Ini Sisi Lain yang Bikin Para Pemimpin Gereja Ragukan Pemilihan Kamala Harris Jadi Wapres

Ini Sisi Lain yang Bikin Para Pemimpin Gereja Ragukan Pemilihan Kamala Harris Jadi Wapres

Lori Official Writer
634

Calon Presiden (Capres) Joe Biden akhirnya menunjuk rival lamanya Kamala Harris sebagai pasangannya di pemilihan presiden (Pilpres) AS pada September 2020 mendatang.

Salah satu alasan Biden menunjuk senator California itu pun tidak lepas dari pengalamannya di dunia politik. Sebagaimana diketahui bahwa wanita berusia 55 tahun itu berasal dari latar belakang hukum dan pernah menjabat sebagai Jaksa Agung California dan empat tahun di Senat AS. Berdasarkan pengalaman tersebut, Kamala pun dianggap sebagai salah satu wanita yang paling memenuhi kualifikasi untuk mendampingi dirinya.

"Saya merasa terhormat bisa bergabung dengan Joe Biden sebagai calon Wakil Presiden partai kami, dan melakukan apa yang diperlukan untuk menjadikan Biden sebagai Panglima Tertinggi kami," tulis Kamala Harris lewat ciutannya di Twitter.

Kabar ini pun diresponi oleh Kandidat Presiden Donald Trump dengan sinis. Menurutnya, Biden telah melakukan kesalahan dengan memilih Kamala sebagai wakilnya. Dia bahkan menilai Kamala sebagai sosok yang kejam, mengerikan dan tidak dihormati diantara semua Senat AS.

“Dia (Kamala Harris) paling kejam, paling mengerikan, paling tidak dihormati diantara Senat AS selama jajak pendapat,” kata Trump.

Bukan hanya Donald Trump, tapi kehadiran Kamala juga menimbulkan keraguan bagi para pemimpin gereja AS. Keraguan ini muncul dari latar belakangnya dan juga sepak terjang karirnya di dunia hukum dan politik, diantaranya:

1. Latar belakang keluarga yang merupakan campuran dari India dan Jamaika

Kamala berasal dari keturunan India dan Jamaika. Sebagai keturunan India-Afrika, Kamala pun kerap disebut sebagai Black Woman. Sama halnya dengan mantan Presiden Barrack Obama, kehadiran wanita kulit hitam di pemilihan Presiden dianggap akan mengundang sentimen rasial terhadap Kamala. Bukan saja soal warna kulit, tetapi juga latar belakang keyakinannya yang berasal dari keluarga Hindu.

2. Pro aborsi dan LGBT

Berdasarkan track record, Kamala diketahui sangat mendukung praktik aborsi. Pada bulan Februari, dia memilih untuk membatalkan RUU Senat yang menjamin perawatan medis kepada bayi yang selamat dari praktik aborsi. Bukan hanya itu, Kamala adalah salah satu sponsor dari Undang-Undang Kesetaraan Gender. Dimana secara terang-terangan dia mendukung keberadaan komunitas LGBT.

Dia bahkan memperjuangkan undang-undang terkait izin terhadap atlet transgender untuk terlibat dalam olahraga sesuai dengan jenis kelamin yang mereka pilih. Dua isu ini jelas sangat bertentangan dengan prinsip Pro-Life dan kodrat Ilahi sesuai kebenaran firman Tuhan yang diperjuangkan para pemimpin gereja selama masa kepemimpinan Donald Trump.

3. Menolak Amandemen Pernikahan Harus Antara Pria dan Wanita

Saat menjabat sebagai Jaksa Agung California, Kamala menolak untuk membela amandemen konstitusi negara bagian atau Proposisi 8 yang berisi ketetapan bahwa pernikahan yang sah adalah antara pria dan wanita. Pada tahun 2013, secara terang dia menolak Proposisi 8 karena dianggap melanggar Konstitusi.

Baca Juga: Dulu Didukung, Kini Kanye West Pasang Badan Lawan Donald Trump Jadi Calon Presiden

4. Mengkritik Komunitas Katolik

Pada tahun 2018, Kamala Harris mengajukan serangkaian kritikan tertulis kepada Hakim Federal Brian Buescher terkait keterlibatannya di Knights of Columbus, yang merupakan organisasi persaudaraan Katolik.

Seperti diketahui, kritikan ini dilayangkan karena Kamala menilai organisasi yang anggotanya adalah pria Katolik itu bertentangan dengan kesetaraan gender. Kiprahnya serta berbagai keputusan yang diambil selama menjabat sebagai penegak hukum mencerminkan dukungan Kamala Harris yang condong ke kiri.

Walaupun terkesan menentang prinsip kekristenan, namun wanita berkarakter ini dalam beberapa kesempatan juga berbicara dalam bahasa yang sangat akrab ditelinga orang Kristen. Sebagai wanita yang dibesarkan dilingkungan Gereja Baptist kulit hitam, Kamala jelas sangat dekat dengan kehidupan Kristen. Bahkan saat mencalonkan diri sebagai Senator, dia sering menyampaikan perkataan-perkataan yang dikutip dari Alkitab. Salah satunya adalah perumpamaan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami