Hampir Bunuh Diri Karena Diperlakukan Kasar, Moses Pilih Mengampuni

Hampir Bunuh Diri Karena Diperlakukan Kasar, Moses Pilih Mengampuni

Claudia Jessica Official Writer
188

Moses, seorang anak remaja yang hampir bunuh diri karena tekanan yang diterimanya dari orang tuanya. Dituntut untuk menjadi perfectionist, sering dibandingkan dengan kakaknya hingga mendapat perlakuan kasar, membuat Moses menjadi kepahitan, dan depresi.

“Mami itu orangnya tempramen, terus gampang marah, orangnya perfectionist. Kalau misalkan dia nyuruh A, harus jalanin A, sekarang juga. Ga boleh ditunda-tunda, karena dia bisa langsung marah-marah sama aku,” cerita Moses kepada tim superyouth melalui video call.

Perlakuan kasar mamanya membuat Moses harus menumpuk sakit hati dan membuatnya ingin melawan setiap peristiwa yang dihadapinya.

Setiap hari, Moses selalu menjalani harinya dengan kemarahan, kekecewaan, bahkan kebencian.

Satu titik dimana Moses merasa lelah dengan semua yang dialaminya adalah, ketika dirinya bertengkar dengan mamanya yang terkadang suka mencakar, atau memukul Moses ketika sedang marah.

“Akhirnya, aku defense. Tapi aku kayak dorong mami. Terus mami kayak ke belakang gitu kan. Tapi, aku langsung nangis di situ. (Aku merasa) bersalah dorong mami,” cerita Moses.

Sikap berontak yang ditunjukkan Moses justru membuatnya mamanya semakin marah dan Moses merasa seolah-olah dirinya yang paling salah hingga akhirnya Moses angkat bicara.

“Kalian tidak pernah ngerasain ada di posisi aku, kalian cuma bisanya marahin aku. Udahlah, capek. Ngapain masih hidup kalau diginiin terus. Udah gak tau harus gimana lagi,” cerita Moses kepada tim superyouth.

Moses bahkan mencari cara bagaimana untuk mengakhiri hidup tanpa rasa sakit.

“Bagaimana cara mengakhiri hidup tapi ga sakit? Daripada, keluarga jadi pusing mikirin aku. Kan kalau menurut mereka, aku nakal banget. Yaudahlah, kalau aku ga ada (bisa membuat) mereka tenang, kenapa ga aku aja yang diambil? Aku sih sempet kepikiran kayak gitu,” kata Moses.

Namun, Moses tidak menyerah. Bahkan Moses berhasil diubahkan ketika dirinya mengikuti sebuah komsel, dimana Tuhan memberikan suatu pengertian dalam dirinya melalui Matius 5:4 “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”

Moses menjelaskan hikmat yang diterimanya bahwa konteks duka cita pada ayat ini adalah orang-orang yang sedang bersedih, mereka akan dihibur oleh Tuhan.

“Ternyata, apa yang dibilangin mami itu emang bener. Apa yang mami omongin sama aku walau nadanya tinggi, sekasar apapun, ya (maksudnya) benar. Jadi, sekarang aku bisa terima,” terang Moses.

Perbuhan Moses juga membawa perubahan pada mamanya. Meskipun masih terjadi pertengkaran, tetapi saat ini mama Moses sudah tidak pernah lagi menggunakan tangannya untuk memukul dan mencakar Moses.

“Aku bisa berubah karena Tuhan,” kata Moses.

Pola pikir Moses berubah. Dulu dia berpikir bahwa mamanya memarahinya karena membenci diri Moses. Namun sekarang, Moses tersadar bahwa mamanya menyayanginya.

“Makasi banget sama Tuhan Yesus yang ngirimin mami yang galak, tapi benar untuk membuat aku mandiri. Pokoknya, sayang banget sama mami,” tutupnya.

Sumber : superyouth | jawaban.com

Ikuti Kami