Kejahatan Cyber Itu Nyata! Waspadai Kata-katamu Kalau Tak Ingin Tersandung

Kejahatan Cyber Itu Nyata! Waspadai Kata-katamu Kalau Tak Ingin Tersandung

Lori Official Writer
355

Seorang peretas informasi masuk ke server studio film terkenal di Amerika dan membocorkan sejumlah besar informasi rahasia.

Para penjahat cyber ini membeberkan kepada para pemimpin data-data film, naskah, gaji dan tumpukan email senonoh yang mereka temukan. Para eksekutif yang menyadari hal itu pun harus menanggung rasa malu yang besar. Untuk menyelamatkan reputasi perusahaan, mereka pun minta maaf karena sebagian besar informasi rupanya mengungkap sejumlah percakapan tak menyenangkan tentang para selebritis yang pernah bekerja sama dengan mereka.

Apa daya nasi sudah jadi bubur. Informasi rahasia yang terbongkar itu membuat  salah satu selebritis yang rupanya jadi bahan perbincangan tak menyenangkan, memutuskan untuk membatalkan peluncuran filmnya. Lebih buruk lagi, email perusahaan yang terbongkar itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mendapatkan keuntungan. Biasanya tindakan ini akan dibarengi dengan ancaman-ancaman mengerikan seperti jika tidak mengikuti keinginan mereka, maka informasi yang lebih mengejutkan akan dibongkar kepada publik.

Dalam situasi yang dilematis ini, perusahaan pasti akan memilih untuk mengikuti keinginan pelaku cyber daripada harus kehilangan kepercayaan dari publik dan juga kalangan selebritis yang bekerja sama dengan mereka.

Apa yang membuat perusahaan film ini terjerat kasus cyber? Sederhana sekali! Semakin tersedianya komunikasi lewat media online, membuat kita lebih banyak mengetik dan lebih banyak melakukan dosa.

"Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10: 19)

 

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus ini?

Di dunia maya, kejahatan itu nyata. Waktu kita menulis sesuatu di sana, ada ahli yang bisa membongkar semua data kita. Hanya dibutuhkan satu klik saja untuk menyebarkan semua informasi yang kita miliki kepada semua orang. Karena itulah penting untuk mengendalikan tindakan kita. Salah satunya, jangan pernah menulis, membagikan atau mengunggah sesuatu yang kita tidak ingin seluruh dunia tahu.

Mari menghormati Tuhan dengan kata-kata dan tindakan kita. Sama seperti seorang aktor memproyeksikan penampilannya di atas panggung, kata-kata atau postingan kita juga memproyeksikan pikiran dan perasaan kita. Kalau pelaku cyber bisa memanfaatkan kejahatan kita di dunia maya untuk mendapatkan keuntungan, maka Tuhan juga akan meminta pertanggungjawaban atas setiap perkataan kita yang tidak membangun.

Daripada harus menanggung malu kepada publik, kenapa kita tidak mulai mengendalikan tindakan kita dengan menyampaikan kata-kata yang membawa kehidupan, berkat dan kebenaran.

“Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.” (Yakobus 3: 6)


Baca Juga:

Mau Jadi Terang Dunia? Isi Hatimu Lebih Dulu Dengan Terang Tuhan

4 Karakter Tak Biasa Ini yang Bikin Daud Jadi Sosok yang Berkenan di Hati Tuhan


Mulailah Dari Hati

Hati adalah pemimpin atas tindakan kita. Alkitab berkata bahwa apa yang kita ucapkan berasal dari hati (Amsal 4: 23).

Ada tiga alasan kenapa kita harus tetap waspada dengan hati kita:

Pertama, karena hati itu sangat berharga. Hati memancarkan siapa diri kita yang sebenarnya. Di sanalah semua impian, keinginan dan hasrat kita dibentuk. Hatilah yang menghubungkan kita secara langsung dengan Tuhan dan orang lain.

Sama seperti fisik kita, kalau hati kita tidak baik, maka diri kitapun akan mati.

Kedua, hati adalah sumber dari tindakan. Raja Salomo menyamakan hati dengan mata air kehidupan. Jadi, hati adalah sumber dari segala hal dalam hidup kita. Karena dari sanalah kita meluapkan kata-kata, pikiran dan tindakan kita.

Kalau hati kita tidak sehat, tidak sejalan dengan apa yang Tuhan mau, maka hal itu bisa berdampak luas kepada seluruh hidup kita. Sama seperti apa yang dialami oleh perusahaan film Amerika di atas, semuanya bisa hilang dalam sekejap ketika kita dengan sengaja menyampaikan perkataan yang menyakiti orang lain.

Ketiga, hati jadi sasaran utama si iblis. Raja Salomo mengingatkan kita untuk menjaga hati, karena di sanalah zona pertempuran kita.

Banyak dari kita yang mungkin gak sadar kalau ‘hati’ bisa jadi medan pertempuran yang sangat mematikan dan yang menentukan hidup mati kita. Di balik peperangan itu, ada si iblis yang mencoba untuk merusak hati kita untuk mencapai tujuannya yaitu menghancurkan hidup kita sepenuhnya.

Kita tahu sekarang kalau tindakan dan kata-kata buruk yang kita sampaikan atau tuliskan di dunia maya bisa menghancurkan hidup kita selamanya. Parahnya, informasi itu akan selalu bisa diakses sepanjang waktu, bahkan oleh anak cucu kita kelak.

Tentunya kita gak mau jejak digital kita yang buruk terekspos dan membuat orang-orang yang kita cintai kecewa bukan? Jadi, mari belajar menjadi orang-orang yang memberi dampak yang baik bagi orang lain seperti nasihat Raja Salomo.

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6: 45)

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami