Sebut Isi Alkitab ‘Dimanipulasi’, Anggota Parlemen Malaysia Dituntut Komunitas Kristen

Sebut Isi Alkitab ‘Dimanipulasi’, Anggota Parlemen Malaysia Dituntut Komunitas Kristen

Lori Official Writer
655

Komunitas Kristen Malaysia yang bernaung di bawah Asosiasi Gereja Sarawak (ACS) menuntut anggota parlemen Malaysia Nik Muhammad Zawawi Nik Salleh atas ucapannya yang mengatakan bahwa isi Alkitab dimanipulasi atau tidak asli.

Pernyataan yang disampaikan pada 26 Agustus 2020 ini pun akhirnya membuat komunitas Kristen Malaysia berang. Pihak ACS pun menuntuk Nik Zawawi menarik kembali pernyataan tersebut dan meminta maaf kepada semua umat Kristen.

Sayangnya, dia menolak untuk meminta maaf karena ucapan tersebut diklaim sebagai fakta. Sehingga orang Kristen tidak boleh tersinggung.

"Mereka tidak punya hak untuk tersinggung. Yang saya sampaikan bukan tuduhan, tapi fakta," ucap Nik.

Sikap Nik inipun ditentang oleh anggota parlemen lain Kelvin Yii, yang merupakan seorang Kristen. Dia mengingatkan Nik Zawawi bahwa tugas seorang anggota parlemen seharusnya untuk mempromosikan persatuan dan bukan untuk memecah belah negara. Karena itu ucapan tersebut dinilai hanya membuat nama baik parlemen rusak.


Baca Juga: 

Malaysia Memanas Lagi Tentang Penggunaan Kata Allah

 

Koran Kristen Malaysia Kecewa Tidak Bisa Pakai Kata Allah


Seperti diketahui, persoalan ini bermula dari debat alot antara Nik Zawawi dengan anggota parlemen lain Datuk Ngeh Koo Ham soal RUU Transportasi Umum (Amandemen) 2020 tentang mengemudi dalam keadaan mabuk. Datuk menyampaikan bahwa agama Kristen tidak melarang meminum alkohol, tapi menjadi salah jika alkohol dikonsumsi untuk pesta pora dan mabuk-mabukan. Mendengar hal ini, Nik Zawawi malah menilai jika Alkitab sudah menyimpang dari makna aslinya.

Di Malaysia sendiri, jumlah populasi umat Kristen hanya 9%. Negara ini memang dikenal sebagai salah satu negara mayoritas Muslim dan sangat ketat terkait aturan perpindahan keyakinan.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami