Ditangkap Karena Rusak Rumah Pastoran, Felix Nesi Geram Soal Pelecehan Seksual di Gereja

Ditangkap Karena Rusak Rumah Pastoran, Felix Nesi Geram Soal Pelecehan Seksual di Gereja

Lori Official Writer
669

Sastrawan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Felix K. Nesi meluapkan kemarahannya dengan merusak sebuah rumah pastoran.

Tindakan nekad ini bermula dari lambannya pihak memproses kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu jemaat perempuan.

Jemaat tersebut mengakui jika dia telah menjadi korban pelecehan seksual oleh salah satu pastor. Pengakuan inipun disampaikan lewat sebuah surat laporan kepada institusi gereja setempat. Sayangnya, sampai hari ini pihak gereja belum menindaklanjuti kasus.

Felix pun mulai geram lantaran kasus tersebut tak kunjung diproses oleh pihak gereja. Pada Jumat (3/7), dia pun meluapkan kemarahan dengan memecahkan kaca jendela rumah Pastoran SMK Bitauni.

Tindakan ini membuat Felix dipolisikan oleh Polsek Insana, Kecamatan Timor Tengah Utara, NTT. Dia ditangkap di malam harinya. Namun hanya ditahan selama 17 jam dan diperbolehkan pulang setelah mengisi berita acara pemeriksaan pada Sabtu (4/7) siang.

Seperti yang diungkapkan dalam media sosial Facebook-nya, Felix mengaku nekad melakukan tindakan tersebut untuk mengungkap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pemimpin gereja.

"Malam ini saya akan menginap di kantor polisi sektor Kecamatan Insana. Saya dilaporkan oleh komunitas Pastoran SMK Bitauni," tulis Felix dalam Facebooknya pada Jumat, 3 Juli 2020 malam.

Dia lalu menuturkan bahwa kasus pelecehan ini terjadi di awal tahun 2020 lalu, dimana seorang romo dipindahkan dari Paroki Tukuneno ke SMK Bitauni karena bermasalah dengan seorang perempuan.

Saat itulah Felix meminta kepada pastoral untuk memindahkan romo tersebut karena kuatir dirinya akan kembali berulah. Namun permintaan itu ditolak. Hal itupun membuat Felix kecewa dengan pihak pastoran. Karena dia merasa kalau pemimpin gereja sengaja melindungi pastor pelaku pelecehan seksual.

“Saya kecewa pada keuskupan yang hanya memindah-mindahkan saja Pastor bermasalah. Dari paroki yang penuh cewek OMK, ke sekolah yang penuh siswi. Tanpa memikirkan pentingnya hari-hari sepi untuk refleksi bagi pastor yang kekosongan hatinya, hanya bisa diisi oleh afeksi perempuan, pastor yang tidak cukup dihibur oleh badminton atau sepakbola, atau anak-anak babi di kandang,” ungkap Felix.


Baca Juga: Pengurus Gereja Cabuli Anak, Gereja Depok Ini Bantu Atasi Trauma Korban


Dia pun mengakui pengrusakan itu dilakukan olehnya sendiri. “Di tangan saya ada helm. Di depan saya ada kaca jendela. Maka saya hantam kaca-kaca jendela pastoran dengan helm. Helm INK sungguh kuat, kaca-kaca hancur berantakan. Saya pegang kursi-kursi plastik di teras rumah pastoran dan saya banting sampai hancur,” terangnya.

Kasus ini pun mendapat tanggapan dari beberapa pihak. Diantaranya datang dari Komik Gump n Hell yang membuat gambar komik berisi tentang sindiran terhadap gereja. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) juga menolak status tersangka kepada Felix dan meminta keuskupan mengambil langkah tegas terhadap oknum pastor yang bermasalah.

Pasca dikeluarkan dari tahanan, kasus ini rencananya akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Biarkan kasus ini diselesaikan secara internal. Umat Kristiani agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” ucap Ketua PMKRI Kupang, Oswin Goleng.

Kasus pelecehan seksual di lingkungan gereja belakangan ini memang sedang marak. Baru-baru ini pelecehan seksual juga dilakukan oleh salah satu pengurus Gereja Katolik di Depok. Jadi gak heran kalau umat Kristen merasa marah karena gereja tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi jemaatnya. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami