Perangi Aborsi Jenis Kelamin di India, Grup Ini Luncurkan Kampanye ‘Celebrating Girls’

Perangi Aborsi Jenis Kelamin di India, Grup Ini Luncurkan Kampanye ‘Celebrating Girls’

Claudia Jessica Official Writer
362

Alliance Defending Freedom International dan koalisi kelompok hak asasi manusia telah meluncurkan kampanye yang bertujuan memerangi masalah aborsi berdasarkan jenis kelamin di India.

Dikenal sebagai “celebrating girls for LIFE,” kampanye ini diumumkan pada hari Selasa oleh ADF Internasioal, yang didirikan pada tahun 1994 dan berpusat di Wina, Austria.

Kampanye ini akan mencakup kontes film pendek dan webinar hingga 11 Oktober, yang secara luas diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Internasional.

 

Akronim "LIFE" adalah singkatan dari Love, Inheritance, Freedom, Equality, (Cinta, Warisan, Kebebasan, Kesetaraan) dengan setiap poin berpusat pada memerangi perbedaan gender yang telah tertanam secara dalam budaya di India terhadap anak perempuan. ADF India berharap setiap wanita di India dapat mendapatkan haknya untuk hidup.

Tehmina Arora, direktur ADF India mengatakan “India telah kehilangan 12 juta anak perempuan karena aborsi berdasarkan jenis kelamin dalam tiga dekade terakhir. Saatnya mengatasi masalah ini, terutama menjelang Hari Anak Perempuan Internasional.”

Dengan kampanye ini, Arora berharap dapat membantu mengungkapkan pelanggaran berat hak-hak ini dan meningkatkan implementasi yang benar dari hukum India, yang melarang aborsi selektif jenis kelamin.

Adapun organisasi lain yang terlibat dalam kampanya ini yaitu Evangelical Fellowship of India, Girls Count, National Council of Churches in India, Vanishing Girls, VIVAT International, Red Rope, dan Women of Worth.

Dalam sebuah wawancara dengan David Letterman pada tahun 2014, mantan Presiden Jimmy Carter mengatakan, “160 juta anak perempuan sekarang hilang dari muka bumi karena mereka dibunuh saat lahir oleh orang tua mereka atau diaborsi secara selektif ketika orang tua mereka mengetahui bahwa janin adalah bayi.”

Pada bulan Agustus, PLOS ONE menerbitkan sebuah makalah yang menyimpulkan bahwa India akan memiliki sekitar 6,8 juta lebih sedikit kelahiran perempuan antara tahun 2017 dan 2030 karena aborsi berdasarkan jenis kelamin.


Baca juga: Di Tengah Pandemi, Gereja Thailand Ini Berhasil Baptis Ribuan Orang Tidak Percaya


Menurut makalah tersebut, rasio kelahiran berdasarkan jenis kelamin (SBR) di India telah tidak seimbang sejak tahun 1970-an, dengan para peneliti mengaitkan hal ini dengan intensitas preferensi anak laki-laki.

“SBR yang dimaskulinisasi untuk India adalah akibat langsung dari praktik aborsi berdasarkan jenis kelamin di tingkat nasional,” jelas para peneliti.

“Beberapa negara bagian, seperti Punjab, telah mengalami peningkatan awal dan cepat dalam kelahiran maskulinitas sejak 1980-an, sedangkan di negara bagian India Utara, SBR yang dimaskulinisasi mulai meningkat belakangan.”

Makalah tersebut mengusulkan “identifikasi, pemantauan, dan pendidikan yang lebih baik di wilayah yang paling parah terkena dampak” di India untuk membantu menanggapi masalah kelahiran perempuan yang hilang.

“Studi kami menyoroti kebutuhan untuk memperkuat kebijakan yang mengadvokasi kesetaraan gender dan pengenalan langkah-langkah dukungan untuk melawan penyimpangan gender yang ada yang secara memadai menargetkan setiap konteks regional,” para peneliti menyimpulkan.

“Pekerjaan di masa depan dapat mencakup sumber heterogenitas tambahan, seperti pendidikan, agama, dan etnis, untuk memproyeksikan SBR di India dan memperluas prediksi SBR untuk proyeksi jangka panjang.”

Semoga dengan kampanye ini, tidak ada lagi bayi yang harus digugurkan dan setiap mereka berhak untuk menjalani kehidupannya.

Sumber : christianpost

Ikuti Kami