3 Pastor dan 2 Pelayan Positif Covid-19, Jemaat di Dua Gereja Ini Bakal Jalani Swab

3 Pastor dan 2 Pelayan Positif Covid-19, Jemaat di Dua Gereja Ini Bakal Jalani Swab

Lori Official Writer
958

Pembukaan kembali sejumlah gereja sejak awal bulan Juli 2020 lalu rupanya menjadi dilema. Pasalnya, beberapa pemimpin gereja di beberapa provinsi justru dinyatakan positif Covid-19. Kasus positif di lingkungan rumah ibadah ini membuat pemerintah siaga untuk melakukan pencegahan.

Baru-baru ini saja, pemerintah Kabupaten Banyumas, Purwokerto mendapati dua Gereja Katolik jadi klaster baru penyebaran virus yaitu Gereja Santo Yosep dan Gereja Katolik Paroki Katedral Kristus Raja. Seperti diberitakan, terdapat 3 pastor dan 2 pelayannya dinyatakan positif. Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto menyampaikan bahwa kelima orang tersebut ditemukan positif setelah pelaksakaan swab massal kepada 50 jemaat Gereja Katolik Keuskupan Purwokerto.

Kejadian ini mendorong Dinas Kesehatan Banyumas segera akan melakukan swab massal kepada jemaat gereja, terutama bagi mereka yang terbukti bersentuhan dengan pasien positif sebelumnya. Sampai saat ini, Dinas Kesehatan sudah memeriksa sebanyak 32 orang yang dinyatakan sempat melakukan kontak dengan kelima orang itu.

"Setelah terungkap kami berkoordinasi ke sejumlah pihak langsung meniadakan peribadatan publik. Sementara di gereja pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu dilakukan sterilisasi di gereja, pastoran dan keuskupan," kata Sadiyanto.

Di pertengahan Juli 2020 lalu, Uskup Agung Medan dan 4 pastornya juga dinyatakan positif Covid-19. Kasus inipun membuat lembaga Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menghimbau seluruh jemaat gereja untuk tetap beribadah online di rumah.

Ketua Umum PGI, Gomar Gultom meminta supaya dengan kondisi masih tingginya penyebaran virus, semua gereja tetap menahan diri untuk tidak beribadah di gedung gerejanya.

“Sesungguhnya PGI menekankan kepada gereja-gereja untuk tidak terburu-buru membuka gereja dan lebih baik tetap menyelenggarakan ibadah dari rumah masing-masing secara virtual,” kata Gomar.


Baca Juga: Uskup Agung Medan dan 4 Pastor Dinyatakan Positif COVID-19


Pihak PGI sangat menekankan kepada semua jemaat gereja untuk tetap di rumah karena situasinya saat ini masih sangat berisiko.

“PGI sangat menekankan untuk perlunya tetap di rumah karena penyebaran virus ini belum terkontrol sebagaimana terbukti angka kasus positif baru terus meningkat dari hari ke hari. Di lain sisi juga banyak kasus orang tanpa gejala (OTG),” tandasnya.

Sementara tim Satgas Covid-19 sendiri menyampaikan kalau di Jakarta sudah ada 9 klaster baru penyebaran virus terkait rumah ibadah diantaranya 3 klaster gereja dengan 29 kasus, masjid 3 klaster dengan 11 kasus, asrama pendeta 1 klaster dengan 41 kasus, pesantren 1 klaster dengan 4 kasus dan tahlilan 1 klaster dengan 29 kasus.

Dengan data ini, kita semua tidak menutup mata dan tetap waspada terhadap penyebarannya virus Covid-19 yang tak terprediksi. Untuk gereja-gereja khususnya, kita bisa tetap mematuhi himbauan PGI supaya tetap melakukan ibadah di rumah saja.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami