dan mendengarkan seruan doamu.

Apakah saat ini kamu sedang mengalami pergumulan serupa dengan pembahasan kali ini?  Mari hubungi Konseling Center kami SAHABAT24, di sana ada konselor yang siap untuk mendengarkan curhatanmu dan berdoa bagimu hingga kamu mengalami terobosan. Klik DI SINI.

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami