Ternyata Ini Dampak Buruk Saat Seseorang Alami Pecehan Seksual di Masa Kecil…

Ternyata Ini Dampak Buruk Saat Seseorang Alami Pecehan Seksual di Masa Kecil…

Lori Official Writer
630

Pengalaman masa kecil sangat berdampak bagi kesehatan pertumbuhan seorang anak. Saat anak mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya, kemungkinan besar dia akan hidup dengan bekas luka yang sulit untuk disembuhkan.

Gak heran kalau ada banyak orang dewasa yang mulai mengungkapkan kasus pelecehan yang dia alami di masa kecil ketika dia sudah beranjak dewasa. Akibatnya, peristiwa itu jadi satu kenangan buruk yang selalu menghantuinya sepanjang waktu dan berujung jadi sebuah trauma.

Beberapa korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian yang dia alami mungkin karena merasa malu dan bersalah. Beberapa lainnya takut karena diancam oleh pelaku.

Pengaruh Pelecehan Seksual di Masa Kecil Dengan Kehidupan Seseorang

Tahukah kamu kalau ternyata pelecehan seksual di masa kecil bisa berdampak besar bagi hidup seseorang sampai dia beranjak dewasa. Beberapa orang dewasa yang memiliki pengalaman ini biasanya akan mengalami masalah kesehatan mental. Salah satunya adalah trauma.

Trauma sendiri adalah situasi dimana seseorang diserang rasa takut yang terus menerus terhadap sesuatu dan membuatnya menderita. Tingkat trauma ini pun berbeda bagi setiap korban pelecehan seksual, mulai dari yang ringan sampai yang paling parah.

Selain trauma, korban pelecehan seksual di masa kecil juga bisa mengalami gangguan emosional diantaranya:

1. Kehilangan rasa percaya: Pelecehan seksual bisa merusak cara pandang seseorang tentang kehidupan. Berpikir bahwa dunia adalah tempat yang berbahaya sehingga kemampuan untuk mempercayai orang lain pun hilang. Hal ini bisa jadi sangat sulit apabila pelaku adalah orang terdekat.

2. Kehilangan harga diri: Ada banyak korban pelecehan seksual yang bahkan berpikir untuk mengakhiri hidup karena rasa bersalah yang muncul terus menerus.

3. Sulit mengatasi stress: Salah satu dampak dari pelecehan seksual di masa kecil adalah saat seseorang kesulitan mengontrol stress yang dihadapinya. Ada masa ketika korban menghadapi situasi sulit yang membuatnya cenderung berpikir negatif dan sulit untuk mengontrolnya.

4. Sulit mengendalikan kemaharan: Saat dalam keadaan marah, korban pelecehan seksual bisa meledak dan tak terkendali. Dampaknya bisa melukai orang lain di sekitarnya.

5. Mengalami gangguan kecemasan dan kepribadian: Seseorang yang mengalami pelecehan seksual di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan dan gangguan keperibadian.

Gangguan-gangguan emosional ini di atas tentu saja akan sangat mempengaruhi seseorang dalam menjalani hidupnya dengan normal. Karena itulah penting sekali untuk mendapatkan bantuan dari ahli psikologi untuk mengatasi hal ini.


Baca Juga:

Pasangan Alami Pelecehan Seksual, Lakukan 8 Hal Ini Untuk Menolongnya Atasi Trauma

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Pendeta Rick Warren Akui Masih Belum Pulih


Namun perlu diingat bahwa untuk sembuh sepenuhnya dari trauma pelecehan seksual, korban harus melakukan beberapa langkah ini:

1. Melaporkan kasus yang dialami

Seseorang tidak akan benar-benar sembuh selama dia menyimpan kasus pelecehan seksual yang dialami sendiri. Jika merasa malu atau takut disalahkan oleh orang terdekat, carilah seseorang yang bisa dipercaya. Sampaikan hal itu sejujurnya dan jika memungkinkan mintalah bantuan untuk melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib.

Selain itu, cobalah untuk bergabung dengan kelompok atau komunitas yang mengalami hal serupa. Belajarlah dari orang-orang yang sudah mengalami kesembuhan melalui komunitas tersebut.

2. Buang perasaan bersalah dan malu

Bagaimanapun kejadiannya, seorang anak tidak pantas mengalami perlakuan buruk semacam itu. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri atas kesalahan yang seharusnya dipertanggungjawabkan oleh pelaku. Buanglah jauh-jauh perasaan malu dan rasa bersalah atas apa yang kamu alami.

3. Tangkal serangan balik

Wajar bagi korban kembali diingatkan dengan kejadian masa lalu tersebut. Dan saat hal ini terjadi, maka sistem saraf korban akan mulai mengalami stress berat. Karena itulah penting untuk memasang penangkal sebelum serangan balik ini membuat kondisi mentalmu semakin buruk. Salah satunya adalah dengan segera mengalihkan pikiran kepada hal lain. Atau jika hal itu terjadi ketika kamu sedang sendiri, segeralah keluar rumah dan temukan hal-hal menarik yang bisa mengalihkan pikiranmu.

Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan meyakinkan dirimu bahwa kejadian itu sudah berlalu dan kamu harus menguburnya.

4. Selesaikan dengan pengampunan

Jika ternyata pelaku sudah meninggal atau masih hidup, segeralah menyelesaikan masalah ini dengan cara yang paling ampuh bisa menyembuhkanmu secara total. Mungkin masalah ini sudah sempat kamu bagikan dengan seseorang yang kamu percaya. Nah, dengan itu mintalah dukungan doa supaya kamu siap mengampuni pelaku.

Untuk proses ini, pastinya gak akan mudah. Karena mengampuni seseorang yang sudah merusak hidupmu pasti sulit rasanya. Tapi dengan mengingat kasih Tuhan, kita pasti dimampukan untuk mengampuni orang lain.

"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (Roma 12:19)

Seburuk apapun peristiwa itu, percayalah bahwa Tuhan tetap mengasihimu dan menganggapmu berharga. Jangan biarkan si iblis memakai pengalaman masa lalumu untuk merampas semua rencana baik dan besar yang sudah Tuhan tetapkan atas hidupmu.

Luka masa lalu harus segera diselesaikan saat ini. Dan memakainya sebagai kesaksian bukan untuk menginspirasi orang lain, tapi juga untuk menyelamatkan ribuan anak-anak yang sedang bertumbuh saat ini dari pelaku potensial yang ada dimana-mana.


Apakah kamu pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecil dan masih terus bergumul menghadapinya sampai saat ini? Jangan menanggung bebanmu sendirian, Sahabat24 kami hadir untuk membantumu mengatasinya. Hubungi segera melalui link DI SINI.



Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami