Ramai Rebutan Harta Warisan, Bagaimana Sih Sosok Eka Tjipta Mencapai Kesuksesannya?

Ramai Rebutan Harta Warisan, Bagaimana Sih Sosok Eka Tjipta Mencapai Kesuksesannya?

Claudia Jessica Official Writer
478

Anak pendiri Grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaya, Freddy Widjaya, mengajukan gugatan kepada para saudara tirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Freddy Widjaja melayangkan gugatan hak waris/wasiat atas kepada lima saudara tirinya atas harta warisan dari ayahnya, Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group.

Namun, perlu diketahui bahwa Eka Tjipta menikah lebih dari satu kali. Dikutip melalui Wikipedia, memiliki 15 anak sah yang tercatat secara resmi.

Freddy Widjaja merupakan anak sah Eka Tjipta dengan Lidia Herawati Rusli yang dibuktikan dengan akta lahir. Keduanya menikah dalam agama Buddha, tetapi tak dicatat di Kantor Catatan Sipil. Selain Freddy Widjaja, mereka juga dikaruniai dua anak lainnya yaitu, Robbin Widjaya dan Sindy Widjaya.

Gugatan yang dilayangkan oleh Freddy terdaftar pada tanggal 16 Juni 2020 dengan nomor perkara 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst terhadap Indra Widjaja, Teguh Ganda Widjaja, Muktar Widjaja, Djafar Widjaja, dan Franky Oesman Widjaja.

Ada 12 perusahaan yang disengketakan oleh Freddy dengan total nilai asset sekitar Rp 672,62 triliun.

Dalam petitum, Freddy menyatakan dirinya dan kelima saudara tirinya merupakan ahli waris yang sah dari almarhum Eka Tjipta.

Karena alasan itulah, ia meminta pembagian warisan masing-masing setengah bagian antara dirinya dengan tergugat.

Tak sampai disitu, ia juga meminta majelis hakim untuk menetapkan sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap harta waris adalah sah dan berharga serta menghukum tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Tetapi dibalik perkara ini, sebenarnya bagaimana sih Eka Tjipta berhasil meraih kesuksesannya hingga menjadi salah satu orang terkaya di Republik Indonesia?

Eka Tjipta Widjaja lahir di Quanzhou, China. Pindah ke Indonesia, tepatnya ke kota Makassar bersama keluarganya pasa usia 9 tahun.

“Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Lantaran miskin, kami hanya bisa tidur di tempat paling buruk di kapal.” Alm. Eka Tjipta mengungkapkan kisah hidupnya pada meda saat itu.

Karena masalah ekonomi, Eka tidak melanjutkan sekolah dan mulai berjualan dengan bersepeda keliling kota Makassar.

Pada usia 15 tahun, bakat bisnisnya mulai terasah dan Eka mulai mencari supplier kembang gula dan biskuit. Tetapi kebanyakan supplier tidak mempercayainya sehingga meminta pembayaran di muka.


Baca juga:

Jabar Berlakukan ‘Wajib Pakai Masker’ Mulai 27 Juli, Yang Langgar Bakal Didenda Loh!

Ayah dari Korban Pelecehan Seksual Anak di Gereja Depok Mengaku Marah dan Depresi


Tak habis akal, Eka menjamin ijazah SD miliknya agar ia dapat mengambil barang dagangannya terlebih dahulu. Setelah dua bulan, Eka berhasil mengantongi untung yang cukup banyak sehingga sanggup membeli becak untuk membaca barang dagangannya.

Namun ketika usahanya tumbuh subur, Jepang datang menyerbu Indonesia dan usahanya hancur. Di masa sulit ketika banyak orang memilih untuk menyerah, Eka terusberjuang mengayuh sepedanya hingga sampai di Paotere.

Ia menjual makanan di tenda untuk 30 tentara Jepang serta mengangkat semua barang yang dibuang atas ijin dari tentara Jepang. Eka memisahkannya dan mengolah kembali sampah yang masih terlihat bagus.

Menjalankan beberapa usah, bisnisnya harus kembali jatuh setelah dirampas oleh Permesta. Eka pindah ke Surabaya dan kembali memulai bisnisnya dari 0. Kali ini, dia mencoba bisnis kebun karet dan kopi.

Eka mendirikan pabrik kertas pertama Sinar Mas Grup dan pada saat yang bersamaan, ia juga mengembangkan bisnisnya ke sektir properti.

Jika kamu mengalami kegagalan, kuatkanlah hatimu dan jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu (2 Tawarikh15:7).

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami