Tak Kunjung Usai, Umat Kristen China Dianiaya Bahkan di Tengah Pandemi

Tak Kunjung Usai, Umat Kristen China Dianiaya Bahkan di Tengah Pandemi

Lori Official Writer
611

Umat Kristen di China kembali menanggung penderitaan akibat penganiayaan bahkan saat kondisi di tengah pandemic Covid-19. Apa yang mereka alami saat ini justru dinilai jauh lebih buruk dari sebelumnya.

Seorang wanita Kristen dari kota Xiamen, China menuturkan jika pemerintah bahkan tega menghancurkan pintu rumahnya setelah dia melarang mereka masuk. Lalu empat hari setelah itu, tepatnya Minggu, 26 Juli, pejabat pemerintah mencabut salib dari atap Gereja Kristen Sungai Kecil di daerah Xinfeng, Jiangxi.

Itu hanyalah dua kasus kecil penindasan yang dialami oleh umat Kristen. Tindakan yang sudah terjadi sejak  tahun 2015 itu dianggap sudah melampaui batas. Bahkan sejak masa pandemi virus corona muncul, pemerintah justru mengintesifkan tindakan pelarangan semua kegiatan peribadatan umat Kristen.

"Sekarang dengan dalih virus corona ini, Partai Komunis China mengintensifkan penganiayaan dengan melarang semua kegiatan gereja, bahkan ibadah, pertemuan doa di rumah percaya dengan anggota keluarga mereka sendiri," ungkap Bob Fu, pemimpin dari China Aid.

Parahnya, pemerintah partai komunis China menjadikan kondisi ini sebagai alasan untuk menangkap orang-orang Kristen yang melakukan pertemuan ibadah online.

Dalam aksi pencabutan salib dari gereja, petugas keamanan tidak segan-segan memukuli orang Kristen yang mencoba menghalangi mereka. Beberapa jemaat gereja pun harus menderita luka-luka akibat pemukulan tersebut.

Pada 5 Juli, petugas keamanan juga menghentikan paksa kegiatan ibadah di Gereja Guilin Enguang dan menangkap para penatua gereja.

Fu mengungkapkan bahwa tindakan pemerintah China menunjukkan bahwa orang Kristen hanya dianggap sebagai warga negara yang baik apabila menganut ideologi komunis.

Mari terus berdoa supaya umat Kristen di China diberikan kekuatan dan mampu memegang teguh iman mereka karena Kristus. Dan berdoa supaya ada lawatan Tuhan atas pemerintah China. Sehingga negara ini bisa jadi tempat yang aman bagi seluruh umat beragama.

Sumber : cbn.com

Ikuti Kami