Nikah Karena Dijodohkan Tapi Masih Sering Ingat Mantan. Apa yang Salah?

Nikah Karena Dijodohkan Tapi Masih Sering Ingat Mantan. Apa yang Salah?

Lori Official Writer
852

Seorang wanita berusia 29 tahun mengaku sudah empat tahun menjalani rumah tangga dengan sang suami setelah mereka dijodohkan keluarga. Uniknya, perjodohan itu rupanya terjadi waktu dia masih menjalani hubungan dengan pria lain. Tapi karena desakan keluarga, dia rela meninggalkan kekasihnya itu dan menikah dengan pria pilihan keluarga.

Sayangnya, perjodohan itu justru berakibat pada pernikahannya. Dia mengaku selama menikah, dia masih tetap mengingat sang mantan.

Tentunya ada banyak orang yang mengalami cerita yang sama. Mereka dijodohkan, menikah tapi waktu menjalani pernikahan mereka justru dibayang-bayangi sama mantannya.

Saat dalam kondisi dilematis ini, apa yang harusnya dilakukan?

Ada dua kasus yang terjadi dalam hal ini, pertama dijodohkan dan kedua belum move on dari mantan.

Mari membahas dua hal ini dari sudut pandang Alkitab.

Perjodohan Menurut Alkitab

Dari sisi Alkitab, dalam beberapa kasus perjodohan dinilai tidak selalu salah, khususnya bagi masyarakat dengan kebiasaan budaya perjodohan. Di Alkitab sendiri ada beberapa pernikahan. Salah satunya adalah pasangan Ishak dan Ribka.

Yang jadi masalah dari perjodohan adalah kalau tindakan itu sudah mengandung unsur pemaksaan kepada dua atau salah satu pihak. Karena pernikahan yang dilakukan karena paksaan pasti hasilnya gak akan membuat pihak yang menikah merasa nyaman atau bisa menerima orang yang dipilihkan untuk jadi pasangannya.

Beda hal kalau perjodohan dilakukan karena kedua-keduanya mau dan siap. Seperti Ribka yang dipilihkan untuk Ishak karena dikenal berasal dari keluarga yang baik dan juga saleh. Tapi lebih dari itu, Alkitab dengan tegas mendefinisikan pernikahan sebagai ikatan antara seorang pria dan wanita yang sama-sama mengasihi Tuhan.

"Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera." (Ulangan 7: 3-4)

Jadi kesimpulannya, Tuhan akan tetap memberkati semua jenis pernikahan kalau kedua pasangan adalah sama-sama orang percaya dan mau berkomitmen bersama untuk sehidup semati.


Baca Juga:

7 Ayat Alkitab Untuk Bantu Move On Dari Cinta Masa Lalu, Nomor 3 Benar Banget!

 

4 Kunci Move On, Biar Ngga Alami Sindrom Pengen Balikan Sama Mantan Kaya Perempuan Ini


Sudah Menikah Tapi Masih Ingat Mantan

Kasus kedua ini bisa dialami oleh pasangan yang dijodohkan maupun yang tidak dijodohkan.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang yang sudah menikah masih tetap mengharapkan mantan, diantaranya:

1. Menikah tanpa rasa cinta

Dijodohkan keluarga saat sedang menjalin hubungan dengan orang lain, bisa membuat gak bisa menerima pernikahannya dan selalu dibayangi sama mantan.

Pastinya kenangan atau keinginan untuk kembali ke mantan bisa jadi penghambat utama hubungan suami istri gak bahagia.

2. Membanding-bandingkan pasangan dengan mantan

Seorang istri bisa jadi gak puas dengan suaminya karena kerap membandingkan suami dengan mantan. Akibatnya, dia mulai merasa menyesal menikahi pasangannya dan mulai hidup dengan kenangan dengan sang mantan.

Sikap membandingkan inilah yang akan membuat hubunganmu dengan pasangan bisa berujung pada perceraian.

3. Kembali membangun komunikasi dengan mantan yang tiba-tiba muncul

Menjalin kembali komunikasi dengan sang mantan, entah dia sudah menikah atau belum, akan jadi godaan bagi pasangan menikah untuk menduakan pasangannya yang sah.

Apalagi kalau keduanya punya banyak kenangan manis bersama di masa lalu. Keinginan untuk kembali pasti akan sangat kuat.

Tapi benarkah alasan-alasan di atas bisa dibenarkan dalam sebuah pernikahan? Tentu saja tidak! Bahkan dalam kondisi pernikahan yang dimulai kurang baik pun, memikirkan mantan bisa jadi tindakan yang tidak menguduskan pernikahan.

Bahkan waktu kita merasa suami atau istri gak seperti harapan, kita gak seharusnya mencari pemenuhan dari mantan. Karena Alkitab jelas menyampaikan supaya kita berhenti berharap pada sesuatu yang sudah berlalu.

“Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!” (Yesaya 43: 18)

Waktu kita merasa gak puas dengan pasangan kita, kita akan cenderung membanding-bandingkannya dengan mantan, yang menurut kita pasti jauh lebih baik darinya. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya itu adalah pemikiran yang keliru. Karena bagaimanapun gak ada manusia sempurna yang bisa mampu memenuhi kebutuhan kita.

Karena bahkan dalam pernikahan sempurna pun, akan selalu ada masalah dan kekecewaan. Tapi satu-satunya cara untuk mengatasi kekecewaan adalah dengan menghadapi bersama Tuhan. Karena hanya Tuhanlah sosok yang benar-benar bisa mengubahkan pasanganmu dan pernikahanmu.

Jadi, berdamailah dengan masa lalumu. Pandanglah pasanganmu saat ini sebagai pribadi yang dikirim Tuhan untuk melengkapimu, bukan untuk menyempurnakanmu. Pernikahan hanya akan dipulihkan kalau kita mengambil langkah untuk memutuskan semua ikatan yang pernah terjalin dengan mantan.

Mintalah Tuhan untuk menunjukkan ikatan-ikatan apa yang harus kamu putuskan. Perkatakanlah bahwa ikatan antara dia dan kamu sudah selesai, lalu berdoalah supaya kalian bisa menjalani hidup masing-masing dengan benar.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami