Lagi Trending, Tik Tok Malah Diserang 3 Kontroversi Ini. Kenapa Ya?

Lagi Trending, Tik Tok Malah Diserang 3 Kontroversi Ini. Kenapa Ya?

Lori Official Writer
569

Sejak munculnya pandemi virus corona, aplikasi Tik Tok pun jadi hiburan menyenangkan bagi semua orang yang tinggal di rumah.

Sampai sekarang, aplikasi ini pun semakin trending berkat berbagai hiburan dalam bentuk video-video menarik yang diunggah oleh para penggunanya. Mulai dari nge-dance, nyanyi, berbagi tips sampai promosi produk.

Tapi siapa kira, di balik trendingnya Tik Tok ada saja hal-hal yang ditemukan cukup kontroversial dan menarik perbincangan soal penggunaannya.

3 kontroversi Tik Tok diantaranya:

1. Tren Maria Challenge Berdampak Buruk Bagi Anak

Beberapa minggu belakangan ini, tren dance Maria Challenge yang ada di Tik Tok jadi bahan perbincangan karena dinilai bisa berdampak negatif kepada penggunanya terutama anak-anak remaja.

Maria Challenge dianggap berpengaruh buruk karena pengguna dianggap akan mengikuti sebuah dance yang dianggap sebagai bentuk pelecehan kepada idolanya. Tapi bukan hanya itu saja, rupanya tantangan ini juga justru bisa melecehkan dirinya sendiri dengan mengunggah video musik yang menonjolka area tubuh yang sensitif.

Hal inilah yang dianggap sangat berbahaya bagi anak remaja. Karena video yang disebarkan secara luas tersebut berpotensi dipakai sebagai eksploitasi seksual.

Karena itulah saat anak bermain Tik Tok, orangtua diharap bisa melakukan pengawasan.

2. Video Tik Tok Sebarkan Informasi Keliru

Situs Womantalk.com yang membahas semua hal tentang masalah wanita angkat bicara tentang beberapa video produk kecantikan yang dipromosikan di Tik Tok.

Penulis menyampaikan jika 2 tren produk kecantikan ini justru dianggap sangat berbahaya bagi mereka yang menerapkannya. Salah satunya adalah penerapan pijat wajah selama 15 menit dengan memakai produk cleansing balm yang berfungsi untuk mengangkat sumbatan minyak di pori-pori. Menurut penulis, praktik ini justru bisa berakibat pada iritasi kulit.

Kedua adalah video produk Peeling Solution yang disebut-sebut bisa membuat kulit wajah mulus dan bebas jerawat. Berkat Tik Tok, produk inipun banyak diburu di toko-toko kecantikan.

Sayangnya, menurut penulis produk kecantikan ini terbilang keras. Jika digunakan dengan cara yang salah wajah bukannya mulus melainkan bisa terbakar dan menimbulkan luka. Hal ini terjadi karena kandungan AHA-nya yang mencapai 30%. Berbeda dengan produk Peeling Solution lain yang AHA-nya hanya sekitar 10% saja.

Jadi, Womantalk mengingatkan kepada semua wanita untuk berhati-hati dengan video tren yang dibagikan di Tik Tok. Karena ada banyak informasi yang dibagikan sebenarnya keliru dan berbahaya bagi mereka yang mengikutinya.


Baca Juga:

Demam Tik Tok di Kalangan Anak Muda? 5 Fakta yang Harus Kamu Tahu Soal Aplikasi Ini

 

Lewat Tik Tok, Wanita 21 Tahun Ini Jangkau 45 Ribu Pengikutnya Dengan Injil


3. Pengalaman Misterius di Aplikasi Randonautica

Selain sebagai hiburan, Tik Tok ternyata bisa dipakai untuk melakukan petualangan pribadi dan kelompok melalui aplikasi Randonautica yang ada di dalamnya.

Melalui aplikasi ini, para pengguna Tik Tok bisa mengeksplorasi suatu tempat yang sudah diberikan tiga pilihan yaitu lokasi yang cukup padat, yang sangat sepi dan yang tak terduga. Setelah memilih lokasi, maka lokasi yang akan ditemukan akan ditunjukkan melalui GPS. Titik lokasi inilah yang harus diikuti oleh pengguna.

Sebagian pengguna memang mengaku menikmati petualangan ini. Tapi sebagian lainnya justru menemukan sesuatu yang sangat misterius. Seperti halnya waktu sekelompok anak muda yang diarahkan ke sebuah pantai dan di sana mereka menemukan sebuah koper misterius yang berbau busuk yang ternyata setelah dilaporkan kepada polisi, koper tersebut berisi mayat korban pembunuhan. Ada juga yang menemukan sebuah bangkai mobil di tengah hutan dan suara mengerikan yang terdengar dari sana.

Pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan inilah yang kemudian membuat para pengguna mulai mencurigai motivasi tersembunyi dari aplikasi  Tik Tok ini.

Kontroversi Tik Tok di atas memang cukup beralasan. Namun terlepas dari hal itu, sebuah media menyebutkan bahwa Tik Tok sendiri tidak lebih berbahaya dari sosial media yang lain seperti Instagram atau Facebook. Intinya adalah tetap memakai sosial media dengan wajar, tidak latah dengan informasi yang disebarkan (harus selalu dicross check) dan selalu memberikan pemahaman tentang batas aman bagi pengguna di bawah umur.

Hal penting lain yang bisa kita lakukan adalah dengan terus memberikan edukasi kepada semua kalangan tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui aplikasi sosial media yang ada.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami