2700 Penginjil Himbau Umat Kristen Amerika Tidak Politisasi Virus Corona dan Tolak Vaksin

2700 Penginjil Himbau Umat Kristen Amerika Tidak Politisasi Virus Corona dan Tolak Vaksin

Lori Official Writer
719

Sebanyak 2700 penginjil yang tergabung dalam organisasi sains dan agama BioLogos menandatangani pernyataan yang disebut ‘Pernyataan Kristen Terhadap Sains di Masa Pandemi’ (A Christian Statement on Science for Pandemic Times).

Di dalam pernyataan ini, para penginjil menghimbau semua umat Kristen di AS untuk tidak mempolitisasi virus corona dan menolak menerima vaksin yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan.

"Kami sangat prihatin dengan polarisasi dan politisasi sains di lapangan publik saat begitu banyak nyawa dipertaruhkan. Kata ‘sains’ jadi senjata di tengah perang budaya. Ilmuwan difitnah dan temuan mereka diabaikan, sementara teori konspirasi menjadi viral. Sayangnya, orang Kristen tampaknya juga rentan terpengaruh oleh tren ini. Umat Kristen yang bijaksana mungkin tidak setuju dengan kebijakan publik terkait virus corona. Tapi tidak satupun dari kita boleh mengabaikan bukti ilmiah itu," demikian pernyataan yang tertuang di dalam surat tersebut.

Mereka juga meminta umat Kristen untuk mengikuti protokol dari lembaga kesehatan serta memberikan dukungan kepada penelitian vaksin virus Covid-19.

Pendiri BioLogos Francis Collins, seorang ahli genetika Kristen dan penerima Penghargaan Templeton terkait pandangannya soal ‘iman dan logika’ sendiri terus mendorong dialog terbuka yang membahas tentang hubungan sains dan agama. Bersama dengan rekan-rekan penginjil lainnya, Collins menegaskan bahwa mereka menjunjung tinggi otoritas firman Tuhan dan melihat sains sebagai alat untuk memahami dunia yang Tuahn ciptakan.

Pernyataan itu muncul setelah komunitas Kristen mempertanyakan pengembangan vaksin untuk pencegahan virus corona. Tak sedikit juga diantaranya mempertanyakan pemakaian masker selama masa pandemi.

Sebagian lainnya juga menentang aturan pemerintah terkait penutupan gereja lokal selama masa pandemi. Uskup Carolina Utara Patrick Wooden Sr, Minggu (16/8) lalu, telah mengecam pemimpin Institusi Nasional Alergi dan Penyakit Menular sekaligus anggota Satgas Covid-19 sebagai umat Katolik yang murtad dan menjadi kemanusiaan sebagai alat politik.

“Kaum humanis tidak percaya pada doa, kaum humanis tidak percaya bahwa Tuhan campur tangan, kaum humanis tidak percaya bahwa kita butuh Tuhan sama sekali. Itu mungkin salah satu alasan dia bisa dengan mudah merekomendasikan supaya gereja ditutup, tapi dia meraba-raba dan bingung saat mereka menyarankan protes harus dibatasi karena bisa menyebarkan virus,” kata Uskup Patrick.


Baca Juga: Kanye West Sebut Vaksin COVID-19 Tanda Akhir Zaman, Tuai Kritikan Keras Dari Pendeta Ini


Namun menyikapi sikap tersebut, Collins dan rekan-rekan penginjil lainnya menilai bahwa orang Kristen memang punya alasan kuat untuk bersikap skeptis terhadap proses ilmiah.

“Adalah tepat bagi orang Kristen untuk meragukan klaim yang dibuat oleh para ilmuwan yang berbicara di luar bidang keahlian mereka. Kami dengan tegas menolak klaim bahwa sains membuktikan bahwa Tuhan tidak ada atau iman dianggap hanya sebagai takhayul. Klaim semacam itu melampaui apa yang bisa diselidiki oleh sains. Kami menyesali saat-saat sains dan kedokteran telah disalahgunakan untuk melakukan kekejaman seperti eksperimen Tuskegee yang rasis. Tapi orang Kristen harus mendengarkan para ilmuwan dan dokter saat mereka berbicara di bidang keahlian mereka, terutama ketika jutaan nyawa dipertaruhkan,” seperti ditulis dalam pernyataan tersebut.

Mereka juga mengakui bahwa pandemi ini telah menyebabkan kerugian ekonomi dan kesulitan sosial. Tapi, mereka tetap mendorong umat Kristen untuk memakai masker, menerima vaksinasi dan ambil bagian untuk mengoreksi informasi yang salah serta terus berdoa.

“Terimalah vaksinasi virus Covid-19 saat vaksin sudah teruji dan efektif tersedia seperti arahan dokter. Sebagian besar populasi perlu divaksinasi untuk mengembangkan kekebalan. Vaksinasi disediakan Tuhan untuk mencegah penyakit bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk melindungi orang-orang yang rentan di antara kita (Matius 25: 31-36),” tulis dalam pernyataan tersebut.

Sementara surat itu sudah ditandatangani oleh beberapa penginjil berpengaruh diantaranya Uskup Calude Alexander, Pendeta Senior The Park Church Charlotte, Presiden Asosiasi Evangelis Nasional Walter Kim serta pemimpin Konferensi Kepemimpinan Kristen Hispanik Nasional Samuel Rodriguez.

Sumber : Christianpost.com | Jawaban.com

Ikuti Kami