Pertengkaran Antar Sahabat Itu Biasa. Tapi Kalau Sakit Hati, Harus Bersikap Gimana Ya?

Pertengkaran Antar Sahabat Itu Biasa. Tapi Kalau Sakit Hati, Harus Bersikap Gimana Ya?

Claudia Jessica Official Writer
432

Apa yang kamu rasakan ketika teman karibmu mengatakan hal yang menyakitkan dan menusuk hatimu hingga membuatmu merasa sedih? Sakit hati? Kepahitan? Tidak mau berteman lagi?

Luka yang diberikan dari teman terdekat terasa lebih menyakitkan daripada luka yang diberikan oleh musuh.

Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku. (Mazmur 55:13-14).

Menerima ‘luka’ dari orang-orang yang seharusnya mencintai kita dapat menghancurkan hati kita. Melumpuhkan hati kami. Merusak kepercayaan kita.

Yesus juga mengalami hal yang sama dengan teman-teman-Nya. Namun entah bagaimana, Dia terus mampu melewatinya.

Luka yang dikubur, tidak akan sembuh. Karena itu, penting untuk mengatasinya. Dalam Mazmur 147:3 Tuhan berjanji untuk membanti kita membasuk dan menyembuhkan luka-luka kita.

Ketika kita membawa luka-luka kita kepada-Nya, Dia dapat memperbaiki hari kita dan mengajar kita cara mencintai melewati rasa sakit kita. Alkitab menyediakan banyak hikmat ilahi untuk penyembuhan emosional:

1. Bersabar dalam doa

Seperti obat-obatan, doa adalah pengobatan untuk luka emosional. Katakan kebenaran bahwa “Tuhan dapat menyembuhkan setiap luka.” Penyembuhan terjadi secara bertahap, jadi bersabarlah ketika kamu berdoa untuk temanmu dan dirimu sendiri.

Roma 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

2. Memaafkan

Sebagai manusia, tentu saja kita juga bukan pribadi yang sempurna. Semua orang menyimpan dendam paling menyakitkan dan terkadang mereka meluapkannya. Namun, Tuhan mengabaikan banyak hal untuk tetap menjalin hubungan dengan kita, maka kita juga harus mengabaikan kesalahan teman-teman kita.

Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

3. Rendah hati

Tidak perlu mengungkit detail untuk mencapai perdamaian. Untuk mencapau perdamaian, mungkin hanya perlu berbicara dari hati ke hati denganmu. Bicarakan jika kamu merasa terluka karena dia. Berusaha berdamai dengan membuka pintu komunikasi dan penyembuhan.

Matius 5:24 “Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”

4. Jangan menghasut

Ketika kita terluka, kita cenderung untuk ‘merekrut’ orang lain untuk berada di pihak kita. Sayangnya, cari ini tidaklah sejalan dengan Firman Tuhan. Setan suka mengadu satu dengan yang lain. Jadi, jangan biarkan dia menghancurkan persahabatan kalian.

Imamat 19:18 “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”


Baca juga:

Merasa Gak Nyaman Dengan Temanmu? Mungkin Kamu Alami Toxic Friendship. Kenali Ciri-cirinya

Pernah Alami Toxic Relationship, Kierra Sheard Kini Telah Dapatkan Jawaban Doanya

Suka Pinjam Uang Untuk Diberikan Ke Pasangan? Itu Namnya Toxic Financialship


5. Harapkan bersahabat kembali

Semakin kita mengasihi orang lain, semakin kita rentan untuk menyakitinya. Bahkan dalam hubungan persahabatan terbaik sekalipun, akan selalu ada rasa sakit yang mengikuti.

Menolak untuk membalas dendam, dapat menyelamatkan persahabatan kalian.

Keluaran 14:14 “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Mungkin kamu telah disakiti oleh temanmu. Carilah wajah Tuhan dan habiskan waktu di hadirat-Nya. Biarkan cinta-Nya menyembuhkanmu. Tuhan dapat menciptakan sesuatu yang indah dari setiap luka, bahkan luka dari seorang teman.

Sumber : crosswalk.com

Ikuti Kami