Membunuh Banyak Orang, Gangster Ini Pimpin 200 Orang kepada Kristus

Membunuh Banyak Orang, Gangster Ini Pimpin 200 Orang kepada Kristus

Claudia Jessica Official Writer
634

"Saya ingat mencoba mendorong wajahnya ke aras gas, dan saya menyalakan gas."

Pada saat itu usia Casey baru 8 tahun ketika dia memutuskan untuk membunuh ayahnya yang merupakan seorang pecandu alkohol dengan pemanas gas portable.

"Ibuku datang dan itu membuatnya merasa takut. Dia berkata, "Apa yang terjadi?" Kemudian saya menoleh kearahnya dan menjawabnya "Biarkan saja, saya yang akan disalahkan." Saya berharap dia akan tidur dan tidak pernah bangun," kata Casey.

"Dia memukuli ibuku tepat di hadapanku. Saya ingat melihatnya di lemari dengan darahnya, dan tidak ada yang bisa kulakukan," kenang Casey.

"Saya ingat suatu kali dia memegang bahu saya dan mendekat. Dia berkata kepadaku, "Jangan pernah memanggilku ayahmu. Jangan pernah memanggilku ayah." Setelahnya saya merasakan kekosongan. Merasa tidak berharga. Saya merasa seperti 'Mengapa kamu ada di dunia ini?' Saya menjadi sangat marah.

Casey menemukan tempat tujuannya di geng LA selatan-tengah. Dia menjadi kejam dan dengan mudah menikam korban pertamanya pada usia 11 tahun.

Dia mengatakan "Yang membuatku merasa mudah ketika menikam seseorang adalah, aku meletakkan wajah ayahku pada setiap orang yang menjadi menjadi korbanku."

Semakin lama, korbannya bertambah banyak. Dia pun dikenal di dunia gangster, ditakuti dan diburu oleh geng lawan. Pada usia 16 tahun, Casey dijatuhi hukuman 12 tahun di lapas anak dalam kategori pembunuhan tingkat 2 dengan 52 kasus perampokan bersenjata.

Di dalam penjara, Casey memimpin dan memerintah geng yang ada bahkan sampai menyerang narapidana lainnya. Casey berkata, “Aku mencekiknya sampai hampir mati.”

Hal ini lah yang membuat Casey dipindahkan ke sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan Negara Folsom yang baru. Hingga suatu hari, seorang wanita Kristen, Frances, datang untuk mengundangnya ke pelajaran Alkitab bulanan.

“Kamu gila. Apa yang kamu bicarakan? Pelajaran Alkitab?” kata Casey dan kemudian dia bercerita, “Aku merasa seperti ‘Dia gila. Dia tidak tahu dia berbicara dengan siapa.’ Tetapi dia berkata, ‘Saya akan berdoa untukmu, saya akan menempatkanmu dalam daftar doaku.’ Dia mengatakan itu dan aku berkata ‘Aku beritahu kau bahwa aku tidak tertarik dengan pelajaran Alkitab atau hal-hal keagamaan apapun yang kamu ikuti.’”

Sumber : CBN

Ikuti Kami