Claudia Jessica

Official Writer
600


Ketika kamu telah berpacaran cukup lama dan mulai menuju jenjang yang serius, kita sering kali menghindari pertanyan sulit untuk menjaga hubungan dan mencegah konflik.

Mungkin kamu telah melakukan ini dengan tidak sengaja. Namun, pembicaraan dan pertanyaan penting ini mempengaruhi kehidupanmu bersama pasangan.

Amsal 24:26 mengatakan “Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa kejujuran adalah tindakan cinta. Jujurlah dengan dirimu sendiri dan pasanganmu.

Jangan mencoba untuk mengatakan ‘jawaban’ apa yang akan disukainya atau mencoba untuk menjawab dengan ‘rohani’. Jujurlah dengan segala keyakinaan dan keraguan yang kamu miliki.

Berikut ini adalah 3 hal yang harus kamu tanyakan dan dapatkan kesepakatan bersama dengan pasangan:

1. Apakah kamu bersedia untuk pindah?

Seberapa melekatkah kamu dengan tempat tinggalmu saat ini? Jika pasangan mendapatkan tawaran pekerjaan yang menarik, apakah kamu bersedia untuk pindah bersamanya?

Mengapa kalian perlu pindah ke tempat lain? Apakah untuk pekerjaan, meraih mimpi, atau mungkin ingin melanjutkan pendidikan?

Pertimbangkan jika pasanganmu tidak bisa tinggal jauh dari keluarganya. Kemudian pertimbangkan juga tujuan dan biaya kepindahan yang diperlukan. Apa saja yang akan kamu dapatkan dan apa saja yang akan terhilang?

Meskipun ini hanyalah kemungkinan yang mungkin akan terjadi di masa depan, kamu

2. Apakah kamu menginginkan anak?

Memiliki anak akan berdampak besar pada kehidupanmu sebagai pasangan suami-istri. Tentu saja akan ada begitu banyak perbedaan ketika belum dan sudah memiliki pasangan.

Fokusmu terhadap pasangan juga akan terbagi pada anak. Jika ingin memiliki anak, maka membutuhkan dedikasi dan komitmen dari kedua pasangan.

Kemudian, kamu juga bisa mulai membicarakan berapa banyak anak yang hendak kalian miliki (Kejadian 1:28). Meskipun manusia hanya berencana, dan Tuhan yang menentukan (Amsal 16:9).

Bicarakanlah dengan terbuka dan jujur dengan pasanganmu. Mungkin saja pasanganmu merasa terpanggil untuk mengadopsi, kita tidak akan tahu jika kita tidak pernah membicarakannya kan?

3. Apa peran suami dan istri dalam pernikahan?

Sebagai dua orang yang berasal dari keluarga yang berbeda, kemungkinan kalian memiliki budaya yang berbeda. Penting bagi kalian untuk menyepakati hal ini.

Dalam perkawinan tradisional, laki-laki adalah kepala rumah tangga, pemimpin, penyedia, dan pelindung. Efesus 5: 22-24 mengatakan “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”

Diskusikanlah dengan pasanganmu mengenai arti Firman Tuhan ini. Apakah suami harus menjadi seseorang yang mengambil keputusan akhir? Atau suami menjadi pencari nafkah satu-satunya bagi keluarga?

Kemudian, bagaimana kalian akan membagikan tanggung jawab rumah tangga? Ditambah jika keduanya adalah pekerja penuh waktu.


Baca juga:

Tak Cuma Ikut Bina Pra Nikah, Calon Pasangan Menikah Kristen Wajib Ikut Sertifikasi

Pernikahanmu Sempat Tertunda? Ini 4 Tips Untuk Melanjutkan Pernikahanmu


Ada banyak pasangan suami yang menyiapkan makanan karena dia memiliki keterampilan memasak yang lebih baik dari istrinya dan mereka menikmatinya.

Terakhir, pertimbangkan bagaimana kamu mengelola keuangan. Apakah kamu akan menggabungkan semua uang kalian dan menyimpan sebagian secara terpisah atau kalian memiliki “milikku, milikmu, dan milik kita?”

Siapa yang akan bertanggung jawa untuk membayar tagihan tepat waktu, siapa yang akan menyimpan uang tabungan, siapa yang akan bertanggung jawab atas pembelanjaan keperluan keluarga? Orang itu harus bertanggung jawab atas keuangan.s

Setiap pasangan itu berbeda, makanya penting bagi suami dan istri untuk mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing.

Ingatlah bahwa kalian adalah dua individu yang diciptakan dan disatukan oleh Tuhan. Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 4:9 “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.”

Bagaimana cara terbaik kalian menggunakan kekuatan kalian untuk saling mendukung dan membuat pernikahanmu berkembang.

Jika kamu memerlukan bantuan konseling pernikahan, hubungi kami di 0822-1500-2424 atau klik http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : crosswalk.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7237

advertise with us